Di sebelah barat waduk terdapat tiga cerobong udara raksasa yang berfungsi sebagai pernafasan aliran air yang menggerakkan turbin pembangkit listrik melalui tiga pipa air raksasa. Bendungan ini diremikan pada tahun 1972 oleh presiden Soeharto yang merupakan obyek vital negara.
Perairan di waduk ini berbentuk memanjang ke arah timur berliuk-liuk serta bercabang. Warga sekitar memanfaatkan perairan ini untuk budidaya ikan air tawar dengan menggunakan keramba atau biasa disebut kerambak. Selain itu juga banyak para pencari ikan yang menggunakan jala, jaring dan pancing.
Di sebelah utara dan selatan waduk Ir.Sutami merupakan wilayah pariwisata yang ramai dikunjungi jika hari libur atau hari besar. Mereka biasanya berasal dari wilayah sekitar kabupaten Malang dan bahkan dari luar propinsi. Tempat wisata ini merupakan sarana pariwisata murah meriah bagi keluarga yang dikelola oleh PT.PJB (pembangkitan jawa bali).
Biasanya para pengendara motor yang melintas di atas waduk menyempatkan diri sejenak untuk menikmati pemandangan sekitar sambil memotret. Waduk ini digunakan sebagai jalan pintas bagi warga di selatan waduk pada siang hari sejak pukul 05.00 wib sampai dengan pukul 19.00 wib dengan membayar karcis sebesar Rp.1000,-.