Gajah yang menjadi wajah Save The Elephants pada tahun 2012 ini tewas dalam keadaan gadingnya robek dari tengkoraknya karena ulah pemburu liar di hutan pegunungan Kenya.
Dalam upaya untuk melindungi makhluk megah ini, konservasionis memberi gajah ini alat pelacak untuk mengidentifikasi jalur migrasi alami. Mereka kemudian membangun sebuah ‘koridor satwa’ antara Gunung Kenya dan Rangelands Utara, yang sebelumnya diblokir oleh pembangunan manusia.
Namun sayang, upaya konservasionis untuk melindungi makhluk megah ini akhirnya digagalkan oleh pemburu liar. Gajah malang ini ditumbangkan oleh pemburu liar dalam keadaan mengenaskan..
Selama 46 tahun ia hidup di hutan Gunung Banteng dan telah menginspirasi Save The Elephants pada tahun 2012. Akhirnya ia tewas oleh pemburu liar.
Seorang juru bicara untuk proyek Lewa Wildlife Conservancy di Kenya Utara mengatakan: ‘kematian gajah di Gunung Banteng ini merupakan kehilangan besar untuk persaudaraan konservasi.
“Dia mengajarkan kita banyak hal tentang pola hidup gajah dan perilaku hewan, rute migrasi, serta telah meninggalkan banyak inspirasi oleh keberanian dan ketahanannya. [Thanks to DailyMail.Co.Uk]
Jangan lupa baca juga Bagaimana Induk Gajah Menyelamatkan Anaknya Hanyut di Sungai?
Sangat disayangkan ya mbak.<br />Sekalian pertama ini dapat pertamax, hehehe 😀
waduh, sangat sayang sekali ya binatang yang termasuk dalam keluarga purbakala ini mati
wah sayang banget, udah 46 tahun padahal..<br /><br />disana gajah aja sampai diperhatikan + dikasih GPS yah<br /><br />disini malah diburu
Kasihan sekali gajah itu.. pemburu liar memang yang sebenarnya liar … hanya karena uang, binatang yang langka dan tidak bersalah jadi korban … 🙁
sudah tua juga usia gajah yang mati itu ya gan
kasihan sekali, benra2 sadis ya para pemburu itu, demi uang apapun dilakukan…<br />padahal binatang tentunya punya hak hidup yang sama seperti manusia