Waspadai! Batu Empedu Sering Dikira Sakit Maag Biasa

Gejala penyakit batu empedu mirip sekali dengan maag, yaitu nyeri di sekitar lambung. Karena itu, tak sedikit penderita yang merasa sakit maag dan kerap bolak-balik ke dokter lalu diberi obat maag. Tentu saja kondisi tak kunjung membaik.

Bagaimana membedakan keluhan batu empedu dengan maag?

Keluhan bisa serupa karena letak lambung dan kantong empedu berdekatan yakni di uluhati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama.

Orang mengira maag dan kembung, tapi setelah beberapa kali pemeriksaan diketahui ada batu di kantonng empedu atau di saluran empedu.

Untuk membedakan dengan maag, kita perlu memperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. Kalau Maag, frekuensi sakitnya biasanya pelan-pelan hingga akhirnya begitu hebat. Bila batu empedu sakitnya tiba-tiba timbul dengan sangat dan kemudian bisa hilang begitu saja.

Peradangan pada kantong dan saluran empedu menimbulkan nyeri di bawah tulang iga, sedikit ke kanan. Nyeri itu berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri.

Rasa sakit biasanya juga terjadi dalam 2 hingga 4 jam setelah menyantap makanan berlemak. Timbulnya seringkali antara pukul 21.00 hingga 06.00.

KECIL LEBIH BERBAHAYA

Batu empedu biasanya terbentuk di dalam kantong empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain bila batu keluar dari kantong empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain.
Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya daripada yang besar.

Batu kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah baru,”  Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan. Di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni jenis kelamin wanita, usia diatas 40 tahun diet tinggi lemak, dan masalah kesuburan.

Di Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantong empedu.

Penyebab paling utama di Indonesia adalah infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantong empedu, sehingga cairan yang berada di kantong empedu mengendap dan menimbulkan batu.

Infeksi tersebut kebanyakan berupa tifoid atau tifus. “Kuman tifus bila bermuara di kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal yang tidak dirasakan pasien, tanpa gejala sakit maupun demam.

Kebiasaan pasien yang tidak menghabiskan penggunaan obat antiobiotik juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantong empedu karena dalam siklus perjalananya akan bermuara di kantong empedu.

Itu alasannya antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar- benar habis.

AKIBAT TUMPUKAN LEMAK
Konsumsi lemak yang berlebihan akan menyebabkan penumpukan di dalam tubuh, sehingga sel-sel hati dipaksa bekerja keras untuk menghasilkan cairan empedu.

Cairan empedu yang berwarna hijau kecokelatan bertugas dalam proses penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, dan K. Cairan empedu penting dalam proses pencernaan, terutama lemak.

Cairan empedu disimpan di kantong empedu yang terletak di bawah organ hati. Bentuknya seperti buah pir dan bisa menampung 50 ml cairan empedu.

Bila kadar kolesterol dalam tubuh meningkat dan hati tak bisa lagi mengluarkannya, bisa terbentuk batu empedu. Pada orang yang memiliki bakat kolesterol yang tinggi, ada lebih banyak lagi tumpukan kolesterol dan sangat bisa mercetuskan batu empedu. Kecenderungannya sampai 30 persen. Awalnya kolesterol mengendap, lalu biasanya terjadi penebalan dinding empedu. Selanjutnya akan terjadi perubahan kimiawi pada empedu yang disebut batu empedu.

Batu empedu juga bisa disebabkan tumpukan pigmen bilirubin dan garam kalsium yang membentuk partikel seperti kristal padat.

Karena itu cirinya berbeda. Batu empedu dari tumpukan kolesterol berwarna kekuningan dan tamp k mengilap seperti minyak, sedangkan dari tumpukan pigmen bilirubin berwarna hitam tapi keras atau berwarna cokelat tua, tapi rapuh. Batu empedu dapat menyebabkan berbagai masalah bila masuk ke saluran pencernaan atau usus halus. Teradang batu juga muncul pada saluran empedu.

Bila batu ini terdapat pada kandung empedu, bisa terjadi peradangan kolestitis akut. Itu karena adanya pecahan batu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit berlebihan.

Bagikan:
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.