Valentino Rossi Membenci Dua Pelajaran Ini

Di ajang Moto GP, nama Valentio Rossi yang sekarang jadi raider utama tim Yamaha, memang punya tempat tersendiri. Rossi, bisa dikatakan ‘legenda hidup’ ajang balap roda dua paling bergengsi sejagad.

Rossi pernah juara di semua kelas yang dipertandingkan di ajang Moto GP. Dia juga pernah menumbangkan rekor kemenangan di ajang Moto GP yang selama ini dipegang oleh Giacomo Agostini salah satu legenda balap yang juga berasal dari Italia, tanah kelahiran Rossi. Rekor 68 kali menang yang diraih Agostini dipecahkan Rossi. Rossi meraih kemenangan terbanyak di kelas tertinggi Moto GP, sebanyak 70 kali.

valentino-rossi

Pembalap berjuluk “The Doctor” itu memang Fenomenal, sekaligus kontroversial. Tentu penggemar balap Moto GP, masih ingat kisah perseteruan Rossi dengan Max Biaggi, pembalap yang juga berasal dari Italia. Perseteruan dengan Max, ketika itu banyak jadi sorotan publik.

Kini, Rossi juga punya kisah serupa, saat ia berseteru dengan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, duo pembalap asal Spanyol. Jorge sendiri sebenarnya rekan satu tim Rossi di Yamaha. Sementara Marquez adalah pembalap andalan tim Repsol Honda.

Dibalik kehebatannya di trek balapan, Rossi ternyata punya sejarah ‘buruk sebelum ia jadi pembalap kelas dunia. Bisa dikatakan, sejarah buruk itu adalah sisi negatif pembalap berjuluk The Doctor. Sisi ‘buruk’ Rossi itu dituliskan oleh Mahwiyanto dalam bukunya yang berjudul “Keajaiban Valentino Rossi”.

Di buku itu diceritakan Rossi bukanlah seorang murid yang pantas dicontoh. Saat masih sekolah menengah, Rossi doyan bolos. Kelakuannya itu membuat para gurunya di sekolah tak menyukainya. Dan ada dua pelajaran yang paling dibenci Rossi. Dua pelajaran tersebut adalah sejarah dan Matematika.

Hobi bolos Rossi, bukan hanya sehari atau dua hari, Bahkan Rossi sering bolos hingga seminggu lebih. Rossi tak suka duduk berlama-lama di sekolah. Ia lebih suka duduk di sadel motor. Dituliskan di buku itu, tahun 1994-1995, Rossi mulai mengikuti balapan di luar negeri. Di Spanyol, ia mulai ikut balapan. Saat itu, prestasi Rossi cukup lumayan. Dia, jadi juara ketiga.

Tahun 1996, Rossi total ikut balapan. Sekolahnya pun akhirnya berantakan. Bahkan Rossi akhirnya tak dapat ijasah sekolah menengahnya. Tapi memang akhirnya sejarah mencatatkan, apa yang dipilihnya tepat. Dia jadi juara dunia, sekaligus ‘legenda hidup’ di jalur balap.

Bagikan:
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.