TPA Khasan Yahya, Harapan Dan Impian Saya

Jadi penulis online memang tidaklah mudah. Karena bukan saja diharuskan membuat artikel setiap harinya alias harus istiqomah, penulis online juga dituntut menghasilkan artikel yang original dan berkualitas.

Kali ini saya ingin bercerita tentang kegiatan saya di Desa Kasihan, khususnya tentang TPA Khasan Yahya dimana saya menjadi koordinatornya. Saya memang bercita-cita untuk membangun generasi muda islam yang tangguh dan berakhlak mulia serta taat agama. Pikiran saya hanyalah satu, yaitu mendirikan Taman Pendikan Al Qur’an.

Saya bersama istri serta keponakan saya

Ketika saya memasuki Masjid Khasan Yahya, saya menemukan TPA yang tengah vakum alias tak terurus. Singkat cerita, saya pun mulai membangun kembali TPA tersebut bersama teman-teman pengurus masjid yang punya ide yang sama. Dan lahirlah TPA Khasan Yahya.

Saat ini TPA Khasan Yahya mempunyai santri aktif sebanyak 60 orang dan semua nya gratis. Beberapa santri juga diberikan beasiswa berkisar antara 50-150 ribu/bulan.

Saya bersama anak-anak para santri TPA 1

Dari mana dana itu? Mayoritas dana itu malah bukan dari lingkungan tempat TPA Khasan Yahya berada. Tapi dari para donator-donator. Saya sering bilang kepada teman-teman saya baik di dunia maya maupun di dunia nyata, mencari uang untuk kegiatan social lewat internet itu tidaklah sulit, yang penting kita harus bisa menyakinkan dan memberi informasi yang sejelas-jelasnya kepada calon donator.

Anak-anak santri TPA 2

Oh ya, di Desa Kasihan walaupun di dekatnya ada Universitas Muhammadiyah Jogjakarta, tapi termasuk desa yang agak terbelakang dari segi pendidikan dan pekerjaan. Mayoritas penduduk asli Desa Kasihan sudah cukup bangga akan profesinya sebagai petani dan buruh bangunan (pria) dan pembantu rumah tangga (wanita).

Sementara untuk segi pendidikan, masih banyak yang buta huruf atau hanya tamatan SD. Akibatnya apa? Akibatnya mereka mudah ditipu oleh calo-calo milik pengembang perumahan sehingga makin banyak tanah-tanah penduduk asli yang terjual oleh pengembang perumahan. Maklum penduduk asli Desa Kasihan banyak yang melakukan aksi jual tanah untuk sesuatu yang tidak terlalu penting, misalkan mengadakan pesta perkawinan anaknya, ingin mengganti motor dengan merek dan usia yang lebih baru, dll.

Pelatihan sholat sebelum punya seragam

Lalu apa hubungannya dengan TPA Khasan Yahya? TPA ini saya kelola dengan idealisme tinggi. Selain saya memberikan support dana (TPA Khasan Yahya didukung oleh donator-donator luar Jogja), saya juga bekerja sama dengan Ponpes Hamalatul Quran. Teman teman saya yang memberikan pelajaran mengaji kepada santri TPA, sebelumnya memperdalam bacaan Al Qur’an nya di ponpes tersebut.

Selain memberikan beasiswa, saya juga berencana memberikan mereka kursus pelatihan, misalkan memasak, servis kompor listrik dan berbagai ilmu praktis lainnya. Tentor-tentornya kebanyakan teman teman yang mempunyai keahlian dibidang itu. Dan saya harap mereka mau memberikan tempatnya untuk magang santri santri TPA Khasan Yahya.

Para santri TPA Khasan Yahya sedang mengadakan suatu latihan

Tujuannya apa? Agar kelak saat mereka dewasa, mereka bisa bekerja dan tidak lagi sebagai buruh bangunan ataupun pembantu rumah tangga.

Oh ya… Pertengahan tahun 2014, akhirnya ada 8 orang santri TPA saya yang lulus ujian munaqosyah. Itu semacam ujian negara nya bagi TPA. Kemudian timbul ide saya, bagi santri yang telah lulus munaqosyah, saya berencana untuk melanjutkan mereka ke jenjang  yang lebih tinggi, yaitu kursus Bahasa Arab serta qira’ah, selain kursus pelatihan praktis yang saya terangkan di atas tadi.

Kegiatan para santri di TPA Khasan Yahya

Itulah harapan dan impian saya. Mencoba memberikan arti bagi kampung baru saya, di mana saya kini menetap. Yaitu di Desa Kasihan.

Apakah  harapan saya bisa terwujud? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

^^ Jangan lupa simak juga Penawaran Buka Praktek Pengobatan Alternatif di Internet.

Penulis : Risman Aji Darmawan
(Terverifikasi)

Address : Desa Kasihan, Kab. Bantul, Jogjakarta

Facebook : Risman Aji Darmawan

Google+ : +Risman Aji

Bagikan:
7 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.