Ternyata Menulis Membawa Berkah

Saat masih duduk di SMEA, sekitar tahun 1999-2000, aku cukup sering mengisi mading disekolah baik itu cerpen, cerbung atau hanya karikatur saja. Hobi ini aku tekuni bukan Cuma ingin eksis, tapi semata-mata ingin belajar menjadi penulis dan belajar computer. Waktu itu computer masih barang mewah dan jarang dimiliki kebanyakan orang, beruntung aku mempunyai saudara yang cukup berada dan memiliki computer serta berbaik hati untuk aku pergunakan.

penulis website, penulis artikel, penulis cerpen, penulis cerita, penulis online

Di setiap minggu nya tulisan ku selalu ditunggu, selain isi cerpen atau cerbung, media penulisannya pun cukup wah, bagaimana tidak, saat orang lain hanya dengan tulisan tangan atau mesin tik, aku sudah menggunakan computer, bahkan guru-guru sering memujiku, salah satunya guru komputerku yang langsung memberiku nilai 9 di raport tanpa harus mengikuti ujian, menurut penilaiannya, apa yang beliau ujiankan sudah terjawab dengan semua tulisan-tulisanku. Akupun sangat senang dengan yang aku raih saat itu dan membuat semakin termotivasi untuk terus berkarya.

Setelah lulus SMEA, hobi ini terus terus ku tekuni, namun tidak ada lagi media untuk menyalurkan hobiku ini, akhirnya ku vakum dalam beberapa bulan di tambah aku harus melamar pekerjaan karena aku tidak meneruskan kuliah. Selama vakum menulis aku aktif di organisasi pemuda yaitu karang taruna RT,berbagai kegiatan terus aku ikuti, salah satunya dalam perayaan HUT RI. Dalam kegiatan itu aku terpilih menjadi seksi acara,tak pikir panjang lagi aku langsung mengusulkan di adakan pementasan drama dan parody, ide cerita aku ambil dari beberapa tulisanku, akhirnya semua setuju dengan usulku.

Cerita yang aku ambil untuk pementasan nanti adalah cerita lucu, sengaja tema ini diambil biar tidak membosankan, para pemain drama adalah semua panitia baik tua maupun muda, sedangkan sutradaranya aku sendiri merangkap sebagai pemain. Selama kami latihan tak jarang banyak warga yang mencibir dan mengatakan acaranya tidak akan sukses. Perlu diketahui bahwa warga kampung kami sangat menginginkan adanya acara dangdutan atau organ tunggal, belum ada sebelumnya acara drama dan parody seperti ini. Walau memang ada rasa pesimis, tapi kami bertekad untuk mencapai kesuksesan pada hari pementasan.

Pada hari H pementasan, kami semua tegang, khawatir acara tidak sukses karena melihat kursi penonton masih banyak yang kosong. Akhirnya giliran kami pentas, belum apa-apa baru 2 orang naik ke panggung semua penonton sudah tertawa, termasuk pak kades yang sengaja kami undang. Memasuki setengah cerita penonton makin banyak bahkan luber sampai jalan gang kampung kami. Kami merasa senang dan menganggap acara ini sukses tak kalah dengan acara dangdutan.

Sejak saat itu para pemain mendadak tenar sampai kampung sebelah, hampir semua warga banyak bertanya siapa yang mengajari dan ceritanya dari mana. Bahkan ada ketua RT kampung sebelah memintaku untuk mengajari para pemudanya bermain drama seperti yang kami pentaskan. Tahun-tahun berikutnya pementasan drama dan parody menjadi wajib disetiap perayaan HUT RI.

Namun semenjak aku bekerja di sebuah perguruan tinggi swasta, karena kesibukan, aku jarang menulis, aku sempat mencoba menulis pada sebuah blog tapi sampai kini tidak terurus. Beruntung aku bertemu blog ini, setelah sebelumnya dikenalkan oleh om Risman, salah satu kontributor blog ini. Kini aku ingin aktif kembali menulis, hobi yang sudah lama aku tinggalkan. Semoga saja aku masih bisa menulis, walau tak sehebat penulis pada umumnya.

Semoga bermanfaat.

author

Penulis : Dede Suhendi
(Terverifikasi)

Address : Perum Panorama, Kab. Purwakarta, Jawa Barat

Facebook Sheva Dede

Google+ : +Dede Suhendi

Ingin Berbagi Pengalaman Unik Anda di Internet? Kirimkan di Blog Juragan Cipir.

Bagikan:
12 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.