Teknik Mencampur Warna Tidak Terlalu Sulit Dipelajari

Saya masih ingat waktu saya masih sekolah di STM Grafika dulu, saya mendapatkan pelajaran praktek campur warna setelah jam mata pelajaran normal selesai. Asyik banget mata pelajaran praktek itu. Orang-orang yang berkecimpung di bidang percetakan wajib mengetahui dasar-dasar pencampuran warna. Biasanya hal ini terkait dengan order dari konsumen.

Terkadang konsumen memesan hasil cetakan yang warnanya sama sekali tidak dijual oleh pabrikan tinta. Masih inget kan beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel tentang buku panduan warna pantone?

mencampur-warna-pantone

Maka dari itu kita harus pencampuran warna secara konvensional, untungnya buku panduan pantone sudah menyediakan beberapa panduan untuk teknik pencampuran warna.

Apakah semudah itu dalam kenyataan lapangannya?

Enggak juga. Saya masih inget ketika saya sudah menjadi pekerja di bagian Quality Control, kami membuat standarisasi warna yang sama sekali tidak ada di dalam buku panduan warna pantone. Waktu itu saya masih ingat, tinta oplosan yang kami tuju adalah warna ungu yang menjadi warna label salah satu minuman penambah tenaga yang terkenal banget sampe iklannya dibintangi Ade Rai dan juara dunia tinju milik Indonesia.

Asyik banget gan. Kerja eksperimental itu bikin penasaran. Kalau kita udah nemuin oplosan yang pas rasanya gimana gituuuu. Saya udah lupa berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai akhirnya kami waktu itu mendapatkan warna yang presisi sebelum naik cetak. Tapi yang pasti hal itu butuh proses. Kecuali kalo intuisi brother semua itu kelas dewa. Biasanya kalo orang yang intuisinya jago, akan membantu banget dalam pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya eksperimental kaya gitu.

Kalau sekarang saya disuruh untuk melakukan hal yang sama mungkin saya butuh proses lagi untuk mempelajarinya. Udah lama banget ga ngelakuin hal itu bro semenjak memutuskan pensiun dari dunia percetakan. Sekedar info aja nih, bagi mereka yang suka ngutak-ngutik apaan aja pasti seneng-seneng aja kalo disuruh ngelakuin pencampuran warna.

Lalu, apa saja sih yang harus diperhatikan dalam melakukan pencampuran warna yang sama sekali tidak memiliki panduan seperti buku panduan pantone?

Sebenarnya ga ada nasihat yang benar-benar mutlak harus dipatuhi dalam mengerjakan pekerjaan yang sifatnya eksperimental. Termasuk mencampur warna. Namanya juga eksperimental brother. Kita ga pernah tau metode apa yang paling pas, karena metode yang paling pas itu ditemukan melalui kesalahan-kesalahan yang terjadi saat proses eksperimentasi dilakukan.

Terus kita bisa buang-buang waktu dong kalau kaya gitu?

Ini pertanyaan dan pernyataan yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang tidak sabaran dan tidak memahami apa itu metode trial-error. Kalau dibilang buang-buang waktu dan termasuk material yang terbuang karena proses yang gagal memang benar.

Tapi yang namanya proses emang kaya gitu. Saya pengen banget mengajak brother sekalian yang pernah dapet cemoohan dari temen-temen brother soal β€œngapain sih kalian ngelakuin hal kaya gitu?” emang ga buang-buang waktu?”

Hal yang dianggap orang membuang waktu kita justru ternyata bisa menjadi investasi berharga dalam hidup. Pikirin aja coba, waktu apa yang brother pernah buang untuk brother dapatkan manfaatnya. Pikirkan sejenak.

Kalau udah dapet. Kita bisa next ke pemahaman selanjutnya. Campur warna bisa dilakukan dengan baik, Cuma bermodal satu hal saja. Brother tidak buta warna. Selama brother tidak buta warna, warna apapun bisa brother hasilkan dengan tingkat kreatifitas yang tak terhingga. Gradasi warna itu brilian brother kalau mau diperhatiin dengan detail.

Brother bisa jalanin bisnis kalau brother emang niat jadi seorang pencampur warna yang profesional. Ingat kata kuncinya gradasi warna. Sama kata kunci sebelumnya, tidak ada metode yang benar-benar pasti dalam mencampur warna.

Kalo dari saya sendiri kayanya tipsnya itu aja. Selamat mencoba ya. Salam hangat dari saya. Kalau ada teman-teman yang ingin cari jual cat warna pantone, silahkan aja ya. Terima Kasih.

Jangan lupa simak jugaΒ Jenis-Jenis Mesin Jahit Yang Perlu Anda Ketahui.

Bagikan:
20 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.