vps murah

Home / Reportase

Senin, 16 Juni 2014 - 09:45 WIB

Sungai di Indonesia Tercemar 76%, Biaya Produksi Air Bersih Mahal 100%

Halo juragan… Selain sebagai pengendali banjir, sungai di Indonesia memiliki memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian dan perabot, dan sebagainya. Tapi sayangnya saat ini sebagian besar sungai di indonesia telah tercemar, dan tentunya pencemaran tersebut akibat kesalahan manusia sendiri.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat bahwa sejumlah 53 sungai di Indonesia yang telah disurvei, sebanyak 76% dalam kondisi tercemar kotoran logam maupun organik. Tercemarnya sungai ini tak hanya berdampak pada kondisi lingkungan saja, namun juga berpengaruh terhadap tingginya biaya untuk memproduksi air bersih yang didapat dari sungai.

Foto: detik.com

“Pencemaran air sungai di Indonesia juga tinggi dari 53 sungai, 76% tercemar. Contohnya Sungai Ciliwung, Sungai Citarum. Ada lagi sungai di Sumatera, Bali dan Sulawesi dan kebanyakan pencemaran oleh bahan organik. Hanya 11 sungai yang tercemar memiliki kandungan alumunium di sana,” ujar Hermanto Dardak, Wakil Menteri PU ketika membuka Jambore Sanitasi 2014 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada hari senin (16/06/2014).

READ  Google Doodle Quote Piagam Olimpiade (Olympic Charter)

Tingginya kadar pencemaran air sungai di wilayah Indonesia berdampak terhadap biaya produksi air minum. Sebagian besar bahan baku air minum masyarakat Indonesia didapat dari aliran sungai.

Berdasarkan catatan PU, biaya produksi air minum sangat tergantung oleh kualitas pencemarannya. Semakin tinggi tingkat pencemaran maka biaya produksi juga akan meningkat bisa sampai Rp 1.400/m3-Rp 2.000/m3. Jika kualitas air sungai itu bagus maka biaya produksi air minum hanya Rp 700/m3, artinya tingkat pencemaran bisa membuat biaya 100%-200% lebih mahal.

READ  Kylie Jenner, Model Cantik Amerika Umur 16 Tahun

“Semakin tercemar, cost produsinya semakin tinggi,” tambahnya.

Dardak berpesan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar tidak membuang kotoran dan sampah secara langsung ke sungai. Perubahan tingkah laku masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai sangat penting bagi kelanjutan produksi air minum d masa depan.

“Padahal air sungai menjadi bahan baku air minum kita. Banyak juga anggota masyarakat kita yang kurang peduli terhadap sanitasi (sistem limbah). Perubahan perilaku memang mutlak dilakukan seperti setop buang air besar sembarangan kemudian penghematan air juga penting dilakukan,” terangnya.
[courtesy: finance.detik.com]

Baca juga: Hebat! Pertumbuhan penduduk Indonesia Naik 100%, di Kota 500% Sejak Tahun 1970.

Share :

Baca Juga

Reportase

Prabowo: Debat Capres Penuh Kesantunan Dan Persahabatan

Reportase

Hebat! Pertumbuhan Penduduk Indonesia Naik 100%, di Kota 500% Sejak Era 70-an

Reportase

Prabowo Terima Dukungan Relawan Kawanua Bersatu di Jakarta Timur

Reportase

Foto Top 10 Kontestan Miss World 2013

Reportase

Google+ Kini Dilengkapi Pengeposan Otomatis Tepat Waktu

Reportase

Anak Babi Lompat Dari Truk Tolak Pergi ke Pemotongan Hewan

Reportase

Mudik Lebaran Telah Usai

Reportase

Jembatan Kaca Paling Keren dan Pertama di Dunia di China