Spider Solitaire, Si Tua Nan Menggelitik

Permainan dengan melibatkan sekumpulan kartu, diperkirakan telah dikenal sejak tahun 1700=an di Eropa bagian Utara. Di beberapa negara, seperti di Jerman, Swedia, Prancis, dan Rusia, permainan ini sering kali dikenal dengan nama “Patience”. Asal penamaan tersebut merujuk pada pola permainannya yang turut memainkan kesabaran pemainnya. Seialin dikenal dengan nama “Patience”, permainan ini juga di sebut dengan nama “Soltaire” dalam buku permainan Jerman di abad 18. Sejak saat itu, permainan kartu tersebut lebih populer dengan nama Soltaire.

Permainan soltaire semakin dikenal di kalangan umum ketika komputer pribadi telah diluncurkan sekitar abad 20, dan permainan ini lahir dalam bentuk yang lebih modern. Bentuk modern dari permainan tersebut dapat dilihat ketika sistem operasi komputer jebolan Microsoft mulai mengadopsinya bersamaan dengan Microsoft Windows. Hingga pada akhirnya, Soltaire dikenal dengan permainan menyusun kartu dalam komputer.

Soltaire sendiri terdiri dari berbagai jenis permaianan, salah satunya Spider Soltaire. Tidak jauh berbeda dengan Spidermen yang berjalan merangkak naik, Spider Soltaire juga menuntut pemainnya untuk membangun urutan stelan naik ke pangkalan. Dalam proses permainannya, nyatanya membangun stelan naik ke pangkalan tidaklah semudah menaiki anak tangga. Sebab bagi sebagian orang, Spider Soltaire termasuk dalam permainan yang sulit untuk diselesaikan. Bahkan terkadang para pemain harus menemui keputus-asaan dalam menyelesaikannya.

Dalam permainan Spider Soltaire, pemain pada umumnya menggunakan dua dek kartu guna dapat memainkannya. Akan tetapi pemain juga dimungkinkan untuk memainkan lebih dari satu dek, atau bahkan kurang. Oleh karena itu, dikenal variasi lain dari permainan Spider Foltaire yaitu menggunakan satu dek, tiga dek, atau bahkan hingga empat dek.

Selain pada program windows, permainan Spider Foltaire juga dapat diakses melalui https://www.solitaire.org/. Permainan Spider Soltaire dimainkan dengan membagikan 54 kartu di atas Tableau yang telah terbagi dalam sepuluh kolom. Sepuluh kolom tersebut kemudian terdiri dari 6 tumpukan kartu pada 4 kolom pertama, dengan kartu ke 6 menghadap ke atas. Kemudian, pada 6 kolom berikutnya terdiri dari 5 tumpukan kartu dengan kartu ke 5 menghadap ke atas..Sederhananya, pada setiap kolom kartu teratas di setiap tumpukan akan menghadap ke atas, sedangkan sisanya menghadap ke bawah.  Sementara itu untuk kartu sisa yang belum digunakan, akan dibagikan selama permainan berlangsung.

Pada permainan ini, pemain bergerak memindahkan kartu ke kartu dengan peringkat yang lebih tinggi. Hal tersebut bertujuan agar tumpukan kartu yang ada tersusun dalam urutan yang menarik. Pada umumnya urutan kartu tersebut diurutkan dari ace hingga king. Selama permainan berlangsung, jika pemain kehabisan kartu untuk dimainkan, maka ia berhak untuk mengambil kartu sisa yang tidak dimasukan dalam 10 kolom tumpukan kartu di awal permainan.

Penyusunan kartu guna membuat rangkaian menarik yang kemudian menyebabkan permainan ini cenderung berjalan alot dan sulit untuk diselesaikan. Apalagi jika permainan tersebut dimainkan dengan menggunakan lebih dari satu atau dua dek kartu. Tentunya hal tersebut akan memakan waktu lama untuk diselesaikan, mengingat kartu yang dimainkan terlampau banyak.

Akan tetapi lamanya waktu permainan dan rumitnya menyusun kartu inilah yang agaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi permainan Games Solitaire. Oleh karena itu, tidak jarang sebagian orang menggunakan permainan ini guna membunuh rasa bosan dan stres. Hal tersebut yang kemudian mengingatkan pada awal lahirnya permainan ini yang ditujukan untuk mencegah pegawai Microsoft mengalami stres saat harus terus berhadapan dengan pemrograman data.

Bagikan:
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.