Sepenggal Kenangan Saya Bersama Koes Plus

Sabtu malam ku sendiri… Tiada teman kunanti… Di sekitar kulihat dia… Tiada seindah dulu…

Mungkinkah ini berakhir… Aku tlah patah hati… Walaupun kuberkata bukan… Bukan itu…

Sepenggal lirik dari Kisah Sedih Di Hari Minggu yang dinyanyikan oleh Koes Plus, band legendaris tanah air.  Kalau mendengar lagu itu ingatan melayang saat saya dan keluarga saya selama beberapa bulan tinggal di Jalan Haji Nawi, markas Koes Plus. Yah sewaktu ayah saya dipindah tugaskan dari Banda Aceh  ke Jakarta, kami belum punya tempat. Dan karena adik dari ayah menikah dengan Jon Koeswoyo (kakak tertua koes plus), jadi  kami bisa numpang sebentar di Haji Nawi sambil menunggu rumah dinas dari tempat ayah saya bekerja.

Oh ya waktu itu ayah adalah pimpinan Bank Rakyat Indonesia wilayah Banda Aceh, kemudian dimutasi ke Jakarta sampai pensiun. Dan adik ayah saya adalah bulek Tuti adalah istri dari Jon Koeswoyo, anak tertua dari keluarga Koeswoyo.

Masih ingat waktu itu di tahun 1987. Perjalanan dari jalur darat Jakarta menuju Banda Aceh adalah selama 7 hari. Sementara kalau jalur udara, pesawat dari Jakarta ke Medan selama 2 jam. Kemudian naik lagi dari Medan ke Banda Aceh selama 45 menit. Saya masih ingat waktu saya berumur 8 tahun. Ibu saya menitipkan saya dengan pramugari Garuda di Jakarta karena gak bisa pulang ke Banda Aceh. Al hasil saya naik pesawat sendiri dari Jakarta ke Banda Aceh.

Kebetulan karena ayah saya adalah orang bank dan sering berpindah-pindah. Maka ayah saya memutuskan selepas SMP, kami harus menetap di Jogja ikut ama kakek. Jadi SMU sampai Perguruan Tinggi nya di Jogja. Dan kebetulan saya adalah satu-satunya anak dari ayah saya yang kuliahnya di Jakarta. walaupun SMU nya di Jogja. Maklum saya gagal masuk Gajah Mada, tidak seperti kakak-kakak saya.

Sewaktu menetap sementara di Haji Nawi, saya masih ingat saat itu saya baru kelas 3 SD. Dan saya sangat akrab dengan Vita dan Adam, anak dari Jon Koeswoyo. Vita sering ngajak saya ke perpustakaan, mungkin karena dia maka sampai saat ini saya terkenal sebagai maniak buku. Karena factor lingkungan yang mendekatkan saya pada kegemaran saya untuk membaca.

Oh ya om Jon Koeswoyo mempunyai anak yaitu Amir (sekarang tinggal di Sydney), Alma (Jakarta), Nari ( surabaya), Vita (Perancis), Adam (Jakarta) dan Reny (sudah meninggal).

Sekilas tentang keluarga Koes Plus. Band ini awalnya dari lima anak-anak Koeswoyo, yaitu Koesdjono (Jon Koeswoyo), Koestono (Tonny Koeswoyo), Koesnomo (Nomo Koeswoyo), Koesyono (Yon Koeswoyo) dan (Koesroyo) Yok Koeswoyo. Rekaman pertama mereka Lagu Senja, Bis Sekolah, dan Telaga Sunyi. Namun sebelum rekaman ini selesai, Jon Koeswoyo mengundurkan diri dan posisinya diganti oleh Yok koeswoyo.

Itulah sepenggal kenangan saya dengan Koes Plus. Sebenarnya masih banyak kenangan-kenangan lain yang sulit untuk terlupakan. Pertemuan saya terakhir dengan Koes Plus atau pun paman saya terjadi 2 tahun yang lalu. Saat itu saya mengajak istri dan sempat bertemu pula dengan Yok Koeswoyo di samping paman dan tante saya sendiri serta anak anak beliau.

kisah keluarga penyanyi koes plus, cerita riwayat keluarga koes plus

Dan insya allah saya tahun ini berencana untuk kembali silaturahmi ke Jakarta. Karena bulek Tuti (istri dari Jon Koeswoyo) adalah satu-satunya tante saya dari jalur bapak dan saat ini habis kena serangan stroke kedua.

^^ Jangan lupa simak juga TPA Khasan Yahya, Harapan Dan Impian Saya.

kontributor

Penulis : Risman Aji Darmawan
(Terverifikasi)

Address : Desa Kasihan, Kab. Bantul, Jogjakarta

Facebook : Risman Aji Darmawan

Google+ : +Risman Aji

Bagikan:
14 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.