Sepenggal Jawaban Yang Membangkitkan Gairah Menulis

“masih bagusan kita menulis artikel sendiri karena dijamin unik alias 100% asli full original. Sejelek apapun tulisan kita, akan lebih membanggakan daripada tulisan orang lain.”

Ya beberapa hari ini sempat tumpul karena kesibukan real life dan sepenggal kalimat diatas yang ditulis sebagai jawaban mbak indri atas pertanyaan dari member juragan cipir di forum bagaikan api berkobar yang membakar gairah saya untuk menulis , membongkar sumber sumber ide yang sebenarnya ada di sekitar saya .

Sebagai seorang mantan musafir dimana mayoritas teman teman saya buka praktek sebagai ahli spiritual ataupun ahli pengobatan alternative , saya memutuskan untuk tidak mengikuti jejak mereka . Mengapa begitu ? Ya karena memang awalnya saya memutuskan menjadi musafir bukan untuk mencari ilmu ilmu ghaib , kerennya ilmu iladuni . Tapi hanya mencari jati diri . Who am I ?

Pada tahun tahun pertama saya lepas dari dunia musafir ada banyak godaan yang muncul . Teman teman yang memberi iming iming berupa materi agar saya bisa bergabung serta tawaran kerja di Malaysia serta brunei yang berkaitan dengan dunia spiritual . Tapi semua itu saya tolak .

Karena apa ? Karena saya ingin mencari uang bukan dari hasil menggadaikan ataupun memperjualbelikan ilmu iladuni . Sering ejekan datang dari teman yang sering datang ke rumah saya dengan memakai mobil , sementara saya hanya mempunyai motor butut . Buat apa 13 tahun menjadi musafir kalau ilmu yang didapatkan tidak untuk mencari uang ? pertanyaan yang sangat logis bukan ?

Teman saya sering mengatakan betapa sangat mudah mencari uang 2 juta hanya dalam satu hari , yaitu dengan memasang susuk , ritual pengusiran hantu , menjual ilmu hikmah , mengisi kekuatan ghaib di batu akik ataupun ritual ritual lainnya . Sungguh sangat menggoda bukan ?

Banyak juga yang mengatakan saya munafik karena saya dianggapnya tidak butuh uang . Kepada orang orang yang mengatakan bahwa saya munafik , saya hanya melakukan pembelaan dengan mengatakan uang memang penting tapi bukan segalanya bagi saya .

Dan dikalangan komunitas musafir , saya dikenal sebagai musafir yang miskin . Tapi anehnya setiap ada teman teman musafir yang datang berkunjung ke kasihan , alhamdulilah saya bisa memberikan suguhan makanan dan minuman yang memuaskan . Itu yang terkadang membuat teman teman saya kagum . Darimana asalnya uang ? Saya hanya mengatakan bahwa rejeki itu datangnya dari Allah .

Alhamdulilah kalau saya butuh sesuatu ada saja jalannya . Sebagai contoh motor butut yang saya beli dari tetangga dengan harga murah secara kredit . Ada uang 50 rb bayar , ada 100rb bayar . Akhirnya lunas deh 😀 Sebenarnya masih banyak lagi kejadian kejadian yang menurut saya bagaikan miracle .

Dan perkenalan saya dengan juragan cipir juga merupakan miracle bagi saya . Sempat menghilang hampir setahun , kemudian balik lagi mencoba untuk kembali menulis . Ingat lagi pesan mbak indri , sejelek apapun tulisan kita akan lebih membanggakan dibandingkan tulisan orang lain .

Diakhir artikel ini saya hanya bisa bilang , tidak usah takut tulisan anda dinilai jelek oleh orang lain . Toh jelek ataupun baik itu relative tergantung sudut pandang dari pembacanya . Dan lagi menulis di blog bukanlah menulis tesis yang memerlukan bahasa yang bersifat akademik . Menulis di blog adalah bagaimana supaya pembaca terhibur serta mendapat manfaat . Sekecil apapun manfaat itu .

Bagikan:
4 Comments
    • Risman Aji Darmawan
    • Risman Aji Darmawan

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.