vps murah

Home / Diary

Minggu, 12 Januari 2014 - 19:26 WIB

Semua Ada Hikmahnya – Jari Kelingking Yang Hilang

Halo juragan… Semua kejadian yang kita alami pasti ada hikmahnya, baik itu suka maupun duka. Segalanya sudah menjadi garis dari Yang Maha Kuasa bahwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik bagi kita.

Bahkan kegagalan-kegagalan yang kita alami akan menjadi jembatan menuju sukses jika kita bisa mengambil hikmahnya. Kegagalan akan berubah menjadi sebuah kenangan lucu yang menyenangkan. Namun jika kita tidak bisa melihat senyuman dibalik kegagalan, maka kita akan menganggap bahwa kegagalan adalah sebuah pengalaman pahit yang sangat menyedihkan.

Berikut ini ada sebuah cerita inspirasi dalam versi dongeng yang bisa kita jadikan sebagai contoh, apa arti atau maksud dari pentingnya suatu hikmah itu. Dengan membaca seksama sambil diresapi, maka anda akan mendapatkan suatu pelajaran berharga dari tulisan ini.

Kisah ini saya dengarkan dari sebuah radio, lalu saya sajikan dalam bentuk tulisan di blog ini agar bermanfaat bagi kita semua, amin.

Kisah Raja Dan Penasehat – Jari Kelingking Yang Hilang

www.hindukids.org

* Di sebuah negeri yang damai hiduplah seorang raja yang bijaksana. Kemanapun beliau pergi pasti selalu disertai oleh sang penasehat raja. Raja sangat percaya kepada sang penasehat ini. Setiap ada masalah apapun sang raja selalu bertanya kepada penasehat. Namun ada satu jawaban yang paling tidak disukai oleh sang raja, yaitu penasehat selalu menjawabnya dengan kata-kata “semua itu ada hikmahnya”.

READ  Selamat Merayakan Malam Tahun Baru 2014

Suatu hari ketika sedang berkeliling negeri, sang raja bertanya kepada penasehat, namun selalu dijawab dengan jawaban yang sama oleh penasehat, yaitu “semuanya ada hikmahnya”.

Mendengar jawaban itu rajapun marah lalu bertanya, “apakah tidak ada jawaban lain selain itu”. Lagi-lagi sang penasehat menjawabnya dengan perkataan “semua itu ada hikmahnya”.

* Pada suatu ketika sang raja bersama sang penasihat pergi untuk meninjau sebuah tempat pemotongan daging di pasar. Ketika sang raja sedang mencoba alat pemotongan daging, tiba-tiba jari kelingkingnya terputus oleh alat pemotong daging.

Lalu sang raja bertanya kepada penasehat mengapa sampai jarinya terputus. Lantas sang penasehat menjawabnya dengan perkataan “semua itu ada hikmahnya”.

Mendengar jawaban itu sang raja murka karena dianggap menghina raja. Penasehat raja yang sangat setia dan telah bertahun-tahun menemani sang raja itu akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Di dalam penjarapun sang penasehat masih sempat menyampaikan ucapan kepada raja, “terima kasih tuanku, semua ini ada hikmahnya”.

* Malam berganti siang, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, hingga pada suatu hari sang raja pergi untuk berburu binatang hutan bersama rombongan pengawal. Di dalam hutan lebat sang raja terpisah dari rombongan dan akhirnya tersesat semakin ke tengah hutan belantara yang sangat lebat dan menakutkan.

Akhirnya sang raja ditangkap oleh sekelompok suku liar di pedalaman hutan. Sang raja diseret dan dimasukkan ke dalam kerangkeng untuk dijadikan korban persembahan kepada sang dewa.

READ  Ngeblog Itu Gampang-gampang Susah

Pada hari menjelang upacara persembahan yang ditentukan, tubuh sang raja diperiksa secara menyeluruh. Dalam pemeriksaan diketahui ternyata sang raja jari kelingkingnya putus. Sang dewa akan marah jika disuguhi persembahan orang cacat. Akhirnya sang rajapun dilepas oleh suku liar di pedalaman hutan.

* Setelah berhari menyusuri hutan akhirnya tibalah sang raja di istana. Raja langsung menemui sang penasehat di dalam penjara seraya menyampaikan apa yang telah dialaminya. Sang raja berterima kasih kepada penasehat, bahwa semuanya ternyata ada hikmahnya seperti kata sang penasehat kala itu. Jari kelingking yang putus itu telah menyelamatkan nyawa sang raja.

Lalu sang penasehat juga menyampaikan terima kasih kepada raja. Raja kaget, kenapa dijebloskan ke penjara kok malah berterima kasih.

Penasehat menjawab, jika sang raja tidak memasukkannya ke penjara, tentu sang penasehat yang akan dijadikan korban persembahan oleh suku liar di pedalaman hutan. Karena kemanapun raja pergi, sang penasehat setia selalu mendampinginya.

Sang raja langsung mengeluarkan penasehat dari penjara saat it juga. Mereka berdua berpelukan dengan rasa penuh haru. Sang penasehat diperkenankan tinggal di istana untuk mendampinginya lagi. Ternyata semua itu ada hikmahnya.

Tamat.

Pelajaran apa yang bisa anda petik dari kisah raja yang kehilangan jari kelingkingnya ini? 

Share :

Baca Juga

Diary

Lucu! Berita Hoax Ternyata Bisa Bikin Tertawa

Diary

Kebahagiaan Jaman Dahulu Yang Tidak Ditemukan Saat ini

Blogger

Postingan Tanpa Gambar Kurang Menarik Minat Pembaca

Diary

Harta manusia berasal dari dua sumber

Diary

Cinta 101 – Cewek Jomblo Masuk, Cowok Dilarang

Diary

Antara Saya, Juragan Cipir Serta Empunya Blog Juragan Cipir

Blogger

Kebiasaan Menulis Seorang Blogger di Blognya

Diary

Menemukan Passion Dalam Hidup Kita