Sejarah Nomor Urut 1 yang Dianggap Nomor ‘Kutukan’

Para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, sudah mengambil nomor urutnya yang akan dipakai dalam kampanye nanti. Nomor urut itu yang akan jadi penanda di surat suara.

Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvia Murni mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dapat nomor 2. Dan, terakhir duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno bernomor urut 3. Proses pengambilan nomor urut yang dilangsungkan Selasa malam kemarin, berlangsung meriah. Masing-masing pasangan calon datang dengan tim horenya. Yel-yel pun berkumandang setelah pasangan yang didukungnya dapat nomor.

Gambar pengundian nomor urut by www.liputan1.com

Nomor urut 1 yang didapat Agus dan Sylvia, ramai dibicarakan. Para netizen di dunia maya coba mengkait-kaitkan dengan kontestasi Pilkada sebelumnya. Bahkan mengkaitkan juga dengan hajatan Pilpres 2014. Kata para netizen, nomor urut 1 mengandung ‘kutukan’. Kutukan kekalahan. Benarkah nomor urut 1, mengandung ‘kutukan’?

Baiklah, kita lacak saja seperti apa keberuntungan pasangan calon yang dapat nomor urut 1. Kita mulai dari hajatan Pilpres 2004. Saat itu yang bertarung di Pilpres, ada empat pasangan calon, yakni Wiranto-Solahuddin Wahid, Megawati-Hasyim Muzadi, SBY-JK, Amien Rais-Siswono Yudhohusodo dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Nomor urut 1 saat itu didapat oleh pasangan Wiranto-Solahuddin. Sementara nomor urut 2 yang mendapatkan adalah duet Mega-Hasyim Muzadi. Nomor urut 3 didapat pasangan Amien-Siswono. Sedangkan nomor urut 4, diraih SB-JK. Dan terakhir, pasangan Hamzah-Agum dapat nomor urut 5. Pemenangnya? Sejarah mencatatkan yang menang bukan nomor urut 1, tapi nomor urut 4, yakni yang didapat oleh SBY-JK.

Di Pilpres 2009 bagaimana?

Pilpres 2009, diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Megawati-Prabowo, SBY-Boediono dan JK-Wiranto. Dalam pengundian nomor urut, Mega-Prabowo mendapatkan nomor urut 1, sementara nomor urut 2 didapat SBY-Boediono. Sedangkan JK-Wiranto dapat nomor 3. Pemenang pemilihan, kembali bukan nomor urut 1. Tapi yang jadi jawara adalah nomor urut 2 yakni yang didapat oleh SBY-Boediono.

Bagaimana dengan Pilpres 2014?

Pilpres 2014, bisa dikatakan Pilpres paling dinamis. Sebab hanya ada dua pasangan calon yang bertarung, yakni duet Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-JK. Dalam pengundian nomor urut yang dilakukan KPU, pasangan Prabowo-Hatta dapat nomor urut 1. Sementara rivalnya Jokowi-JK mendapatkan nomor urut 2. Sejarah pun kembali mencatatkan yang menang bukan nomor urut 1, tapi nomor urut 2, yakni pasangan Jokowi-JK.

Di Pilkada Jakarta tahun 2012 juga demikian. Ketika itu yang bertarung hanya ada empat pasangan calon, yakni pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli, Hendarji-Riza Patria, Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan terakhir pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin. Foke-Nachrowi dalam pengundian nomor urut, dapat nomor satu. Pesaingnya, Jokowi-Ahok dapat nomor 3. Hendarji-Riza dapat nomor urut 2. Sementara Faisal-Biem dapat nomor urut 4. Pemilihan di 2012, berlangsung dua putaran. Foke-Nachrowi berhadapan dengan Jokowi-Ahok. Dan yang jadi kampiun adalah Jokowi-Ahok, pasangan dengan nomor urut 3.

Akankah semua itu kembali berulang? Kita tak tahu. Warga Jakarta yang menentukan.

Lalu, benarkah nomor urut 1, nomor kutukan? Ah, sepertinya itu hanya mitos. Fakta sejarah memang mencatatkan, nomor urut 1 selalu ‘sial’. Tapi, saya pikir, itu bukan nomor sial. Bukan nomor kekalahan pula. Namun mau apalagi, kadang kita suka mengkaitkan sesuatu dengan hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya. Lalu, itu jadi mitos. Jadi sesuatu yang terkesan mengandung mistis. Percaya atau tidak, terserah Anda. Yang pasti, cermati semua pasangan calon dengan rasional. Pilih yang dianggap terbaik menurut hati nurani.

Selamat memilih, selamat berpesta demokrasi dengan gembira. Jika jagoan kalah, jangan marah-marah. Dan yang jagoannya menang, jangan jumawa.

Jangan lupa ketahui juga 6 Fakta Tentang Agus Harimurti Yudhoyono.

Bagikan:
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.