Saya Kasih Bocoran, Cara Menjual Produk Kurang Laku, Cobain!

Sudah lumrah bagi pedagang, jika di antara berbagai produk yang dijualnya di toko online, pasti ada beberapa yang direspon kurang baik oleh customer. Gampangnya kita dapat menyebutnya produk yang kurang laku. Dan yang paling menguatirkan, jika ternyata stok barang tersebut masih banyak menumpuk di gudang. Apalagi bagi produk yang memiliki masa kadaluarsa. Bingungnya bakal dobel!

produk-kurang-laku

Lalu, apa yang dapat kita perbuat?

  • Menjual murah produk yang kurang laku

Kebanyakan pedagang ( bahkan saya juga seperti itu) akan memberikan promo spesial untuk  produk-produk yang kurang laku. Entah melalui promo beli 3 gratis 1, promo diskon,  cuci gudang atau lainnya. Dan biasanya, cara-cara tersebut bisa berhasil! Namun, saat produk tersebut akhirnya laku, margin yang kita dapatkan tentunya akan berkurang jika dibandingkan saat kita menjualnya dengan harga normal.

Nggak apa-apa lah, daripada nggak laku, expired!

Seringkali ini yang menjadi alasan saya untuk membenarkan tindakan promosi yang saya ambil, mungkin Anda juga berpikir hal yang sama J. Tapi itu dulu, kini saya menggunakan cara lain yang lebih mengasyikkan!

Tahukah Anda? Sebenarnya ada strategi yang dapat digunakan untuk menjual produk kurang laku tanpa harus menjualnya dengan harga murah. Penasaran? Lanjutkan membaca ya 🙂

  • Jatuh cinta pada pandangan pertama bisa terjadi pada customer

Mengapa saya memakai istilah cinta pada pandangan pertama? Ya, memang kenyataannya demikian. Cinta pada pandangan pertama yang terjadi pada customer, berperan dalam menentukan keputusan produk mana yang bakal mereka beli akhirnya.

Dalam Psikologi hal ini disebut sebagai efek primacy. Efek primacy mampu membuat orang cenderung menganggap atau menghakimi bahwa yang pertama adalah yang terbaik.

Dilansir study.com, hal yang kita lihat pertama kali akan lebih mudah diingat dibandingkan dengan hal lain yang kita lihat di waktu selanjutnya. Alasannya karena apa yang kita lihat pertama kali memiliki lebih banyak kesempatan untuk diulang-ulang di dalam memori otak.

  • Contoh kasus efek primacy

Saya sendiri yang mengalaminya. Waktu itu saya, ibu dan bibi, berniat membeli baju Lebaran. Pertama kali melihat-lihat ke toko pertama yang kami masuki, saya tertarik dengan baju berwarna kuning yang ditaruh di rak etalase atas, tempat pertama yang saya lihat saat melangkah masuk toko.

Bibi saya berpikir warna tersebut kurang menarik dan menyarankan saya untuk melihat-lihat ke toko lain terlebih dahulu, takutnya nanti ada yang lebih bagus trus menyesal jadinya. Setelah memasuki toko lain, satu per satu, masih saja saya merasa kurang cocok dengan baju-baju yang dijual. Di pikiran saya masih saja teringat-ingat baju berwarna kuning yang saya lihat di toko pertama tadi. Sampai akhirnya, kami bertiga memutuskan untuk kembali ke toko tersebut dan akhirnya membeli baju berwarna kuning yang saya inginkan.

Seperti itulah contoh efek primacy dapat mempengaruhi keputusan seseorang. Apa yang kita lihat pertama kali cenderung menjadi yang kita pilih. Lalu, bagaimana menerapkan efek primacy untuk menjual produk kurang laku di toko online?

  • Cara menerapkan efek primacy untuk menjual produk kurang laku

Dilansir writepreneurs.com, berikut ini merupakan beberapa cara menerapkan efek primacy untuk menjual produk kurang laku:

  1. Menempatkan produk di header website (bagian paling atas homepage)
produk-kurang-laku-2
image: belanjasik.com

Pertama, lokasi paling strategis yang memiliki kemungkinan terbesar untuk dilihat pertama kali adalah header website. Jika ada slide show  di website yang Anda miliki, manfaatkan area ini untuk menaruh produk-produk yang kurang laku.

  1. Menempatkan produk kurang laku di area New Products
produk-kurang-laku-3
image: belanjasik.com

Manfaatkan pula area New Products  untuk menaruh produk-produk yang kurang laku. Sudah kebiasaan pengunjung website untuk melihat produk-produk terbaru.  Anggap saja hal ini semacam re-launching produk.

  1. Lokasi paling kiri halaman kategori
produk-kurang-laku-4
image: toserbakami.com

Halaman kategori produk adalah halaman dimana produk-produk tertentu yang sejenis berada pada satu area yang sama, misalkan kategori fashion, aksesoris, perlengkapan bayi, perlengkapan rumah tangga dan lainnya. Coba tempatkan produk yang kurang laku di deretan paling atas sebelah kiri (lihat gambar yang dilingkari warna merah).

Mengapa harus di sebelah kiri, bukan kanan atau lainnya? Karena cara melihat atau membaca orang umumnya berawal dari sebelah kiri lalu ke kanan.

Nah, demikian strategi untuk menjual produk kurang laku yang dapat dicoba. Semoga berhasil!

Bagikan:
27 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.