Satu Kisah Supranatural Seru Di Kaki Bukit Cibadak

Kali ini saya akan meneruskan serial tentang perjalanan saya, sewaktu saya masih menjadi musafir dalam hitungan bulan belum tahun. Kala itu saya masih minim pengalaman dan ada satu kejadian yang hampir merenggut nyawa saya. Simak juga Godaan-godaan Selama Menjalani Tirakat.

Saya masih ingat kejadian itu, saat itu saya berdua ditemani musafir senior tapi beraliran kejawen, sebut saja namanya Sulung. Kami berdua menginjak satu desa di wilayah kaki bukit Cibadak kemudian berhenti untuk makan malam di satu warung.

kaki-bukit-cibadak
Ilustrasi

Warung itu tampak sepi, hanya kami berdua sebagai pembelinya. Hal itu cukup mengherankan bagi Sulung sebagai musafir senior, karena tercatat sudah 3x dia berkunjung ke wilayah ini dan selalu saja warung tersebut ramai dengan pembeli.

Ibu penjual warung pun bercerita bahwa warga desa ini lagi berduka karena anak gadis Sesepuh desa itu kabarnya terkena guna guna dari seorang dukun sakti dan itu sudah berjalan 3 bulan lebih. Mendengar cerita itu kami pun sepakat untuk menemui Pak Ujang. Kebetulan Sulung mengenal baik Pak Ujang. Kami pun secepatnya menghabiskan makanan lalu segera menemui Pak Ujang.

Singkat cerita kami pun sudah sampai di rumah Pak Ujang, dan pak Ujang sangat bergembira dengan kedatangan Sulung. Segera dia meminta Sulung untuk menyembuhkan anak gadisnya.

Saya dan Sulung kemudian menemui gadis itu. Kondisinya begitu menyedihkan karena dia sudah tidak mengenal siapa dirinya dan tidak mau memakai pakaian. Jadi gadis itu hanya dibalut dengan sarung saja serta pakaian dalam.

gadis-bukit-cibadak1
Ilustrasi

Setelah melihat kondisi gadis itu, Sulung serta saya pun mengobrol sejenak dengan pak Ujang. Obrolan makin seru karena ditemani oleh pisang goreng plus kopi panas.

Lagi asyik ngobrol, saya rupanya merasakan ingin ke kamar mandi. Pak Ujang pun mempersilakan dengan mengatakan letak nya di luar di pojok kiri.

Saya kemudian ke kamar mandi yang letaknya berada di luar rumah. Saya melewati pepohonan pisang, tiba-tiba pandangan saya tertuju ke tanah, rupanya ada benda yang berkilauan. Saya pun melupakan tujuan saya ke kamar mandi, kemudian bergegas melihat benda apa itu. Rupanya semacam bungkusan. Saya pun penasaran, kemudian membukanya.. dan dor…… terdengar ledakan keras, membuat saya terpental.

Dari kejauhan nampak Sulung serta pak Ujang berlari menolong saya, ada darah segar yang membasahi mulut saya. Rupanya saya muntah darah.

Rupanya itu salah satu benda yang ditanam sebagai santet. Sulung pun segera melakukan tindakan pembersihan. Dia memusatkan pikiran sambil komat kamit sejenak lalu berjalan berputar.  Sementara saya dengan kondisi lemah di papah oleh pak Ujang masuk ke dalam rumah.

Kemudian saya ketahui Sulung menemukan 3 bungkusan lagi yang ditanam. Sulung lalu membawa bungkusan itu lalu meletakkan di meja, kemudian dia memeriksa kondisi saya.

“Buat pengalaman“ ujarnya sambil tersenyum. Sulung lalu berkata, ini belum seberapa, kelak kau akan berhadapan dengan dukun-dukun yang jauh lebih sakti dari ini. Mereka bukan saja menanam bungkusan untuk menyantet, tapi dengan media boneka. Dan itu efeknya bisa jauh lebih fatal.

Sulung lalu meletakkan telapak tangannya di badan saya, kemudian sambil komat kamit melakukan gerakan tangan yang memutar. Dan aneh bin ajaib dari tangannya tampak beberapa paku-paku karatan. “Makanya Ji, kalau hendak mengambil barang, baca-baca dulu, jangan langsung dipegang“  katanya sambil tertawa. Sekarang istirahat dulu aja, saya mau ngobatin anaknya pak Ujang. Simak juga Tips Bagaimana Satu Ilmu Bisa Berfungsi Pada Diri Kita.

Saya tidak tahu pakai metode apa Sulung mengobatin anak gadis pak Ujang. Tapi yang jelas dalam sekali pengobatan, sudah nampak kesembuhan yang lumayan. Sulung pun bertanya, apa santet ini dikembalikan? Tapi pak Ujang menolak nya dengan mengatakan biarlah Allah yang membalas.

Sulung kemudian bercerita, bahwa sebenarnya anak gadis pak ujang itu tidaklah terkena guna-guna. Itu hanya santet yang dikirim untuk pak Ujang tapi nyasar ke anaknya. Kebetulan Pak Ujang itu mau jadi jago lurah di wilayahnya. Dan dia termasuk calon yang difavoritkan karena termasuk sesepuh kampung.

gadis-bukit-cibadak
Ilustrasi

Itulah kisah saya, oh ya dalam beberapa cerita serial musafir memang tidak persis sama dengan kejadian sebenarnya, dan ada perubahan dari segi nama serta beberapa kejadian. Karena kalau terlalu kejam atau dramatis bisa disemprit ama simbah google.

Tapi ini adalah murni pengalaman saya selama menjadi musafir. Sekarang saya sudah 6 tahun berhenti  jadi musafir, sementara Sulung masih terus menjadi musafir, entah sampai kapan.

Semoga menjadikan hikmah, alhamdulilah. Jangan lupa simak juga Misteri Hantu Rumah Kosong Di Timur Pekalongan. [radjc-010]

Bagikan:
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.