Resiko Menghapus Instalasi WordPress Sembarangan di Cpanel Shared Hosting

Halo sahabat setia blog juragan cipir, berikut ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang perlunya kita berhati-hati dalam melakukan penghapusan apa saja di cpanel shared hosting maupun cpanel hosting lain. Mengapa harus berhati-hati? Karena jika salah sedikit maka blog kita akan ikut terhapus.

Berikut ini saya ingin bercerita tentang pengalaman 4 tahun yang lalu ketika blog wordpress saya terhapus akibat kesalahan saya menghapus “instalasi wordpress” di cpanel shared hosting. Simak juga Kelebihan Blog WordPress Self Hosting Dalam SEO.

subdomain-wordpress

Membuat 1 subdomain

Pada suatu hari saya membuat 1 buah subdomain di wordpress. Domain utama sengaja saya biarkan kosong tanpa artikel. Domain utama tersebut saya kosongi saja karena saya hanya ingin membuat blog anakan (subdomain) yang banyak dari domain tersebut. Domain utama telah berumur lebih dari setahun dan memiliki banyak backlink karena ia adalah domain zombie alias domain yang pernah digunakan orang lain lalu tidak diperpanjang lagi oleh pemiliknya hingga saya temukan tanpa sengaja.

Simak juga Website Multisite, Memahami Seluk Beluknya.

Mulai update artikel di subdomain

Setiap hari blog sub domain tersebut saya isi dengan artikel bertopik khusus tentang hewan (micro niche) berbahasa inggris (waktu itu bahasa indonesia belum didukung adsense) sekitar 3 artikel perhari. Sebulan kemudian saya telah memiliki sekitar 100 artikel niche dan langsung saya pasangi 3 iklan adsense konten. Setelah itu saya jarang update karena sering kehabisan ide artikel.

Setelah umur subdomain menginjak 2 bulan, blog itu mulai menghasilkan klik adsense. CPC nya lumayan, yaitu sekitar $0,50 hingga $1,50 per klik. Sejak itu blog tersebut saya update lagi secara rutin satu hingga dua artikel perhari dengan tetap konsisten pada niche yang super spesifik tersebut. Saya menulis artikel mengunakan google translate (karena gak bisa bahasa ingrris) dan setiap hari saya blogwalking di situs-situs luar negeri.

Menginjak bulan ketiga, jumlah klik semakin meningkat setiap harinya dan CPC nya tetap bagus (maklum klik luar negeri). Earning adsense terus meningkat dari hari ke hari seiring bertambahnya artikel dan trafik blog.

Memasuki bulan keempat, blog tersebut telah bisa menghasilkan earning hampir mencapai batas ambang pembayaran hanya dari satu blog mungil tersebut.

Membuat 2 subdomain lagi

Berikutnya saya menemukan sumber artikel untuk niche yang berbeda, lantas saya membuat subdomain baru lagi. Kali ini saya langsung membuat 2 subdomain. Satu dari mereka mulai saya update 5 artikel perhari hingga memiliki 30-an artikel selama seminggu. Lalu saya pasangi iklan adsense dan kemudian saya diamkan begitu saja untuk menonton berapa earning yang bisa ia hasilkan nantinya.

Genap umur sebulan, subdomain baru ini mulai mendapatkan klik adsense dengan CPC lumayan tinggi seperti blog pertama. Lalu saya mulai mengupdate blog tersebut 1-2 artikel perhari dan earning pun mulai meningkat sedikit demi sedikit.

Menghapus 1 subdomain yang kosong

Satu dari subdomain tersebut masih kosong tanpa artikel, dan saya berniat menghapusnya dari cpanel. Lalu saya menghapus database dari subdomain kosong tersebut dan dilanjutkan dengan penghapusan “instalasi wordpress”. Maka subdomain tersebut hilang dari peredaran.

Lalu saya melihat ada duplikat instalasi wordpress pada kedua subdomain saya lainnya yang aktif tersebut di cpanel. Lantas saya menghapus masing-masing duplikat instalasi wordpress tersebut. Akibatnya, database dari kedua subdomain tersebut ikut terhapus. Maka lenyaplah kedua sub domain yang telah menghasilkan earning adsense. Seharusnya saya tidak perlu menghapus “duplikat” instalasi wordpress tersebut, karena duplikat tersebut nantinya akan hilang sendiri jika pihak wordpress memperbarui dirinya dengan versi baru.

Sebenarnya saya bisa meminta bantuan pihak server hosting untuk mengembalikan database tersebut, tetapi pada waktu itu saya belum paham tentang hal itu, maklum saya baru pertama kali mengenal dunia wordpress. Sehingga saya tidak tahu kalau kita bisa meminta bantuan pihak server untuk memulihkan database yang terhapus. Akhirnya hosting dan domain tidak saya perpanjang lagi dan kemudian saya beralih ke blogger, karena pada waktu itu saya merasa kesulitan mengelola blog wordpress self hosting.

Itulah pengalaman saya tempo dulu. Ketidaktahuan saya dalam mengelola wordpress membuat saya harus merelakan kehebatan-kehebatan blog wordpress dalam menjaring uang via adsense.

Di blog blogger saya cukup lama, sekitar 3 tahunan yang akhirnya membuat blog juragan cipir ini dari blogger (blogspot). Namun setelah di blogspot saya mengalami berbagai macam gangguan seperti keusilan para autoblog, maka saya kembali ke wordpres dan mencoba belajar mengelola wordpress sampai benar-benar paham. Lalu saya memboyong blog juragan cipir ini ke wordpress self hosting melalui perjalanan yang berliku-liku.

Kiranya sampai disini dulu saya berbagi kisah blogger saya ke teman-teman dan semoga bermanfaat serta memberikan pelajaran. Jangan lupa simak juga Update Artikel di Blog Bersama Hati Nurani Dengan Suasana Segar.

Bagikan:
10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.