Perlukah Harga Dicantumkan?

Saat sedang berbelanja, baik online maupun offline (di toko, minimarket, mal dll), sudah umum jika harga selalu dicantumkan pada tiap-tiap produk. Entah ditulis pada pricetag atau hangtag atau ditaruh di bawah lokasi barang (jika barang diletakkan di rak).

daftar-harga
Katalog harga barang (sumber: cucigu.com)

Namun, adakalanya saat kita sedang window shopping, seller tidak mencantumkan harga produk yang dijualnya. Hanya tertulis sebuah kode (yang tidak kita mengerti) atau malah sama sekali tidak tertulis apapun. Nah, sebenarnya apakah harga produk perlu dicantumkan?

Dari segi customer:

Harga perlu untuk dicantumkan. Beberapa alasannya:

  • Customer perlu mengetahui harga produk yang dibeli untuk menghitung total belanja (untuk menyesuaikan dengan budget yang dimiliki). Harga yang dicantumkan secara jelas akan sangat menolong customer dengan budget terbatas sehingga tidak perlu merasa dag dig dug saat berbelanja.
  • Customer yang teliti biasanya sebelum berbelanja akan mempertimbangkan kesesuaian antara produk dengan harga. Mereka akan membeli suatu produk saat harganya “masuk akal” bagi pertimbangan mereka.
  • Terkadang ada customer yang malu, sungkan, takut atau malah malas untuk sekedar bertanya kepada seller mengenai harga (saya pribadi seringkali merasa sungkan jika masih sekedar window shopping namun harus menghubungi seller hanya sekedar untuk mengetahui harga produk)
  • Ada pula customer yang terburu-buru. Jadi begitu melihat tidak ada daftar harga produk yang tertera, mereka langsung pergi mencari penjual lain yang mencantumkan harga dengan jelas.

Dari segi seller:

Perlu tidaknya harga dicantumkan, tergantung tujuan tiap-tiap seller.

  • Seller mencantumkan harga produk untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya pada customer.
  • Ada pula seller yang sengaja tidak mencantumkan harga,  misalnya warung makan sistem prasmanan (ambil sendiri), karena total belanja baru dapat dihitung saat transaksi pembayaran.
  • Seller sengaja tidak mencantumkan harga produk untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Hal ini dapat kita temui di area destinasi wisata. Seller tidak perlu susah-susah memikirkan tentang repeat order atau customer satisfaction karena kemungkinan customer yang sama untuk kembali sangat kecil.
  • Seller tidak mencantumkan harga dengan tujuan bisa lebih dekat dengan customer. Bisa diterapkan oleh penjual barang-barang kerajinan atau seni (handmade). Di toko online, biasanya seller seperti ini memberikan instruksi untuk langsung chat via jaringan pribadi saat customer  tertarik dengan produk yang ditawarkan. Dengan demikian, seller bisa menggali lebih dalam siapa saja yang tertarik dengan produknya. Data-data yang didapat akan sangat berguna untuk kebutuhan marketing di kemudian hari.

Nah, Anda pilih yang mana?

Bagikan:
17 Comments
    • winda
    • winda
  1. winda

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.