Perjalanan ke Ngantang Benar-benar Menantang

Ada satu hal yang mengesankan ketika saya sedang berkunjung ke rumah saudara saya di daerah Pujon, tepatnya di Desa Jeruk Kecamatan Ngantang, Malang, yaitu pesona alam di sepanjang perjalanan antara Malang – Ngantang.

Bagaimana tidak, kita diharuskan melawati jalan berliku-liku di atas pegunungan di Pujon, dimana jalan raya diapit oleh tebing dan jurang, persis seperti pemandangan alam di luar negeri. Selain udaranya dingin, medannya benar-benar ekstrim namun menyenangkan.

Setiap rumah di pinggir jalan pasti berada di bawah tebing atau di tepi jurang, tinggal mana yang mereka pilih. Selama perjalanan kita akan menjumpai banyak pesona alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pesona Keindahan Alun-alun Kota Batu di Malang.

Saya bersama keluarga menyempatkan diri menyaksikan air terjun buatan alam setinggi sekitar 50 meter. Pada saat itu fasilitas di dekat air terjun masih dalam pembangunan sehingga pengunjung kurang begitu banyak, namun ada saja pengunjung yang datang setiap harinya secara silih berganti. Silakan simak liputan selengkapnya tentang Pesona Air Terjun Grojogan Sewu di Pujon, Malang, Jawa Timur.

Selain air terjun, ada juga pasar yang menurut saya cukup unik, yaitu Pasar Taman Wisata Pemandian Dewi Sri. Saya mengatakan unik karena pasar tersebut terletak di atas pegunungan yang senantiasa di selimuti kabut dan udara disana sangat dingin.

Di pasar wisata pemandian dewi sri anda bisa berbelanja aneka buah-buahan, sayuran serta berbagai macam bibit tanaman dan bunga dengan harga yang relatif murah. Liputan selengkapnya silakan baca Pesona Pasar Pemandian Dewi Sri di Atas Kahyangan.

Akhirnya sampailah saya sekeluarga ke tempat tujuan yang sesungguhnya, yaitu berkunjung ke rumah Mas Ayik yang berada di Desa Jeruk, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (48 km sebelah barat kota Malang). Kunjungan ini dalam rangka menjenguk Mas Asyik sekeluarga dimana istrinya baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik dan mungil.

Pada saat tiba di rumah Mas Ayik cuaca sedang hujan cukup deras, namun beberapa jam kemudian hujan mulai mereda. Pada saat itu saya menyempatkan diri melihat belakang rumah dan sekitar kampung. Saya memotret pemandangan kampung di Desa Jeruk yang ternyata berada di atas pegunungan dataran tinggi dengan udara yang sangat dingin.

Desa jeruk ternyata sebuah desa penghasil bawang merah dan bawang putih dan sayuran berkualitas tinggi. Bahkan bawang merah asal Ngantang ternyata memenuhi kebutuhan pasar-pasar di nusantara sekelas dengan bawang asal Bali dan Brebes, Jawa Tengah.

Maka tak heran jika di setiap depan rumah warga selalu dipenuhi dengan pemandangan “Bawang Jemur”, artinya bawang merah yang dijemur untuk digunakan sebagai bibit untuk penanaman berikutnya.

Bawang-bawang yang dijemur ini bisa anda lihat di sepanjang jalan kampung di hampir setiap depan rumah warga dan ini adalah suatu pemandangan yang menurut saya cukup unik. Bahkan saya awalnya tidak tahu jika itu adalah bawang merah.

Namun setelah saya dekati maka saya baru menyadari bahwa itu adalah bawang merah yang sedang di jemur dan warga menjelaskan bahwa itu untuk bibit.

Warga menerangkan bahwa Ngantang adalah salah satu daerah produsen bawang terbesar seperti Bali dan Brebes yang mampu memenuhi kebutuhan pasar di jawa dan bahkan luar jawa. Bawang asal Ngantang memiliki kualitas yang bagus seperti bawang asal Bali dan Filipina.

^^ Jangan lupa baca juga Mencari Uang Online Sambil Berwisata di Pantai Balekambang.

Bagikan:
10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.