vps murah

Home / Satwa Liar

Minggu, 9 November 2014 - 07:28 WIB

Penyebab Pertama Kali Harimau Jawa Punah

Rampokan macan (Rampogan matjan) adalah sebuah pertunjukan pada era sekitar 1900-an yang berupa pembantaian harimau. Pertunjukan ini diduga menjadi penyebab pertama menyusutnya populasi harimau jawa dan mempercepat kepunahan.

Ketika pertunjukan digelar, harimau dilepas ke dalam arena, sementara sekelilingnya dikepung rapat oleh orang-orang yang membawa tombak. Ketika harimau mencoba keluar dari arena dan hendak menerobos pagar manusia, maka puluhan tombak menancap ke tubuh harimau apes tersebut. Lalu ia mati bersimbah darah.

Tidak hanya harimau jawa saja yang menjadi korban, tetapi segala kucing besar yang berhasil tertangkap di hutan seperti macan tutul dan macan kumbang (kecuali kucing rumah).

Akibatnya, pada tahun 1950 dilaporkan jumlah harimau jawa yang hidup di hutan hanya tinggal 25 ekor saja. Kemudian pada tahun 1980, IUCN secara resmi menyatakan bahwa harimau jawa telah punah dan tidak perlu diragukan lagi. Macan jawa yang sangat melegenda tersebut kini benar-benar tinggal kenangan.

Pertunjukan rampokan macan biasanya dilangsungkan di Kediri dan Blitar dengan disaksikan oleh ribuan penonton dan para tokoh adat setempat serta pejabat tinggi pemerintahan hindia belanda. Namun pada tahun 1905, pemerintah hindia belanda melarang acara ini.

READ  Tahukah Anda Macam-Macam Tekstur Bulu Kucing Besar?

Rampogan matjan merupakan penyebab pertama kali harimau jawa (panthera tigris sondaica) diburu secara sengaja untuk dijadikan sebagai media pertunjukan. Berbeda dengan cara petani menjebak harimau untuk menyelamatkan ternak mereka.

READ  Elang Arbatros Burung Raksasa Pengembara

Hari ini, di pulau jawa benar-benar tidak ada harimau loreng, kecuali harimau jadi-jadian. Meskipun beberapa peneliti seperti Wahyu Giri Prasetyo dan Didik Raharyono membantah harimau jawa belum punah, tetapi hingga hari ini mereka belum bisa menunjukkan bukti rekaman atau foto harimau jawa dalam keadaan hidup sebagai bukti bahwa macan gembong jawa tersebut masih menjadi raja hutan di pulau jawa.

Namun, baru-baru ini banyak warga yang mengaku berpapasan dengan harimau jawa di hutan. Ada juga seorang pendaki gunung yang mengaku bertemu harimau jawa di hutan gunung slamet. Benarkah itu? Silakan baca selengkapnya Pendaki Gunung Mengaku Bertemu Harimau Jawa di Gunung Slamet.

Share :

Baca Juga

Satwa Liar

Unta Bactrian, Hewan Tangguh di Gurun Asia Timur

Satwa Liar

Elang Arbatros Burung Raksasa Pengembara

Satwa Liar

Fakta Tentang Unta Arabia (Camelus dromedarius)

Satwa Liar

Skua Arktik Burung Bajak Laut (Stercorarius parasiticus)

Satwa Liar

Rubah Arktik (Alopex lagopus)

Satwa Liar

Burung Pelagic Kaki Biru di Galapagos

Satwa Liar

Pendaki Gunung Mengaku Bertemu Harimau Jawa di Gunung Slamet

Satwa Liar

Macan Tutul Predator Oportunitis