Pengalaman Mistis Melihat Keranda Mayat Terbang Menakutkan di Malam Hari

Fenomena mistis melihat keranda terbang melintas di depan mata biasanya akan membuat semua orang ketakutan, tak terkecuali seorang nenek asal Sawangan bernama Sainah (62 tahun) yang pernah dirundung ketakutan yang amat sangat.

Wanita warga Jalan Mushollah Annajah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, ini telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tentang adanya benda gaib berwujud pengangkut jenazah atau keranda mayat berjalan melayang di udara dengan sendirinya, tanpa diiringi para pelayat seperti pada umumnya.

Tentu saja peristiwa mistis tersebut membuat geger warga sekitar, yang mana seketika itu orang sekampung mendadak heboh dan gempar dengan adanya keranda mayat terbang melayang-layang sendiri tersebut.

Dalam kepercayaan atau mitos masyarakat jawa kuno, fenomena mistis tentang kehadiran keranda mayat memasuki sebuah desa dengan cara terbang sendiri pada malam hari seperti ini disebut musim “pagebluk”, dan itu merupakan pertanda bagi warga desa tentang datangnya suatu wabah penyakit mematikan yang menyerang warga suatu desa.

Orang jawa tempo dulu juga menyebut bahwa musim pabebluk adalah musim penyakit, atau juga disebut musimnya orang mati. Simak selengkapnya tentang Misteri Keranda Mayat Berjalan Sendiri di Musim Pagebluk.

keranda-mayat-terbang
Ilustrasi keranda mayat terbang sendiri

Awal kemunculan keranda mayat terbang di Sawangan

Peristiwa gaib yang disaksikan oleh nenek Sainah tersebut bermula pada jam 01.30 dini hari yang mana hari sangat masih gelap, suatu ketika ia hendak pergi Pasar Parung untuk berbelanja, wanita yang berprofesi sebagai penjaja sayuran ini melihat keranda mayat melayang melintas tepat di depannya.

Hal yang paling menakutkan serta membuat merinding bulu kuduk nenek dengan 10 cucu ini adalah, ia menyaksikan dari dekat ada benda pengantar jenazah melintas di udara tanpa ada seorang pun yang menandunya.

Ditambah lagi bau harum minyak wangi orang mati datang semerbak menusuk hidung, sontak bulu kuduk langsung berdiri tegak seketika itu, hawa mistis sangat menakutkan langsung dirasakan oleh si nenek ini.

Mulut tidak bisa berteriak, kaki terasa kaku tidak bisa dilangkahkan, mata tidak bisa dikedipkan, badan terasa kaku seperti patung, seolah nenek Sainah dipaksa untuk menyaksikan fenomena angker yang menyeramkan tersebut.

“Saya melihat langsung kurung batang itu jalan sendiri tanpa ada yang mambawanya. Kurung batangnya melintas sangat pelan di depan saya. Langsung merinding saya dan tidak dapat berlari ke rumah,” tuturnya. “Kurung batang” adalah sebutan lain untuk keranda mayat di daerah tersebut.

nenek-sainah
Nenek Sainah, foto by liputan6.com

Masih segar dalam ingatan nenek Sainah, keranda mayat yang terbuat dari bambu dengan beralaskan tikar pandan tersebut melintas beberapa kali di depannya. Ketika keranda mayat tersebut mondar mandir di dekat rumahnya, secara perlahan muncul semerbak aroma wewangian layaknya minyak wangi orang mati memenuhi area sekitar lokasi.

Tentu saja kejadian mistis tersebut membuatnya tidak berbuat berbuat apapun, hanya diam dan menonton seperti tersihir. Kaki dan tangan nenek paruh baya ini mendadak dingin seperti es, bahkan sampai tidak bisa digerakkan sama sekali sesudah ia melihat kurung batang ini melintas sebanyak 2 kali di depannya.

“Hanya duduk saja yang bisa saya lakukan, jangankan mau kabur atau teriak, bicara saja saya sudah tidak dapat dilakukan. Saya tidak kepikiran untuk memotret keranda itu. Hanya berdoa dalam hati yang dapat saya kerjakan saat itu,” terangnya.

Bagaimana bisa berucap doa, lha wong mulut gak bisa digerakkan sama sekali. Mulut terasa bungkam seperti dilakban. Kecuali hanya bisa berdoa dalam hati saja.

Pancaran kekuatan gaib makhluk halus

Menurut beberapa spiritualis, ketika makhluk halus atau hantu sedang menampakkan diri kepada manusia, maka fenomena tersebut akan memunculkan getaran gaib seperti sihir yang disertai energi menakutkan dan ditandai dengan berdirinya bulu kuduk.

Energi gaib tersebut bukannya milik makhluk halus, tapi itu muncul secara alami yang dikarenakan terjadinya kontraksi antara dua makhluk dari alam yang berbeda, dan pertemuan itu jika terjadi di alam manusia maka akan menimbulkan benturan gaib berupa hawa dingin disertai merinding.

Manusia yang tidak terbiasa melihat makhluk halus biasanya akan terkunci tubuhnya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya bisa berdoa dalam hati dan itu pun hanya bisa dilakukan jika ia tidak keburu pingsan.

Namun jika pertemuan antara manusia dengan makhluk halus terjadi di alam gaib, misalnya pelaku terawangan, maka tidak akan terjadi hawa merinding karena pada saat itu sukma manusia sedang terpisah dengan raga, yang mana sukma manusia sebenarnya adalah juga makhluk halus. Sehingga bisa diibaratkan bahwa fenomena terawangan tersebut adalah pertemuan antara sesama makhluk halus.

Jangan lupa simak juga Cerita Memasuki Kota Makhluk Halus Pantai Selatan.

Bagikan:
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.