Pengalaman Main Adsense Dengan Blog Buku Harian Minimalis

Halo sahabat blogger dan publisher adsense, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya tempo dulu ketika merasakan betapa sulitnya menemukan ide untuk membuat suatu artikel. Padahal, sebagai publisher adsense kita dituntut untuk bisa terus menulis artikel-artikel baru sebanyak-banyaknya setiap hari di blog kita, jika kita ingin segera mendapat gaji bulanan dari Google.

kirim-artikel

Seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Blogger Indonesia, yaitu Bapak Enda Nasution pada suatu acara seminar nasional di Jakarta beberapa tahun lalu tentang publisher adsense Indonesia yang juga dihadiri oleh Master Adsense Senior, yaitu Mas Cosa Aranda.

Apa kata Bapak Enda Nasution? Sederhana saja, yaitu: “Paksa diri anda untuk terus menulis”.

Lalu saya berpikir dan bertanya dalam hati, “apa yang akan saya tulis jika saya sering kehabisan ide menulis artikel?”

Mencari Solusi

Tak terasa hari terus berlalu tanpa bisa dicegah. Akun adsense saya nganggur, hanya ada 3 iklan bersemayam di sebuah blog bahasa Inggris yang jarang diupdate (karena saya kesulitan membuat artikel english).

Lantas saya membeli sebuah domain baru dan satu akun hosting (shared hosting). Saya tidak tahu artikel apa yang akan saya tulis di blog tersebut nantinya, yang penting membuat blog, itu saja yang ada di pikiran saya.

Setelah blog jadi, maka saya mulai menulis satu artikel perhari dengan menggunakan bahasa Indnesia, dan langsung saya pasangi iklan adsense. Genap 3 bulan saya memiliki sekitar 100-an artikel. Pengunjung unik mulai meningkat dan klik iklan mulai berdatangan secara rutin. Setiap hari ada saja klik iklan hingga mampu mencapai 35 klik perhari. Tetapi earningnya rendah sekali, yaitu hanya mendapat earning kurang dari $1.00 perhari.

Mendapatkan Komentar

Pada suatu hari yang panas, saya membuka blog. Saya melihat ada satu komentar yang datang dari seorang pemilik blog yang menurut saya orangnya sudah lebih lama mengenal blog, karena saya melihat tampilan blognya rapi meskipun sederhana. Sedangkan blog saya sendiri masih menggunakan theme bawaan wordpress, maklum saya baru mengenal blog wordpress sehingga membiarkan tampilan blog apa adanya. Betapa senangnya saya mendapat komentar dari blogger lain, apalagi seorang master 😀

Lalu saya mengunjungi blognya dengan maksud ingin berkomentar balik, tapi ternyata blognya tidak menyediakan kolom komentar. Maka saya hanya bisa termenung sambil memandangi blognya yang rapi dan sedap dipandang. Lantas saya iseng-iseng membaca artikelnya, dan saya baru menyadari ternyata artikelnya sangat pendek, yaitu hanya kurang dari 100 kata saja. Artikelnya hanya berupa kata-kata menerangkan judul postingan saja. Namun jumlah postingan di blog tersebut mencapai puluhan ribu artikel.

Saya melihat ada satu iklan adsense di blog tersebut yang hampir saja saya klik karena saya kira bagian dari artikel. Tapi ternyata itu iklan. batal ngeklik deh, karena saya takut dimarahi google kalau hanya ngeklik tanpa ada kepentingan hiks 😀

Mendapatkan Inspirasi

Rupanya saya terinspirasi dan berencana ingin membuat blog seperti itu, yaitu hanya berisi artikel pendek namun jumlahnya banyak. Agar artikelnya bisa seo friendly, maka saya berencana membuat judul postingan yang panjang dan menarik. Sedangkan artikelnya hanya berisi kurang dari 100 kata saja dan tanpa gambar.

Di pagi yang cerah, mulailah saya menciptakan sebuah blog baru dari blogger alias blogspot. Saya mencari template buku harian minimalis. Kolom komentar saya tutup. Dan update artikel saya mulai. Untuk artikel perdana saya menulis artikel tanpa gambar tentang cara menggoreng telur mata sapi, hanya berisi kurang dari 100 kata lalu saya publish.

Setelah itu saya langsung menulis artikel lagi, kali ini saya menulis tentang cara mencuci baju tebal. Setelah beberapa coretan saya publish. Besoknya lagi saya menulis artikel tentang pengalaman menanam genjer di sawah, dll. Apapun saya tulis yang penting postingan saya cepat banyak. Begitu seterusnya, hingga di pagi itu saya berhasil menulis 30-an artikel minimalis.

Besoknya, saya menulis lagi artikel seperti itu dan dapat 30-an artikel lagi. Hingga sebulan blog saya telah berisi ribuan artikel. Tetapi saya heran mengapa tidak ada pembaca sama sekali. Lantas saya berhenti menulis. Buat apa menulis artikel banyak jika tidak ada yang baca. Pada waktu itu saya gak ngerti seo sama sekali, maka blog saya biarkan saja.

Mendapatkan trafik

Tiga bulan telah berlalu, saya melihat di histats ada seorang pembaca mengunjungi blog mungil saya tersebut. Saya mengintip mereka dari histats, ternyata pembaca tersebut membuka-nuka halaman-halaman blog saya lainnya.

Besoknya, jumlah pembaca semakin bertambah. Ada sekitar 10 orang perhari dan saya diamkan saja. Besoknya lagi, jumlah pengunjung semakin meningkat, ada 5 penngunjung online yang datang secara bersamaan. Ternyata mereka suka membaca beberapa artikel tertentu. maka saya mencoba menulis lagi di blog itu. Saya menambahi artikel yang paling banyak dibaca, yaitu artikel tentang cerita kehidupan manusia. Namun artikelnya tetap pendek, yaitu kurang dari 100 kata saja. Selebihnya saya tuliskan di postingan baru biar bisa ngirit artikel 😀

Memasang Iklan Adsense

Saya berpikir ingin memasang iklan adsense, tapi takut dibanned karena jumlah kata pada artikel terlalu pendek. Tapi saya berpikir juga bahwa artikel saya tersebut adalah orisinil dan bukan artikel spam, dan tentunya tidak melangar TOS google. Maka kemudian saya berani memasang iklan adsense tapi ukuran paling kecil dan saya letakkan di bagian bawah artikel. Hasilnya, ternyata banyak pengunjung yang ngeklik iklan tersebut. Mungkin mereka berpikir ada “barang aneh” di bawah artikel, lalu mereka mencoba mengekliknya agar bisa tahu isi di dalamnya.

Dari situlah blog buku harian minimalis mulai bisa mendapatkan uang. Ketika saya mencoba menambahkan iklan teks dan gambar ukuran 336×280  di bagian atas artikel, ternyata semakin banyak aja klik yang didapat. Iklan tersebut juga berperan sebagai gambar pada postingan, karena artikel tersebut tanpa gambar. Jadi gambarnya adalah iklan.

Tapi sayangnya lama-lama saya takut dengan aksi ini, karena jumlah artikelnya terlalu sedikit. Takut dibanned google di kemudian hari. Akhirnya blog tersebut saya hapus aja deh, lalu bikin blog dengan artikel yang normal, yaitu sekitar 300 kata. Ehh ternyata malah jarang ada yang ngeklik iklan huhuhu 🙁

Melihat Blog Linda Ikeji

Belakangan, saya melihat blognya Linda Ikeji hanya berisi judul postingan dengan satu gambar serta secoret artikel aja, tetapi jumlah postingannya banyak, dan ternyata bisa menghasilkan ratusan juta perbulan. Sedikit nyesel deh menghapus blog buku harian yang sekaligus menjadi riwayat blogging saya tersebut. Namun kini saya bertekad ingin terus menyediakan artikel yang benar-benar bermanfaat bagi pembaca, bukan sekedar asal coret di blog minimalis seperti dulu lagi.

Tapi jika tidak terlanjur saya hapus, sebenarnya hanya dengan menekuni blog buku harian minimalis itu saja saya bisa mendapatkan gaji bulanan dari adsense dan dijamin gak bakalan kehabisan ide bikin artikel baru. Karena kuncinya hanyalah membuat judul postingan yang panjang dan unik, lalu diisi dengan secoret kalimat artikel yang “nonjok” dan mengena. Pembaca pun tidak kecewa.

Kini blog mungil namun berbuah emas tersebut telah saya hapus, semuanya telah berlalu dan saya anggap sebagai pengalaman unik saja. Sekarang saya telah mendapatkan penggantinya, yaitu blog Juragan Cipir yang semoga bisa terus memberikan manfaat nyata buat teman-teman semua dalam belajar bersama untuk meraih pundi-pundi dolar dari internet, amin.

Sedangkan di blog mungil tersebut, saya tidak kenal teman-teman blogger karena hanya terfokus menulis artikel dan mencari earning adsense saja. Ibarat ayam hidup di dalam lumbung padi, mudah cari makan tapi gak ada selera makan, hiks siapa mau 😀

Semoga pengalaman ini bisa menambah wawasan dan memberikan manfaat bagi kita semua. Salam sukses buat teman-teman blogger dan pembaca tercinta, jangan lupa baca juga Dilema Publisher Adsense Dengan Penghasilan Pas-pasan.

Bagikan:
35 Comments
  1. Supriyantocs

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.