Pelangi Berbentuk Setengah Lingkaran, Kenapa Tidak Berbentuk Segi Empat?

Biasanya ketika hujan reda kita akan menyaksikan fenomena alam yang sangat menakjubkan. Dimana fenomena alam ini akan membuat seseorang betah untuk menyaksikannya, sampai-sampai di Indonesia fenomena alam ini dibuatkan lagunya, ya … fenomena alam ini bernama pelangi.

Berbicara tentang pelangi akan banyak pertanyaan yang muncul, beberapa diantara pernyataan yang umum untuk ditanyakan seputar pelangi adalah: bagaimana pelangi yang penuh dengan berbagai warna-warni tersebut muncul? Lalu, mengapa pelangi selalu berbentuk melingkar atau setengah lingkaran? Mengapa bentuk pelangi tidak memilih bentuk lain seperti segitiga atau segi empat?

pelangi

Menyangkut pertanyaan pertama bagaimana pelangi bisa terbentuk? Pelangi biasanya terbentuk atau terjadi sehabis hujan. Mengapa sehabis hujan? Sebab, sehabis hujan di udara banyak sekali tetes-tetes air yang berbentuk bulat. Nah, ketika mengenai tetes air tersebut, cahaya matahari akan dibiaskan masuk ke dalam tetes.

Di dalam tetes air, cahaya dipantulkan kemudian akan dibiaskan keluar dari tetes. Selama proses pembiasan ini, cahaya matahari akan terurai menjadi berbagai warna. Itulah yang menyebabkan sinar yang keluar dari tetes air itu berwarna-warni. Yang mana warna-warni tersebut terdiri dari: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu.

Beralih kepertanyaan berikutnya mengapa bentuk pelangi lingkaran atau setengah lingkaran? Mengapa bukan berbentuk lain, seperti segitiga atau segiempat? Soal bentuk pelangi yang menyerupai busur tersebut ada dua hal yang mempengaruhinya.

Alasan pertama adalah seperti kita ketahui tetes air berbentuk bulat. Bulatnya tetes air ini menyebabkan arah sinar biasnya akan tetap sama, bagaimana pun letak orientasi tetes air ini. Mau dia tegak, miring, terbalik bentuk biasnya tetap sama. Itulah sebab pertama kenapa bentuk pelangi berbentuk setengah lingkaran.

Adapun sebab kedua mengapa pelangi berbentuk layaknya busur bukan bentuk lain adalah dikarenakan: cahaya yang masuk ke dalam tetes  air dibiaskan dengan sudut tertentu . Sinar yang  dibiaskan dengan sudut terlalu besar atau terlalu kecil tidak dapat dilihat oleh mata. Akibatnya, sinar-sinar bias yang tertangkap oleh mata seperti sebuah pita yang berwarna-warni yang melengkung.

Itulah tadi alasan bagaimana pelangi bisa terbentuk dan mengapa pelangi berbentuk setengah lingkaran. Semoga artikel singkat ini dapat menambah pengetahuan kita semua. Amiin. Jangan lupa simak juga Travelling Seorang Diri ? Siapa Takut !! Ini Tipsnya…

Bagikan:
7 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.