Monster Dari Austria Itu Bernama Josef Fritzl

Monster! Itulah sebutan yang kiranya cocok ditujukan kepada Josef Fritzl. Bagaimana tidak, Ayah yang seharusnya melindungi anak-anaknya, justru tega melakukan penyekapan di bawah tanah rumahnya dan melakukan p*emerk*osaan terhadap putrinya sendiri selama 24 tahun!

Josef-Fritzl

Adalah Elisabeth Fritzl sebagai korbannya. Gadis cantik yang kala itu baru berusia 18 tahun harus menerima penderitaan yang menyedihkan di tangan Ayah kandungnya sendiri yang pada saat itu berusia 49 tahun. Dari pengakuannya, selama beberapa minggu pertama sejak disekap di ruang bawah tanah di rumahnya, lehernya diikat layaknya Anjing. Dan parahnya dari penyekapan  dan p*emerk*osaan tersebut lahir 7 orang anak!

Alasan yang diajukan oleh Josef Fritzl mengapa ia melakukan penyekapan terhadap anaknya sendiri adalah dikarenakan ia ingin menjauhkan anak gadisnya dari sentuhan alkohol dan pergaulan anak muda berandalan. Dimana menurutnya, Elisabeth adalah sosok anak yang tidak patuh, ‘saya harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan anak saya dengan membuatkannya tempat terpisah dari dunia itu, dan saya siap menggunakan kekerasan,’ belanya.

Tentu saja dengan dalih seperti ini seolah menegaskan kalau Josef Fritzl mengidap sindrom Frankestein. Dimana penyakit ini merupakan kelainan jiwa dengan ciri adanya hasrat sebagai penguasa hidup dan matinya seseorang.

Lalu, timbul pertanyaan mengapa hal ini tidak diketahui oleh istri sekaligus ibu bagi anak-anak sang monster (Josef Fritzl)? Usut punya usut ternyata Josef Fritzl selama ini mengarang cerita bahwa Elisabeth melarikan diri dari rumah karena mengikuti sekte beraliran sesat yang menganut s*eks bebas. Selain itu, banyak kalangan menilai kesibukan sang Istri di luar rumah setiap harinya dalam mencari nafkah keluarga menjadi biang keladi mengapa kasus ini tidak terbongkar.

Elizabeth-Fritzi-and-Josef-Fritzl

Tapi yang paling berpengaruh terhadap lamanya kasus ini terbongkar adalah dari kecerdikan Josef Fritzl itu sendiri. Selain mengarang Elisabeth melarikan diri, ia juga berbohong perihal anak yang dihasilkannya bersama Elisabeth. Karena sakit-sakitan, tiga orang anaknya bersama Elisabeth, yaitu anak nomor 3, 4 dan 5 terpaksa harus dikeluarkan dari ruang bawah tanah. Agar tindak tanduknya tidak ketahuan, ia memaksa Elisabeth untuk menulis surat yang menyatakan agar orang tuanya mau mengasuh anak-anaknya dikarenakan tidak sanggup mengurusi mereka.

Kasus inses (hub*ungan b*adan antara anggota keluarga sedarah) baru terbongkar ketika Kerstin (19 tahun), yang merupakan anak tertua dari Ayah (Josef Fritzl ) dan anak (Elisabeth) ini mengalami koma karena penyakit tertentu, dan sang ‘monster’ harus membawanya ke Rumah Sakit.

Tentu saja dengan terbongkarnya kasus tersebut, publik Austria marah besar padanya dan memberinya gelar monster. Tapi lewat pengacaranya, Josef Fritzl membantah gelar tersebut dengan berkata, ‘saya bukan monster. Mereka dapat saya habisi tanpa diketahui siapapun, tapi itu tidak saya lakukan,’ katanya membela diri.

Lalu, menurut Anda yang manakah gelar yang cocok disandang oleh Josef Fritzl? Monster? Atau Peri Baik Hati?

Bagikan:
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.