vps murah

Home / Tak Berkategori

Selasa, 29 Januari 2019 - 19:10 WIB

Micro-influencer VS Macro-influencer, mana yang lebih baik?

Strategi pemasaran melalui influencer di Instagram atau disebut juga selebgram di Indonesia memiliki banyak peminat. Jika Anda mengikuti akun-akun Instagram milik selebritis, kemungkinan besar pada suatu kesempatan Anda akan melihat selebritis tersebut sedang mempromosikan produk tertentu di akunnya. Nah, hal itu merupakan salah satu contoh pemasaran yang menggunakan selebgram. Dalam hal ini sang selebritis lah yang berperan sebagai selebgram.

Tak hanya dari kalangan selebritis, selebgram yang berasal dari kalangan orang biasa pun tak kalah banyak. Ada yang berprofesi sebagai model, pekerja kantoran, mahasiswa, anak sekolah sampai ibu rumah tangga pun ada. Yang jelas semuanya mengemban tugas yang sama yaitu mempromosikan produk dari brand atau online shop tertentu melalui akun Instagram yang dimiliki.

Lalu, sebaiknya mana yang kita pilih? Selebgram dari kalangan selebritis yang biasanya identik dengan jutaan followers (macro-influencer) atau dari kalangan biasa yang followersnya lebih sedikit (micro-influencer)?

Yuk kita cari tahu lebih dalam!

  • Engagement Rate

Adakah yang berasumsi bahwa lebih banyak followers maka akan lebih banyak respon yang didapat? Nyatanya tidak. Studi yang dilakukan oleh Entrepreneur.com menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah followers maka engagement rate (jumlah followers yang memberikan respon berupa likes,komen, share dibandingkan jumlah total followers) semakin menurun. Selebgram yang memiliki 1000-10.000 followers memiliki engagement rate sebesar 4%, sedangkan yang memiliki lebih dari 10 juta followers memiliki engagement rate lebih kecil yaitu sebesar 1,6%.

Dalam hal ini, tentu saja pemenangnya adalah selebgram dengan jumlah followers lebih sedikit atau micro-influencer. Jika Anda perhatikan lebih jauh, micro-influencer cenderung memiliki konten yang spesifik di Instagramnya. Hal ini membuat followersnya juga menjadi lebih spesifik atau didominasi oleh orang yang memang tertarik atau terkait dengan konten tersebut. Tidak heran jika konten yang diunggah menghasilkan banyak respon.

Berbeda halnya dengan selebgram dengan jumlah followers lebih banyak atau macro-influencer yang kebanyakan adalah kalangan selebritis. Ada berbagai macam motif yang membuat jutaan followers berkumpul di akun instagramnya. Mulai dari yang benar-benar ngefans, suka karena selebritis tersebut cantik atau tampan, terinspirasi gaya busananya, numpang spam promosi, sekedar kepo atau malah jangan-jangan haters. Jadi, saat selebritis mengunggah konten, hanya followers tertentu yang memberikan respon.

  • Jangkauan konten

Jika tujuan Anda adalah untuk menjangkau audience sebanyak-banyaknya, maka pilihlah macro-influencer. Tentu saja, semakin sedikit jumlah followers maka semakin sedikit orang yang terjangkau oleh konten yang diunggah.

Yang patut diingat adalah budget yang dibutuhkan untuk bekerjasama dengan macro-influencer tentunya tak sedikit. Namun, jika Anda memiliki budget promosi lebih dari cukup, kenapa tidak? Bukankah menyenangkan saat konten kita dapat dilihat oleh jutaan pasang mata dalam sekali unggah?

  • Mana yang lebih baik?

Kembali lagi kepada tujuan Anda. Jika ingin brand lebih dikenal oleh audience yang lebih spesifik,  maka micro-influenceradalah pilihan yang tepat. Namun, jika ingin menjangkau orang sebanyak-banyaknya dengan cepat, maka pilihlah macro-influencer.
Bingung cari partner selebgram ? Cek www.instaPorta.com aja!

Share :

Baca Juga

Adsense

Tombol AdSense Kini Sulit Terbuka? Pendaftaran AdSense Makin Diperketat
Pengalaman Berhadapan Dengan Pasukan Hantu Banaspati

Blogger

3 Hal Utama Yang Harus Dimiliki Oleh Penulis Artikel
Bahaya Sakit Batuk Tak Kunjung Sembuh yang Harus Anda Tahu
Android TV Box MXQ 4K Plus Kodi Media Center

Blogger

Tanya: Apakah Artikel di Blog Juragan Cipir Karya Sendiri?

Adsense

Cara Meningkatkan Jumlah Klik Syah Iklan Adsense

Diary

Arti Pentingnya Pendidikan, Keluarga Dan Teman