Menyingkap Kehidupan Desa Makhluk Halus Lereng Gunung Merapi

Halo juragan… Gunung merapi adalah salah satu gunung berapi aktif paling ganas yang terletak di Jawa Tengah. Selain dikenal dengan kedahsyatan awan panasnya atau yang biasa disebut “wedhus gembel”, gunung ini juga dikenal menyimpan sejuta misteri. Ribuan jiwa telah menjadi mangsa keganasan wedus gembel yang disemburkan oleh kawah merapi yang pada akhirnya menimbulkan cerita-cerita mistis di kalangan warga sekitar dan bahkan menyebar ke seluruh nusantara.

Masyarakat sekitar merapi percaya bahwa di bagian kawah yang berada di atas puncak gunung terdapat istana kerajaan makhluk halus penunggu gunung merapi. Disana bercokol para punggawa besar kerajaan gaib puncak merapi yang istananya menghadap ke selatan mengarah ke istana ratu pantai selatan segoro kidul.

Sedangkan pada bagian lereng selatan gunung merapi terdapat “pasar bubrah”, yaitu pasar gaib yang berada di perkotaan dan menjadi pusat perekonomian makhluk halus gunung merapi. Di pasar bubrah tersebut terdapat aktivitas seperti layaknya manusia biasa, banyak orang berlalu lalang di pasar.

Bagaimana kehidupan di perkampungan makhluk halus lereng gunung merapi?

Berikut ini ada cerita unik yang perlu anda simak. Ada seorang paranormal asal surabaya, sebut saja Gus Ali, dimana ia bercerita sekilas tentang kehidupan makhluk gaib penghuni lereng merapi. Namun apakah itu alam jin atau alam makhluk halus lainnya, dan alam gaib sap keberapa tidak dijelaskan oleh si paranormal. Beginilah ceritanya aktivitas di desa gaib lereng merapi:

Desa Makhluk Halus

Di lereng gunung merapi terdapat sebuah desa makhluk halus dan desa itu tidak bisa dilihat dengan mata biasa, kecuali hanya menggunakan mata batin. Kehidupan disana tidak berbeda dengan kehidupan di alam manusia, namun ada beberapa hal yang unik yang tidak dijumpai di alam manusia.

Para penghuni perkampungan gaib itu kesehariannya seperti manusia. Ada yang bekerja sebagai petani, karyawan, pegawai, pengusaha, dan sebagainya. Sedangkan para ibu-ibu disana banyak yang berjualan toko sembako maupun warung makanan.

Makanan apa yang dijual di desa gaib lereng merapi?

Mereka ternyata menjual makanan seperti yang ada di warung-warung di alam manusia. Ada nasi pecel, ada pisang goreng, ada nogosari, bikang, pukis, jemblem, onde-onde, dan sebagainya. Pokoknya jajanan yang ada di alam manusia bisa ditemukan di desa gaib disitu.

Minumannya juga sama seperti di alam manusia. Ada sprite, ada fanta, teh botol sosro, teh manis, kopi panas, dan sebagainya. Manusia yang sedang melakukan terawangan ke alam gaib juga boleh memakan makanan yang sama persis dengan makanan manusia tersebut. Jika lapar, para dukun/spiritualis yang sedang melakukan penjelajahan di alam gaib juga sering mampir di warung-warung seperti itu.

Namun ada makanan-makanan tertentu yang tidak boleh dimakan oleh manusia. Yaitu makanan yang tidak ditemukan di alam manusia. Artinya adalah makanan atau minuman di alam gaib yang unik dan tidak sama dengan makanan di alam manusia. Makanan aneh seperti itu tidak boleh dimakan oleh manusia yang sedang mengembara di alam gaib, karena merupakan makanan pantangan atau larangan. Jika manusia memakan jajanan aneh tersebut di alam gaib, maka ia tidak akan bisa kembali lagi ke alam manusia.

Bagaimana kehidupan hewan di desa gaib lereng merapi?

Ternyata hewan-hewan ternak disana juga sama dengan hewan-hewan ternak di alam manusia. Ada kambing, ayam, babi, dan sebagainya. Hanya saja binatang-binatang ternak di alam gaib memiliki keunikan tersendiri. Hewan babi di alam gaib memiliki kulit putih kemerahan seperti babi di alam manusia, namun mereka memiliki sepasang telinga dan sebuah ekor yang menyerupai bunga mawar. Jadi jika dilihat seperti seekor babi yang telinga dan ekornya nya terbuat dari bunga mawar.

Bagaimana sikap penduduk desa gaib lereng merapi?

Mereka baik dan ramah. Mereka sama seperti manusia. Mereka menghargai tamu dan juga melayani pembeli warung dengan baik. Mereka juga suka memberi saran-saran baik kepada tamu manusia. Namun jika ada seorang manusia yang mencoba mengganggu atau berbuat jahat kepada mereka, maka para ibu-ibu yang berjualan di warung-warung tersebut akan berdatangan mengeroyoknya dengan wujud seram seperti hantu pocong serta mengeluarkan getaran magic yang menakutkan.

Jika manusia tersebut kalah dalam pertarungan, maka ia akan dibawa menghadap penguasa desa gaib tersebut dan tidak bisa kembali lagi ke alam manusia. Tapi jika manusia tersebut menang, maka semua warga desa gaib akan lari kocar-kacir seperti sekumpulan manusia yang diterjang angin badai raksasa.

Tapi manusia lebih banyak kalahnya jika mencoba menjahili makhluk halus di alam gaib tempat mereka tinggal, karena manusia disana statusnya sebagai tamu. Dimana kaki berpijak disitu langit kita junjung. Artinya tamu harus menghormati tuan rumah.

^^ Sekian informasi tentang dunia gaib yang bisa saya sampaikan buat teman-teman pembaca dan semoga menghibur. Jangan lupa baca juga Kisah Mistis Penghulu Jenazah Memakamkan Jin Mati.

Bagikan:
17 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.