Mengapa Banyak Blogger Menyerah Di Tengah Jalan?

First Post –Β Menjadi seorang blogger berarti Anda menjadi pejuang. Dikatakan menjadi pejuang karena Anda berjuang untuk membangun blog Anda. Membangun blog itu sendiri seperti membangun rumah tidak bisa langsung jadi rumah tanpa adanya bahan.

Sama halnya dengan blog. Membangun blog tidak langsung bisa langsung blog Anda menjadi terkenal apalagi sampai berharap blog Anda menjadi blog yang bisa menghasilkan uang. Dalam mengelola blog Anda haruslah menjadi seorang blogger yang telaten dan banyak belajar. Gagal tidak lah masalah, yang menjadi masalah ketika Anda terpuruk karena kegagalan dan tidak berani lagi untuk mencobanya.

blogger-menyerah

Ada beberapa hal yang menurut saya menyebabkan blogger menyerah ditengah jalan.

  1. Blogger menyerah ditengah jalan karena memang mereka tidak terlalu tertarik dengan dunia blog. Mereka hanya mengikuti trend saja atau hanya iseng-iseng saja dalam membuat blog. Bukan berarti pukul rata blogger yang iseng itu tidak akan berhasil dalam dunia blog. Akan lebih baik jika dalam dunia blog itu kita mempunyai minat, sama hal nya dengan pacaran atau memilih pasangan hidup, biar secantik atau setampan apapun jika kita gak minat kita gak bakal jadian. Skelipun jadian hubungan yang dipaksakan akan putus ditengah jalan.
  2. Orientasinya selalu uang. Semua perlu uang saya sendiri menyadari hal itu, bahkan ketika artikel ini diketik pun rupiah sudah keluar dari kantong saya. Namun sekarang Kita berada di era yang mana ketika ingin menghasilkan uang Kita juga harus mempunyai sumber daya yang mampu menciptakan uang sendiri, hal itulah disebut dengan skill. Berbicara masalah skill atau keahlian semua ini bisa dilatih, bisa dipelajari, malah banyak sekali skill dalam dunia blog ini bisa dipelajari secara gratis. Kemauan adalah faktor utama untuk menguasai skill ini.
  3. Tidak mau sedikit saja untuk berkorban. Nah untuk masalah ini Saya sendiri berada pada kondisi ini. Bukan bermaksud untuk curhat, asal Anda tahu saja, Saya ini tidak mempunyai blog, tidak punya komputer untuk online (ini pinjam laptop saudara πŸ˜€ )Β apalagi sampai ingin membuat blog tidak ada. Saya hanya menguasai beberapa teori yang sangat tidak sabar sekali untuk saya praktek kan. Namun hal itu tidak memadamkan semangat saya untuk masuk kedunia blog. Sekalipun saya tidak punya rumah (blog) saya masih bisa berbagi ilmu dengan membagikan tulisan saya di beberapa blog orang lain. Artinya walaupun sekarang ini saya tidak mempunyai blog saya tetap mengasah kemampuan saya dengan berlatih menulis. Berkorban sedikit dalam hal ini adalah ketika saya mempunyai kemauan namun tidak ada penunjang dalam kemauan saya ini, saya berusaha untuk mencapai kemauan saya tersebut dengan mengorbankan sesuatu agar saya bisa mencapainya. Untuk tingkatan pengorbanan yang lebih tinggi lagi misalnya adalah dalam hal membeli domain ataupun hosting. Memang tidak ada keharusan dalam bermain blog mau gratis atau berbayar, tetapi saya sendiri pun lebih memilih untuk blog berbayar, yang gratis untuk belajar. Dengan mempunyai domain dan hosting sendiri ilmu kita juga akan bertambah. Berkorban lah sedikit saja untuk aset masa depan.
  4. Terlalu banyak kemauan yang membuat fokus berkurang. Setiap orang mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dan kita tidak bisa menyangkal hal ini, ada yang sanggup mengerjakan banyak hal dalam satu waktu namun ada juga yang tidak. Hal ini berkaitan dengan pemilihan tema yang akan diambil dalam penentuan blog. Misal Anda punya minat pada komputer hanya pada program saja dan Anda membuat blog tentang program komputer, selama proses membuat blog secara tidak sadar kita seakan-akan merasa oh aku bisa ngeblog. Padahal minat kita bukan disitu, kita hanya merasa sekilas saja hal ini tentu tidak bisa untuk dilakoni. Fokuslah hanya pada satu tujuan saja dulu, jika sudah mampu baru garap yang lain.
  5. Suka meniru namun minim inovasi. Dalam ilmu pemasaran inovasi masuk dalam kategori yang cukup penting dalam kesuksesan bisnis apapun bentuknya, kecuali pada usaha yang bukan berorientasi pada laba. Seorang blogger dalam menghasilkan sebuah karya pasti sering melihat contoh sana sini, namun terkadang minim inovasinya. Hal ini banyak sekali saya temui, ada satu hal yang saya pelajari ketika mengunjungi beberapa blog yang misal berbicara masalah bisnis online yang mereka bahas sama saja, yang membuat berbeda hanya pada kemasannya saja.
  6. Rajin Pangkal Kaya bukan Rajin Pangkal Pandai. Roh dari sebuah blog adalah artikel, blog tidak akan hidup tanpa adanya artikel. Bagi yang blognya sudah di monetize Rajin Pangkal kaya ini akan berlaku, rajin dalam artian mengupdate artikel agar blog tetap terus hidup. Rasa malas itu wajar saja, tapi kita harus sadar kalau kita mempunyai blog yang perlu tanggung jawab kita. Tulislah artikel apapun di dalam blog kita yang sesuai dengan minat kita, jangan terburu-buru dulu belajar artikel yang seo atau sejenisnya, semuanya akan mengikuti ketika kita terus berlatih untuk menulis dibarengi dengan belajar. Update artikel yang intens dalam blog sudah pasti akan membuat blog itu ramai pengunjung dengan sendirinya.

Itulah beberapa hal mengapa banyak blogger yang menyerah ditengah jalan. Tulisan yang saya buat tidak bermaksud untuk menggurui apalagi saya tahu jika blog ini memang banyak sekali pembacanya adalah blogger professional. Jika ada yang salah mohon dimaafkan dan silakan masukkan kritiknya. Terimakasih untuk blog Juragan Cipir yang sudah memuat tulisan saya ini.

Penulis: Muslih Maulana

Bagikan:
14 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.