Menemukan Passion Dalam Hidup Kita

Ini tulisan ke 9 saya.. lama juga ya sampai artikel ke 30.   Artikel ke 30 = 100 rb.. hehehe. Kalau cuma semata-mata mengejar 100 rb mah gak usah saya menjadi contributor di juragan cipir. Kalau saya mau uang banyak lebih baik saya menerima tawaran teman di malaysia untuk membuka sebuah pesantren di sabah dan tawarannya saat itu adalah gaji bersih 3000 ringgit Malaysia/bulan.

Atau saya kembali menjadi asisten penulis scenario, karena masih ada peluangu ntuk itu. Atau saya menjadi pengajar di berbagai ponpes mengenai hakekat hidup. Tapi mengapa itu semua saya tolak? Apa yang salah dengan semua itu?

Saat ini saya lebih memilih sebagai coordinator TPA di kampung. Memang kadang ada teman di dunia maya yang menceritakan masalahnya, kemudian saya memberikan solusi. Tapi saya tidak pernah membuka jasa konsultasi. Jadi apapun yang saya berikan bukan semata-mata bertujuan uang, dan efek baliknya sungguh luar biasa.

Saat ini saya memiliki sebuah netbook, smartphone dan computer semata-mata pemberian dari orang lain. Itu karena apa? ya karena saya berusaha memberikan yang terbaik, tidak hanya bagi sesama manusia tapi juga kepada alam sekitar.

Mengapa saya bisa memberikan yang terbaik? ya karena saya telah menemukan passion dalam hidup saya. Lalu apakah passion itu? Arti passion dalam bahasa sederhana adalah perpaduan antara kenikmatan, makna dan perasaaan.

Terus apakah hubungannya dengan blog juragan cipir? Saya menemukan kedekatan emosi yang erat antara pemilik blog ini yaitu mbak Indri. yang membuat saya bergairah untuk menulis. Dan saya yakin mbak Indri telah menemukan passion dalam hidupnya.

Itu dibuktikan dengan artikel mbak indri yang selalu meledak-ledak, tidak pelit dengan ilmu adsense yang dimiliki dan selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi pembaca blogger di sela-sela kesibukan beliau sebagai ibu dari 2 orang anak.

Lalu bagaimana bisa menemukan passion dalam hidup kita? Di sini saya kutip nasehat dari Martin Luther King Jr, “Jika Anda menjadi penyapu jalanan, Anda harus menyapu jalan layaknya Michael angelo melukis, sejenius Beethoven menggubah musik, atau seindah tulisan Shakespeare”.

Anda harus menyapu jalan begitu baik sehingga semua tentara surga dan Bumi akan berhenti sejenak dan berkata, ‘Di sini tinggal penyapu jalanan yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik’.

Apakah saat ini kita telah bekerja sesuai dengan passion kita? atau kita bekerja hanya semata-mata demi uang? Apakah artinya penghasilan 20 juta / bulan bila kita melakukan pekerjaan itu karena keterpaksaan, karena demi uang. Memang uang itu penting, tapi sekali lagi bagi saya pribadi uang bukanlah tujuan utama hidup manusia.

Bila kita bekerja tidak dengan passion, percayalah maka suatu saat nanti kita akan strees dan memerlukan tempat pelarian untuk menghindari kepenatan hidup. Orang yang bekerja dengan passion tidak akan memerlukan pantai atau gunung untuk menghilangkan stress ataupun segala macam efek negative yang ditimbulkan dari rutinitas pekerjaan. Karena orang yang bekerja dengan passion telah menikmati pekerjaannya. Segala tantangan dalam pekerjaan akan mudah dilaluinya karena pekerjaannya itu adalah passionnya.

Dan menemukan passion dalam hidup ini memerlukan proses pencarian tentang makna hidup kita sebenarnya. who am I ? siapakah diri kita sebenarnya. Itulah passion kita. Semoga bermanfaat.

( i ) Jangan lupa lihat juga Perjalanan Wisata ke Pulau Dewata Bali Yang Tak Terlupakan.

Penulis : Risman Aji Darmawan
(Terverifikasi)

Address : Desa Kasihan, Kab. Bantul, Jogjakarta

Facebook : Risman Aji Darmawan

Google+ : +Risman Aji

Ingin Berbagi Pengalaman Unik Anda di Internet? Kirimkan di Blog Juragan Cipir.

Bagikan:
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.