Mana Kandungan Protein yang Terbanyak? Tahu atau Tempe?

Orang-orang Indonesia pasti sangat paham dengan makanan berikut ini. Yap, keduanya ini adalah makanan yang sangat merakyat, tahu dan tempe.

Bahkan, di antara mereka juga ada yang menyukai tahu saja, ada juga yang menggemari tempe saja. Akan tetapi, banyak juga yang menyukai tahu dan tempe tersebut.

Kedua makanan ini mudah diolah dain dikreasikan menjadi menu lezat. Bahkan, tak tanggung-tanggung, jika variasi tersebut sangat menawan, maka bisa jadi makanan ini bisa menjadi makanan yang memiliki nilai jual tinggi.

Walaupun makanan yang murah alias merakyat, namun makanan ini tetap sehat dan kandungan proteinnya bagus bagi tubuh kita. Tahu dan tempe cocok menjadi sumber protein pengganti dari daging. Akan tetapi, mana protein yang lebih baik dari kedua makanan tersebut?

Produk kedelai yang bersifat non-transgenik ini menjadi salah satu sumber protein yang cukup sehat, yang mana bisa Anda gunakan sebagai salah satu alternatif, apabila Anda sedang mengurangi mengonsumsi daging.

Jika kita lihat lebih dalam perbandingan ini, di dalam 1 porsi (1/2 cangkir), tahu ternyata mengandung sebanyak 10 gram protein dan tak kalah ada serat sebanyak 0,5 gram. Sementara itu, tempe di dalamnya terkandung sebanyak 15,4 gram protein dan serat 3,5 gram dalam porsi yang sama.

Jadi, bisa disimpulkan jika protein dan serat yang terkandung di dalam tempe jauh lebih banyak dibandingkan dengan di dalam tahu. Tidak hanya itu saja, tempe juga unggul lagi, karena bisa membuat Anda lebih cepat kenyang karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi.

Tempe yang mengandung kalori lebih tinggi, dengan memiliki sebanyak 160 kalori, berbeda dengan tahu yang hanya 97 kalori saja, tempe juga sangat baik bagi tubuh karena mengalami pemrosesan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahu.

Jika Anda bosan apabila memakan tempe begitu-begitu saja, Anda bisa mengolahnya menjadi makanan istimewa, seperti contohnya dalam bentuk salad, sup, atau beragam menu pilihan lain yang menambah sehat tubuh Anda.

Kurangi juga untuk menggoreng, karena minyaknya yang tidak baik bagi tubuh. Jadi, jika ingin lebih sehat, alangkah baiknya untuk dijadikan sayur saja.

Bagikan:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.