Lima ‘Penipu’ Yang Menyesatkan Calon Pengusaha Untuk Merintis Usahanya

Menurut pengusaha Nasional sekaligus pendiri Universitas Ciputa Enterpreurship Center (UCEC), Ir. Ciputa, untuk membangun ekonomi bangsa dibutuhkan minimal 2% wirausahawan dari keseluruhan populasi.

Tapi, sayangnya dari hitungan Deputy Bidang pengkajian Kemenkop & UKM berdasarkan data dan kriteria yang ditetapkan oleh BPS sebagai lembaga pemerintah yang dipercaya dan kompoten, jumlah pengusaha sukses yang bisa ikut menggerakkan ekonomi Indonesia baru mencapai 1,56% dari total penduduk 240 jiwa , yaitu sebanyak 3,74 juta.

pengusaha-sukses

Kalau menilik angka tersebut tentu saja menunjukkan bahwa pengusaha Indonesia masih belum bisa berbicara banyak untuk menggerakkan ekonomi Indonesia. Apalagi kalau kita mengintip jumlah pengusaha dunia, Indonesia masih tertinggal jauh.

Sebagai perbandingan, di Negara Asia saja kita masih tertinggal jauh seperti China dan Jepang yang mempunyai wirausahawan sebesar 10%, Singapura mempunyai wirausahawan sebesar 7%, bahkan dengan Negara Jiran Malaysia saja kita masih tertinggal, dimana Malaysia mempunyai wirausahawan sebesar 5%!

Salah satu sebab mengapa angka wirausahawan masih sedikit adalah adanya ketakutan mendirikan usaha. Dimana sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih menjadi pegawai negeri yang jelas keuangan dan masa depannya dibandingkan menjadi pengusaha yang besar resikonya.

Selain faktor tersebut, ada faktor lain yang mempengaruhi ‘calon’ pengusaha untuk merintis usaha, yang kami rangkum dalam lima ‘penipu’ yang menyesatkan calon pengusaha untuk merintis usahanya:

  1. Usia: banyak yang berpendapat sebaiknya memulai usaha selagi muda. Kalau sudah berumur lebih baik menghentikan impiannya menjadi pengusaha. Padahal faktanya tak ada batasan usia ideal untuk berbisnis. Ambil contoh: Kolonel Sanders sang penemu resep Kentucky Fried Chicken yang memulai bisnis franchise-nya diusia 66 tahun!
  2. Tidak ada uang: ini merupakan salah satu alasan terbesar mengapa seseorang tidak mau menjadi wirausahawan. Padahal uang hanyalah sebuah jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Tanpa uang pun kita masih bisa mencapai tujuan yang sama.
  3. Kompetesi: ini faktor selanjutnya yang menghantui calon pengusaha untuk merintis usaha. Mereka terlalu berpikir banyaknya kompetitor tanpa memikirkan banyaknya peluang usaha. Ingat, jangan terpaku pada apa yang dilakukan kompetitor, tapi buatlah terobosan baru dengan cara Anda sendiri agar usaha Anda nantinya dapat berkembang dengan baik.
  4. Tak punya pengalaman: pengalaman kadang menjebak calon enterpreneur pada pengulangan masa lalu. Ingat, teknik canggih hari ini bisa jadi sudah kuno hari ini.
  5. Tak punya waktu: Ingat setiap orang memiliki waktu yang sama setiap harinya. Yang kita perlukan hanyalah pintar-pintar membagi waktu dan menentukan prioritas.

Jangan lupa ketahui juga Fakta Baru Mengenai Kekayaan Bill Gates.

Bagikan:
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.