Larangan Dan Bahaya Menduduki Serta Melangkahi Kuburan

Kuburan ialah tempat dimana kita akan kembali, seseorang yang telah meninggal dan tak lagi bernyawa akan menetap di sebuah tempat yang sangat gelap di dalam tanah, dimana kita hanya berbaring dan merasakan kesendirian yang amat dalam, serta takut akan siksa kubur yang sangat perih, kecuali orang – orang yang beramal kebajikan dan taat kepada Allah.

Hidup di dunia ialah fase awal yang harus kita jalani, hidup di dunia hanyalah mencari bekal dan bersinggah untuk sementara. Karena pada akhirnya kita akan merasakan fase kematian dan juga alam barzah di dalam kubur hingga menuju fase terakhir hidup yaitu di alam akhirat yang kekal selama – lamanya.

Seringkali kita lihat disetiap hari raya biasanya banyak orang yang mengunjungi makam saudaranya┬ádipemakaman untuk berziarah dan membacakan sebaris do’a untuk orang yang telah meninggal. Namun ada hal yang salah dilakukan orang ketika mengunjungi pemakaman, dan ini yang akan kita bahas dan juga perlu anda tahu jika anda yang sering melakukan hal ini namun tidak mengetahui apa larangan┬ádan bahayanya.

Hukum dan Dosa Bagi Orang Yang Menduduki Serta Melangkahi Kuburan

Salah satunya yang sering terjadi ialah kejadian seperti ini, yaitu sering menduduki dan melangkahi kuburan. Orang yang berdatangan dan menuju ke kuburan sanak saudaranya yang berada di pemakaman umum tentu harus melewati banyaknya kuburan – kuburan yang lainnya. Biasanya di pemakaman umum sudah ada jarak selang antara kuburan yang satu dengan yang lainnya dan ini berguna untuk peziarah agar bisa menelusuri seluruh pemakaman.Namun karena semakin lama semakin banyaknya kuburan di tempat pemakaman, jarak selang yang digunakan peziarah untuk berjalan semakin sempit. Ketika pada hari – hari tertentu misalnya pada hari raya, banyaknya orang berdesakan membuat acap kali orang melewati kuburan untuk bisa berjalan ke makam yang dituju.

Begitu juga pada saat orang sedang berada di pemakaman untuk membersihkan kuburan dan berdo’a, peziarah sering duduk di atas makam orang lain dan itu ialah salah perbuatan yang di larang dalam islam. Kuburan itu seperti rumah bagi orang yang telah meninggal. Jika kita menginjak kuburan bagaimana perasaan mayit yang ada di dalam kuburan. Apakah kita pernah memikirkannya.

Untuk menjelaskan hal tersebut Nabi Muhammad SAW bersabda di dalam sebuah hadist yang artinya
“Janganlah Kalian Duduk di atas kuburan dan janganlah kalian shalat menghadapnya.”
(H.R Muslim)

Dan Rasulullah juga pernah bersabda di dalam hadist lainnya :

“Seandainya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api kemudian bara api tersebut membakar pakaian dan mengenai kulitnya, sesungguhnya itu lebih baik dari pada duduk di atas kuburan.” (H.R Muslim)

Dari hadist di atas banyak ulama yang menyimpulkan bahwa hukum duduk di atas kuburan itu ialah makruh. Karena perbuatan ini dianggap sebagai sikap tidak hormat dan adab kepada mayit. Namun ulama membolehkan tindakan tersebut jika ada kebutuhan yang mendesak (Hajat).

Contohnya jika ada seseorang yang ingin menuju ke makam yang untuk berziarah dan berdo’a, namun karena banyaknya orang yang berdesakan menghambat dirinya untuk menuju kesana. Banyak ulama berpendapat membolehkan mengambil tindakan tersebut.

Salah satu Imam terbesar di dalam sejarah islam yaitu Imam Nawawi pernah berpendapat bahwa orang yang bermalam di kuburan ketika tidak ada keperluan khusus hukumnya ialah makruh, karena bermalam di kuburan dapat menyebabkan rasa sepi dan kegalauan di dalam diri. Sedangkan Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Ahmad Ibnu Salamah Al-Qulyubi juga menambahkan bahwa hukum buang air besar dan buang air kecil diatas kuburan orang muslim adalah haram.

Maka dari itu pembaca yang budiman, kita tak pernah tahu bagaimana keadaan si mayit yang berada di dalam kubur di saat kita menginjak dan menduduki kuburan tersebut. Karena seperti yang pernah kita bahas di atas. Bahwasanya kuburan ialah tempat peristirahatan layaknya rumah bagi kita yang masih hidup di dunia. Namun hanya Allah yang maha mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui makhluk-Nya.

Demikianlah pembahasan mengenai Larangan Dan Bahaya Menduduki Serta Melangkahi Kuburan, semoga dari ulasan di atas kita dapat mengambil pelajaran untuk diri sendiri tidak lagi melakukan hal tersebut.

Bagikan:
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.