Kisah Memalukan Timnas Portugal di Piala Dunia 1986

Bicara sepakbola tak hanya soal kehebatan pemain, atau kepiawaian si pelatih dalam meracik tim. Banyak sisi lain dari arena lapangan hijau. Sisi lain yang acapkali tak begitu banyak diketahui publik.

Salah satunya adalah cerita soal aksi ‘demonstrasi’ yang dilakukan para pemain tim nasional Portugal. Jadi, soal aksi unjuk rasa bukan monopoli para aktivis, mahasiswa, atau para pemimpin organisasi buruh. Para pemain bola pun bisa melakukannya.

timnas-portugal
Timnas Portugal pernah punya kisah memalukan saat ikut Piala Dunia di Meksiko tahun 1986

Dikisahkan, tahun 1986,  tim Portugal berhasil lolos ke Piala Dunia yang digelar di Meksiko. Portugal lolos ke Meksiko dengan susah payah, setelah unggul 1-0 atas Jerman Barat di Frankfurt yang sudah memastikan diri lolos.

Saat di Meksiko, tim nasional Portugal memilih Saltillo, sebuah kota kecil sebagai base campnya. Kekisruhan pun dimulai dari kota tersebut. Kota tersebut, ternyata letaknya dekat dengan Texas yang terkenal sebagai kota hiburan.

Koran-koran lokal di Meksiko pun kemudian ramai-ramai memberitakan kebiasaan para pemain Portugal yang gemar menyebrang perbatasan untuk cari hiburan. Banyak diberitakan, para pemain Portugal suka ‘jajan’ perempuan penghibur di Texas. Tak pelak, berita itu pun jadi heboh di Portugal. Publik di Portugal, mulai mengkritik tim nasionalnya.

Tapi ada sebuah cerita yang hingga kini diangap sebagai aib dalam sejarah sepakbola Portugal. Saat di sana, para pemain Portugal mulai mempersoalkan besaran bonus pertandingan yang harusnya mereka terima dari Federasi Sepakbola Portugal (FPF). Mereka, para pemain Portugal, merasa bonus tak sepadan. Salah satu yang digugat adalah kompensasi dari pemakaian atribut sponsor yang tersemat di seragam kesebelasan. Para pemain meminta hak bagian. Tapi, FPF tak memberikannya.

Sampai kemudian, para pemain tim nasional Portugal pun berunjuk rasa dan mengeluarkan ancaman. Mereka mengancam mogok main, jika masalah bonus dan kompensasi sponsor tak diselesaikan. Mereka ogah bermain di Piala Dunia.

Tapi akhirnya, tim nasional Portugal mengalah. Mereka turun bermain di babak penyisihan grup. Lawan pertama yang dihadapinya adalah Inggris. Ajaib, meski bermain dengan suasan hati dongkol Portogal dapat mengalahkan Inggris dengan skor 1-0. Nah, dalam pertandingan melawan Inggris pun ada hal yang menarik.

Merek sponsor yang tertera di kostum pemain ditutupi. Pada pertandingan kedua, Portugal melawan Polandia. Sayang kalah tipis 1-0. Portugal makin terpuruk setelah kalah 1-3 dari tim nasional Maroko di pertandingan ketiga. Padahal Maroko dianggap tim paling lemah di grup tersebut. Akhirnya Portugal pun tak lolos ke babak berikutnya. Bahkan jadi juru kunci grup, hanya dengan sekali menang.

#Disarikan dari buku, ” Football Villains” yang ditulis Owen A McBall

Jangan lupa baca juga Kalau Ini Terjadi, Tak Akan Ada Gol Tangan Tuhan.

Bagikan:
7 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.