Ketika Hujan Gerimis di Alun-alun Kota Malang

Pada suatu pagi hari di hari minggu yang ceria, saya berangkat ke kota malang naik motor dan dibonceng oleh mas +Hena Wirasatya . Acara ini sudah saya rencanakan sebelumnya, yaitu hendak membeli komponen komputer yang rusak setelah 3 minggu saya gak bisa buka blog sama sekali.

Namun sejak pagi hari sepertinya cuaca kurang mendukung, saya melihat ada mendung hitam di langit di sepanjang perjalanan. Tetapi saya cuek aja karena ini memang musim hujan alias “rendeng”. Jika tidak saya paksakan berangkat, bisa-bisa selama musim rendeng saya pensiun dari dunia blogger hehehe ๐Ÿ˜€

Silakan teman-teman tengok juga kisahnya Ketika Komputer Seorang Blogger Sedang Rusak. Akhirnya saya berhasil mendapatkan apa yang saya cari, yaitu motherboard komputer yang harganya sama seperti membeli komputer baru, hmmm ๐Ÿ˜€

Sebagai orang desa yang saba kota, tentu saja sisa waktu tersebut saya gunakan untuk menikmati keindahan alun-alun di kota malang sambil makan bakso kikil pedas sama tahu petis, maunya sih gitu.

Pada waktu itu jarum jam masih menunjukkan jam 12 tengah hari waktu setempat dan sinar matahari masih menyinar meskipun bersusah payah menembus lapisan awan mendung.

Langkah pertama adalah seperti biasa, yaitu menonton penonton, alias melihat macam-macam wajah orang-orang yang berlalu lalang di alun-alun. Terdapat banyak anak-anak bermain scooter di pelataran alun-alun, serta ada mbak-mbak cantik yang rupanya sedang mencari pacar tapi gak nemu-nemu.

Beberapa ibu penjual makanan dan minuman ringan duduk termenung menunggui dagangannya yang hari itu rupanya sedang sepi, maklum cuaca kurang mendukung karena mendung hitam mulai menebal di atas alun-alun kota malang.

Beberapa saat kemudian gerimis mulai jatuh dan orang-orang mulai kabur untuk mencari tempat berteduh, sementara beberapa anak-anak tetap asyik melanjutkan permainannya bermain scooter.

Saya berusaha bertahan di alun-alun karena saya masih baru saja tiba disini beberapa menit yang lalu dan belum mendapatkan banyak gambar untuk bahan postingan di blog ini. Tapi gerimis semakin deras, akhirnya saya ikut kabur bersama orang-orang yang ada disitu dan saya merebut salah satu tempat berteduh yang mereka gunakan atau dalam bahasa jawa disebut “ndusel“.

Saya ndusel di kerumunan orang-orang yang berteduh di rumah pondok di bawah pohon beringin besar di alun-alun.

Di depan ramayana department store inilah saya berteduh dan menghabiskan sisa waktu di alun-alun kota malang. Rencana makan bakso dan tahu betis di tengah alun-alun menjadi gagal total karena para pedangang dipaksa pergi meninggalkan tempat oleh hujan yang nakal.

Daripada nganggur dan bengong saja seperti orang-orang di sekitar saya, maka saya mencabut ipad mini di dalam tas lalu merekam aktivitas di depan sarinah dengan menggunakan ipad mini yang juga baru saja saya beli belum lama ini, lalu video tersebut saya upload di youtube.

Silakan teman-teman saksikan videonya di bawah ini,

( i ) Tapi maaf, mungkin video ini resolusinya kurang begitu bagus karena saya masih belajar menggunakan ipad mini baru pada saat itu, namun berikutnya semua video saya benar-benar keren. Ketahui juga rahasianya tentang Cara Membuat Video Keren Dengan YouTube Capture.

^^ Sekian dulu informasi yang bisa saya bagikan kepada teman-teman tentang suasana di kota malang, jawa timur, jangan lupa teman-teman tengok juga bagaimana suasana ketika saya berkunjung untuk melihat Pesona Keindahan Alun-alun Kota Batu di Malang.

Bagikan:
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.