MAAF BLOG MASIH DALAM PERBAIKAN Blog Still Under Maintenance

Ketika Cinta Memang Harus Memilih

Ada yang bilang bahwa cinta pertama itu tak pernah mati . Ibarat sebuah arwah penasaran yang selalu membayangi kemananapun anda melangkah .Itu pun yang pernah terjadi pada diri saya . Rasa  kesedihan yang teramat dalam   kerap menghantui saya selama perjalanan saya menjadi musafir . Karena dahulu bukan karena saya tidak mencintainya lagi , tapi karena keadaan yang memaksa saya untuk pergi .

wajah2

Walaupun selama perjalanan menjadi musafir , saya kerap bertemu dengan wanita wanita cantik , tapi yang namanya hati itu tidak bisa dibohongi . Walaupun wajahnya tidak terlalu cantik ,namun kecantikan hatinya yang membuat dia menjadi sosok tak terlupakan hingga saat ini . Wajahnya kadang selalu menari nari didepan mata saya .  Membuat saya tak bisa pindah ke lain hati . Pembaca juragan cipir yang penasaran dan ingin tau dengan siapa cinta pertama saya berlabuh   ,silahkan searching simbah google .Nama lengkapnya adalah Idha Widi Arshanti . Untuk mengusir rasa rindu , saya kerap mendoakannya … al fatehah .

Ntah doa saya mujarab atau tidak , tapi yang jelas kini dia telah sukses dalam hidupnya dengan meraih gelar Phd di satu universitas ternama di jerman  dan menjabat posisi penting di kementrian pertanian .

Dan episode musafir kali ini membawa saya kesatu tempat dimana saya berkenalan lagi dengan seorang wanita cantik  .  Yang kehadirannya mengingatkan saya kepada shanti .

Secara tak sengaja seorang teman saya bernama harun membawa saya untuk mengikuti haul akbar sekaligus sowan ke tempat seorang kiyai ternama di daerah situbondo.  Konon kabarnya banyak pejabat pejabat eselon 1 serta pengusaha  dari berbagai daerah yang sering datang bersilaturahmi ke kiai itu .  Sebagai mana adat istiadat pondok pesantren yang ketat . Maka kami pun menunggu .  Untung saja Harun adalah keponakan  kiyai tersebut sehingga disaat menunggu kami leluasa untuk berjalan menuju tempat tempat belajar para santri . Oh ya pondok pesantren itu terbagi 2 . Ada bagian khusus santri lelaki dan ada tempat pula untuk santri wanita . Dan karena seminggu lagi mau ada acara Haul maka pondok pesantren tersebut nampak ramai oleh kesibukan para santri yang mempersiapkan segala sesuatunya agar acara haul akbar dapat terlaksana dengan meriah .

Saat sedang berjalan , ada beberapa rombongan santri wanita melewati kami . Harun mengenalinya lalu memanggil salah satu santri tersebut . “ Azizah ,kemarilah “ ujar Harun .

wajah

Azizah menengok . Saya tertegun ,baru kali ini melihat sosok wanita yang bersinar berwajah indo arab.  Azizah menghampiri kami berdua . Lalu kami berbincang bincang sejenak .  Oh rupanya dia adalah anak bungsu dari kiyai tersebut .  Azizah tersenyum kepada saya ,aih betapa dasyat senyuman itu .  Tak berapa lama azizah pun berpamitan kepada kami karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan .

Tak berapa lama , kami pun bertemu dengan kiyai pimpinan ponpes tesebut .Mohon maaf namanya sengaja saya rahasiakan . Kiyai itu menanyakan kabar harun serta orangtuanya dan juga menanyakan asal usul saya . Ada satu pesan penting yang sampai sekarang saya pakai untuk kehidupan saya .

“Ada yang hilang dari dirimu bila hanya ke fanaan yang engkau kejar … Rebutlah cinta NYA dengan mengejar keabadian “, kiyai itu memberikan tausyiah khusus untuk saya .

Singkat cerita acara haul akbar pun dimulai selama 4 hari dengan rangkaian kegiatan seperti sambutan , bazar , porseni dari santri wanita dan pria , serta  ceramah dari kiyai ternama itu . Hari terakhir diisi dengan acara istighosah dan tahlilan akbar yang dipimpin oleh beberapa kiyai dari daerah tapal kuda .

Disela sela kegiatan kerap saya bertegur sapa dengan Azizah .  Ah andai saja saya anak seorang kiyai tentu saja sudah saya dekati azizah . Lazim bagi kiyai kiyai ternama di Indonesia untuk menjodohkan anaknya ke anak dari kiyai teman mereka . Zaman siti nurbaya memang masih berlaku hingga saat ini untuk urusan perjodohan .

Jadi saya hanya bisa sekedar mengagumi saja , untuk urusan yang lebih jauh apalagi untuk mencintainya dan mencoba memilikinya .. ah bakalan berabe urusannya . Kembali saya teringat dengan shanti .  Sekali lagi hanya doa saja yang bisa saya lakukan , al fatehah .

Tiba di hari terakhir acara Haul Akbar . Kiyai kiyai ternama dengan jubah kebesarannya pun memulai membacakan asma asma Allah ..  suasana menjadi hening .  Setelah pembacaan al fatehah yang dipimpin oleh  kiyai muda yang memimpin acara tersebut kemudian melanjutkan bacaannya “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung , Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah . Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya ….”

Selesai acara istiqoshah , harun pun mengajak saya menemui kiyai muda itu . Ternyata dia calon suami dari azizah .  Setelah menemui kiyai muda itu , Harun juga mengajak saya berkenalan dengan kiyai kiyai sepuh yang ada . Ini adalah suatu kesempatan berharga bagi saya untuk berkenalan . Yang kelak di perjalanan saya selanjutnya akan mempermudah bila ingin mencari tumpangan untuk menginap di pondok pondok pesantren mereka .

Keesokan harinya , kami pun berpamitan dengan kiyai pimpinan ponpes tersebut kemudian tak lupa dengan azizah .  Herannya kekaguman saya dengan azizah sudah berubah , ya mungkin karena sudah tau kalau dia bakalan menjadi milik orang lain . Lagi lagi wajah shanti yang hadir . Al fatehah …

Di akhir kisah ini memang dunia kami ( saya dan shanti ) telah berbeda karena kami sama sama telah mempunyai keluarga kecil serta kesibukan duniawi . Biarlah semua itu hanya menjadi kenangan indah yang tak terlupakan karena cinta memang harus memilih …

Sekali lagi ini adalah kisah nyata dengan beberapa tambahan untuk mempermanis cerita  . Semoga ada yang bisa dijadikan hikmah .

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *