Kenangan Makan Nasi Goreng Pete di Pasar Welahan

Nasi Goreng Pete Welahan. Welahan adalah sebuah kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu saya berkunjung ke rumah kakak saya di desa Gedangan yang berada di kecamatan welahan karena  abang saya menikah dengan orang welahan bernama mbak Manisih.

Tujuan saya waktu itu kangen ingin menemui 2 orang keponakan saya yang bernama Hendy Primasatya dan Hena wirasatya yang waktu itu mereka masih pada blo’on 😀 . Keponakan saya yang paling besar (Hendy) sukanya minta dibelikan es krim campina. Sedangkan adiknya (Hena) sukanya minta dibelikan martabak, kalau tidak dibelikan nangis berok-berok 😀

pasar-welahan

Foto: desagedangan.wordpress.com

Saya berangkat dari malang berdua bersama abang saya dengan naik bus PO. Jaya Utama jurusan Malang – Semarang yang berangkat dari terminal arjosari pada pukul 20.00 wib. Bis berhenti di rumah makan Mojokerto pada pukul 22.00, lalu melanjutkan perjalanan ke Semarang melalui pantura selama semalam penuh. Hembusan angin laut pantura saya rasakan di dalam bis meskipun ruangan tertutup karena menggunakan ace.

Kemudian tiba di terminal terboyo Semarang pada pukul 04.00 dini hari. Saya dan abang berhenti sejenak untuk makan nasi mangut serta membeli oleh-oleh bandeng presto. Setelah itu pada pukul 05.00 pagi hari saya melanjutkan perjalanan ke desa welahan dengan naik bus PO. Coyo Patas jurusan Semarang – Pati, lalu turun di Trengguli, sebuah pertigaan sebelum kota pati. Perjalanan dari semarang – trengguli memakan waktu sekitar 3 jam lebih sedikit.

Kemudian melanjutkan perjalanan lagi dengan naik bis Langgeng jurusan Trengguli – Jepara, lalu turun di Jembatan welahan yang memakan waktu sekitar 1 jam. Disinilah perjalanan panjang saya bersama kakak berakhir. dari jembatan welahan ini saya berjalan kaki ke arah barat sekitar 300 meter, dan tibalah di rumah kakak saya. Kedua keponakan bersorak sorai dengan gembiranya ketika melihat kedatangan ayahnya bersama tantenya datang dari Malang.

Setiap malam saya diajak jalan-jalan ke pasar welahan. Ini merupakan kenangan petama tak terlupakan di pasar welahan ketika malam hari saya makan nasi goreng pete. Pasar welahan sangat ramai, baik siang maupun malam hari. Saya diajak jalan-jalan sambil berbelanja ikan dan buah di pasar welahan, tentunya saya ditraktirin sama abang saya.

Seminggu di welahan, lalu saya pulang lagi ke Malang dengan diantar oleh abang saya hingga terminal terboyo Semarang.  Saya pergi di pagi-pagi buta dan kedua keponakan saya masih tidur pulas.

Kini kedua keponakan saya tersebut telah semakin besar dan mereka menjadi blogger. Mereka sekarang tinggal di Malang bersama abang saya di dekat rumah saya. Kakaknya yang bernama Hendy yang merupakan sarjana IT kini sudah bekerja di sebuah perusahaan bonafit di Jakarta, selain itu ia membuka usaha sampingan sebagai jasa server domain hosting.

Sedangkan adiknya, Hena, kini masih duduk di semester akhir universitas di Malang dan nyambi menjadi publisher adsense. Setiap malam datang ke rumah untuk melihat saya update artikel di blog juragan cipir ini. Setiap liburan keluarga saya selalu mengajaknya berburu gambar di tempat-tempat wisata dan sepanjang pantai di Malang. Rupanya ia berbakat menjadi seorang fotografer jika dilihat dari hasil jepretannya yang very amazing 😀

Salah satu karyanya bisa teman-teman lihat disini: Tendangan Tekwondo Hasil Jepretan Fotografer di Pantai Balekambang.

Pasar welahan menyisakan seberkas kenangan saya yang beberapa tahun telah berlalu. Kini saya rindu dengan pasar welahan. Semoga suatu saat nanti saya bisa berkunjung kembali ke pasar welahan bersama kedua keponakan saya lagi yang kini mereka telah menjadi master blogger 😀

Itulah kenangan saya makan Nasi Goreng Pete Welahan. Jangan lupa teman-teman simak juga Ketika Hujan Gerimis di Alun-alun Kota Malang.

Bagikan:
10 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.