Inilah Cara BNI Tumpas Tuntas Aksi Skimming

Maraknya kasus skimming yang dialami para nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), akhir-akhir ini, membuat semua Bank yang ada di Indonesia berbenah termasuk Bank Negara Indonesia (BNI). Pasalnya kasus  kejahatan skimming telah merugiikan para nasabah.

Kasus skimming bukan kasus baru dalam kejahatan terhadap bank nasional. Ini merupakan kasus lama, namun kewaspadaan bank sangat rendah sehingga kasusnya mencuat barulah mereka secara cepat berbenah.

Direktur Keuangan BNI, Eko menyatakan bahwa setiap bank harus memberikan sosialisasi cara-cara bertransaksi yang aman agar terhindar dari segala jenis kejahatan perbankan. Hal itulah yang selalu dilakukan BNI.

Kemudian Eko menambahkan , level keamanan bank harus selalu ditingkatkan untuk meminimalisir terulangnya kejahatan yang menimpa nasabah. “Artinya kan security emang harus ditingkatkan oleh setiap bank kalau di kami kan edukasi ke nasabah intens.”

Untuk bank BNI sendiri, Eko mengungkapkan sejauh ini belum pernah terjadi kepada nasabahnya yang menjadi korban skimming. Karena BNI selalu melakukan pencegahan dini.

Meskipun BNI belum pernah mengalami kejahatan skimming. Pihak BNI tetap preventif (bersifat pencegahan) dan melakukan pemeriksaan ke semua ATM  secara berkala. Selama ini BNI miliki fraud control unit tiap ada transaksi aneh akan distop transaksinya.

Kasus skimming kartu Automated Teller Machine (ATM) rentan menimpa nasabah di bank terutama mereka yang sering melakukan aktivitas transaksi atau pun tarik tunai di mesin ATM.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah menggunakan kartu ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

Kebanyakan para penjahat skimming adalah orang asing. Meskipun sekarang polisi berhasil membekuk beberapa orang yang diduga adalah pelaku skimming, namun warga harus tetap waspada.

Bagikan:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.