Ini 3 Rekomendasi Tim Pencari Fakta Pembunuhan Munir

Berita tentang dokumen hasil penelitian Tim Pencari Fakta atau TPF Munir sempat jadi sorotan. Dokumen itu banyak diberitakan, karena ternyata pihak Sekretariat Negara tak menyimpan dokumen tersebut. Seperti diketahui, TPF dibentuk di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tentu, berita tidak disimpannya dokumen TPF Munir di Setneg, sorotan beralih ke SBY, Presiden waktu itu.

By Sindonews.net

Lewat akun twitternya @SBYudhoyono, sempat mengunggah beberapa cuitannya tentang TPF Munir. Dan lewat akun twitternya pula, SBY akan menjelaskan kepada publik tentang keberadaan dokumen hasil penelitian TPF Munir. Hari Selasa, 25 Oktober 2016, SBY menunaikan janjinya. Di kediamannya, di Cikeas, SBY menggelar jumpa pers yang khusus tentang dokumen TPF Munir. Mantan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi didapuk untuk jadi juru bicara dalam jumpa pers tersebut. Berikut isi rekomendasi TPF Munir yang dibacakan Sudi Silalahi.

1. TPF Merekomendasikan kepada Presiden RU untuk nmeneruskan komitmen Presiden dalam pengungkapan kasus pembunuhan Munir secara tuntas, hinga mencapai keadilan hukum. Untuk itu perlu dibentuk sebuah tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat untuk menindaklanjuti dan mengembangkan temuan-temuan TPF, serta mengawal seluruh proses hukuk dalam kasus ini termasuk dan terutama yang dapat secara efektif menindaklanjuti proses pencarian fakta di lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN).

2. TPF merekomendasikan kepada Presiden RU untuk memerintahkan Kapolri melakukan audit atas keseluruhan kinerja tim penyidik kasus meninggalnya Munir dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kapasitas penyidik Polri secara profesional dalam mengusut tuntas permufakatan jahat dalam jangka waktu yang wajar.

3. TPF merekomendasikan kepada Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri agar melakukan penyidikan yang lebih mendapam terhadap kemungkinan peran Indra Setiawan, Ramelga Anwar, AM Hendropriyono, Muchdi PR dan Bambang Irawan dalam permufakatan jahat melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir.

Jangan lupa baca juga Sejarah Nomor Urut 1 yang Dianggap Nomor ‘Kutukan’

Bagikan:
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.