Ingin Beli Kaplingan Tanah Dengan Ukuran Apapun, Coba Perhatikan Hal – hal berikut :

Kakak sepupu saya membuka usaha dalam bidang jual beli tanah kaplingan dan dahulu  saya sering main ketempat usahanya. Keseringan main dan nyambi jadi salesman inilah saya mulai sedikit tahu tentang seluk beluk tanah kaplingan.

Di tulisan kali ini saya sedikit memberikan masukan untuk orang yang ingin membeli tanah kaplingan dengan ukuran apapun. Mungkin akan berguna.

  1. Tujuan Pembelian Kaplingan Tanah

Jika ingin membeli tanah kaplingan, perhatikan apa motivasi kita. Apakah hanya untuk sekedar Investasi dalam bentuk tanah ? atau untuk didirikan rumah Pribadi diatas tanah tersebut ?

Jika untuk investasi, sebaiknya pilihlah pada lokasi yang paling depan walau harganya mahal, jangan pilih yang dipojokan atau sudut walau harga yang ditawarkan sangat murah.

Semakin strategis lokasi tanah kaplingan yang kita beli, maka potensi keuntungan dimasa akan datang juga akan semakin besar.

Biasanya para penjual tanah kaplingan enggan menjual tanah yang memiliki lokasi strategis secara terburu – buru. Sebab tanah tersebut harga permeternya akan mudah naik secara berlipat ganda dibandingkan dengan tanah kaplingan yang berada di pojokan.

Kalau kita ingin membeli tanah kaplingan dengan lokasi yang strategis sebaiknya kita lakukan pendekatan dahulu dengan bagian marketingnya, untuk mengetahui rahasia tanah kaplingan mana yang belum terjual namun lokasinya strategis.

Kalau kita lihat brosur, maka tanah kaplingan yang srategis tersebut, mungkin sudah ditandai seolah – olah sudah dibeli orang lain, padahal kenyataanya belum terjual.

Nah dengan Pedekate ke pihak Marketing inilah , kita akan mengetahui rahasia dapur mereka.

Jika Tanah Kaplingan yang akan kita beli untuk kita dirikan rumah diatasnya, maka menurut saya sebaiknya pilih tanah kaplingan yang tidak dekat dengan jalan utama, agar penghuni rumah tidak bising dan menjadi nyaman dari gangguan kendaraan bermotor.

Tapi kalau rumahnya juga akan digunakan sebagai tempat usaha, maka lebih cocok untuk memilih tanah kaplingan dipinggir jalan utama yang strategis.

  1. Cek Kepemilikan Tanah Kaplingan

Sebelum memutuskan membeli tanah kaplingan, maka Tanya dulu siapa pemilik tanah kaplingan tersebut. Pihak pribadikah ? atau Milik suatu badan usaha ?

Jika sudah tahu, maka coba Tanya – tanyakan kembali dengan orang yang  berada dilingkungan tanah kaplingan itu berada, apakah mereka memang betul ( si penjual ) pemilik tanahnya. Jangan sampai Anda berhubungandengan  calo, sebab harganya mungkin saja lebih mahal dari harga aslinya.

Minta perlihatkan Bukti ke pemilikan tanah kaplingan, pastikan surat tanahnya Syah secara hukum, coba kita foto suratnya kemudian kita cek kebenaran surat tersebut dikantor mana dibuat, agar kita tidak tertipu.

  1. Teliti Lokasi Kaplingan Yang di Tawarkan

Sebelum membeli tanah kaplingan, pastikan bahwa kita melihatnya secara langsung, jangan sampai membeli kucing dalam karung. Membeli barang diluar karung saja sering kecewa apalagi membeli barang yang belum jelas terlihat.

Tanya kepada orang lain atau perhatikan, apakah tanah kaplingan tersebut asal usulnya adalah tanah rawa –  rawa atau bukan. Jika tanah kaplingan berasal dari tanah rawa – rawa, maka kita harus menyiapkan modal lebih, karena harus menimbun tanah kaplingan tersebut dengan tanah baru, walau kondisi awalnya sudah ditimbun.

Tanah rawa – rawa akan rawan banjir, apalagi lokasi tanah kaplingan yang kita beli tidak jauh dari saluran pembuangan air.

Pastikan juga tanah kaplingan yang kita beli, bukan merupakan tanah timbunan. Sebab tanah kaplingan yang ditimbun belum tentu menggunakan material tanah 100 %, melainkan ada benda lain, seperti pohon – pohon, sampah yang ditumpuk dibagian bawah tanah kaplingan.

Teliti sebelum membeli, lebih baik daripada terlanjur membeli namun akhirnya kecewa.

Bagikan:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.