Hewan Hyena Ternyata Pernah Memangsa Manusia

Halo juragan… Rambut manusia telah ditemukan di hyena poo yang menunjukkan bahwa hewan ini pernah memakan nenek moyang di Afrika pada sekitar lebih dari 250.000 tahun yang lalu.Rambut ditemukan di sebuah fosil yang ditemukan di gua Gladysvale di Lembah Sterkfontein Afrika Selatan. Peneliti dari University of Witwatersrand percaya bahwa hyena secara aktif juga berburu bangkai nenek moyang kita atau memulung mayat.

Rambut lain menunjukkan bahwa hyena berbagi lingkungan mereka dengan warthogs, zebra, impala, dan kudu, serta hominin.

Rambut manusia telah diidentifikasi dalam fosil hyena poo pada sebuah temuan yang menunjukkan bahwa nenek moyang kita juga pernah menjadi mangsa binatang buas ini.

Fosil tersebut ditemukan beberapa tahun lalu di gua Gladysvale di Afrika Selatan, namun baru -baru ini telah dianalisa oleh para ilmuwan yang mengidentifikasi rambut.

Peneliti di Afrika percaya bahwa hyena secara aktif juga memakan nenek moyang kita yang hidup pada sekitar 257.000 tahun yang lalu atau memulung beberapa mayat dan menelan rambut.

Namun menurut laporan Discoveru News, mereka tidak mengesampingkan bahwa hewan tersebut hanya mencicipi camilan rambut manusia yang ditemukan di suatu tempat.

Menurut para peneliti di University of Witwatersrand, kotoran fosil adalah bagian dari “jamban hyena” yang ditemukan di sebuah gua yang terletak di Lembah Sterkfontein Afrika Selatan.

Gladysvale adalah sistem kompleks gua yang terdiri dari beberapa ruang bawah tanah mencapai yang kedalaman sekitar 65 meter.

Phillip Taru dan Lucinda Backwell, penulis penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science, mengatakan bahwa hyena cokelat menjelajahi padang rumput savana seperti yang mereka lakukan saat ini.

Rambut lain menunjukkan bahwa hewan ini berbagi lingkungan mereka dengan warthogs, zebra, impala, dan kudu, serta hominin atau suku nenek moyang di Afrika. Para ilmuwan difokuskan pada pemeriksaan pola skala dan penampang rambut untuk mengidentifikasi rambut fosil.

Para peneliti mengatakan: “Kurangnya sisik rambut telah didokumentasikan dalam subjek rambut manusia ke patologi.

Mereka bahkan menyarankan bahwa nenek moyang kita memiliki banyak rambut rusak karena abrasi akibat menghuni celah-celah bebatuan yang bisa mengurangi jumlah sisik yang ditemukan pada rambut.

Sebanyak 48 rambut yang diambil dari 12 fosil menggunakan pinset halus dan diperiksa menggunakan mikroskop elektron scanning.

Mereka mengidentifikasi asal-usul rambut menggunakan panduan standar serta membandingkannya dengan koleksi sampel dari 15 mamalia Afrika bagian selatan.

Penemuan ini mendukung identifikasi sebelumnya tentang rambut fosil manusia dan memberikan kepada para ilmuwan gambaran yang lebih baik dari komunitas mamalia Pleistosen Tengah lokal, serta wawasan lingkungan di mana muncul manusia kuno dan manusia modern yang hidup di pedalaman benua Afrika. [Daily Mail]

Baca juga:ย 
Gua Fosil Hominid Gladysvale Cave di Afrika

Bagikan:
13 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.