Hati-hati, Stroke Bisa Terjadi Jika Anda Mengidap Insomnia

Gangguan tidur memang sangat tidak menyenangkan. Studi yang baru-baru ini bermunculan juga mengungkap jika seseorang yang memiliki masalah dalam tidurnya, seperti halnya dengan insomnia, maka mampu meningkatkan resiko terkena penyakit stroke nantinya.

Hasil studi yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Neurology, menyebutkan apabila orang-orang yang mengalami kesulitan bernapas di saat tidur beserta dengan gangguan tidur, maka bisa meningkatkan terjadinya resiko terkena stroke.

Simak juga Gula dan Madu, Manakah Yang Lebih Baik Bagi Kesehatan?

insomnia-sulit-tidur

Selain itu, bagi mereka yang sudah terkena stroke, dan dirinya juga sudah pulih, juga cenderung bisa saja kembali terkena stroke.

Bisa dikatakan jika tidur itu sendiri memiliki fungsi restoratif terhadap otak. Hal ini menyebabkan pemulihan dari stroke memiliki keterkaitan dengan adanya tidur.

Tidak hanya gangguan tidur saja yang memiliki resiko untuk terkena stroke menjadi meningkat, tapi di lains sisi, dengan tidur yang kurang dari 6 (enam) jam setiap malamnya juga beresiko terkena stroke juga.

Resiko penyakit kardiovaskular ini biasanya diakibatkan dengan kaitan dari adanya kurang tidur, di mana bisa membuat peradangan yang semakin meningkat di dalam tubuh, dan nantinya akan muncul resistensi insulin.

Dengan kita itu tidur, sebenarnya tidak hanya berguna untuk istirahat saja, melainkan juga mampu dalam membersihkan racun-racun yang tersisa pada otak kita.

Maka, jika disimpulkan, apabila seseorang tidak tidur dengan waktu yang cukup, maka otak tidak memiliki banyak waktu yang cukup untuk bisa membersihkan dirinya sendiri dari berbagai macam racun yang sudah menghinggapi otak. Jika ini dibiarkan, maka lama kelamaan, bisa saja terakumulasi.

Sebenarnya, tidak hanya racun yang menempel di otak saja yang menjadi efek buruk dari kurang tidur, dan juga bukan stroke saja. Dampak negatif dari adanya kurang tidur itu sendiri juga mengakibatkan memori yang menjadi lemak, membuat konsentrasi menjadi lebih berkurang, bahkan hingga resiko untuk bisa terkena demensia.

Mengingat, tidur bukanlah menjadi salah satu aktivitas yang sepele, karena dengan tidur ini otak kita bisa beristirahat lagi, dan tubuh juga dalam kondisi yang istirahat, beda dengan jantung yang tetap terus bekerja.

Maka dari itu, jika Anda telah beristirahat dengan cukup, maka di saat Anda bangun, badan terasa segar dan nyaman karena racun-racun sudah hilang, dan bisa memulai kegiatan dengan stamina yang pulih dan badan yang sehat, ini sendiri yang merupakan manfaat dari tidur dan baik bagi kesehatan tubuh kita.

Baca juga Awas Berbahaya! Remaja Kini Malah Gemar Gunakan Rokok Elektrik.

Bagikan:
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.