Hati-hati! Penyakit Kaki Gajah Sedang Mewabah di Seluruh NTT

Penyakit Kaki Gajah Kronis (Filariasis) saat ini sedang mewabah luas di Provinsi NTT atau Nusa Tenggara Timur. Penyebaran penyakit tersebut hampir merata terjadi di 23 kabupaten/kota di NTT. Jadi anda harus hati-hati karena penyakit ini menular.

penyakit-kaki-gajah
Ilustrasi penyakit kaki gajah, foto: merdeka.com

Seperti dilansir merdeka.com melalui ANTARA, “Kementerian Kesehatan RI mengkategorikan NTT sebagai provinsi endemik penyakit kaki gajah di kawasan Timur Indonesia bersama Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara,” terang Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2) Dinas Kesehatan NTT, Joyce Tibuludji, di Kupang.

Jumlah penderita penyakit kaki Gajah di Nusa Tenggara Timur saat ini terus melonjak. Hingga tahun 2014 telah tercatat ada sebanyak 2.834 orang yang mengidap filaria atau kaki gajah kronis.

“Jumlah penderita kaki gajah kronis se-Provinsi NTT hingga akhir 2014 mencapai 2,843 kasus, dan telah menempatkan NTT sebagai salah satu provinsi endemik penyakit kaki gajah di Indonesia,” ungkap Joyce.

Menurut Joyce, dari total jumlah penderita tersebut diperkirakan pola penularannya terdiri dari 1 kasus kronis, ada 10 kasus akut dan yang 100 kasus sudah tertular namun belum memunculkan gejala ke kasus kaki gajah. Sehingga apabila ada 2.843 kasus kronis, maka diperkirakan terdapat 28.430 kasus akut, namun belum menimbulkan gejala dan belum berpotensi menular ke orang lain.

Pemerintah pusat telah memulai gerakan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (Belkaga) di Kabupaten Cibinong, Jawa Barat, pada tanggal 1 Oktober mendatang. Pemberian obat pencegahan massal (POPM) tersebut dilakukan secara serentak dan merupakan solusi untuk mengatasi penyakit ini.

“Gerakan ini perlu mendapat dukungan semua pihak dari berbagai kalangan, termasuk dari daerah yang tidak endemik penyakit ini, karena bukan tidak mungkin ke depan akan merambah sehingga ke wilayah lain dan perlu pencegahan sejak dini,” papar Joyce.

“Untuk pencegahan, obat ini cukup diminum satu kali dalam setahun, namun harus diminum berturut-turut selama lima tahun,” imbuh Joyce.

Untuk tingkat nasional, jumlah penderita penyakit kaki gajah atau filariasis di Indonesia mulai memasuki fase mengkhawatirkan. Saat ini tercatat ada 105 juta orang di seluruh Indonesia mengidap penyakit kaki gajah. (ANTARA / Merdeka.com)

Jangan lupa simak juga Mapolda Jateng Terbakar Hebat, Atap Gedung Ambruk.

Bagikan:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.