Gejolak Hati Mahasiswa Tingkat Akhir

Gejolak Hati Mahasiswa Tingkat Akhir – Semangat tersulut api dengan begitu kejam meregang naluri otak kiri, langkah terbesit gesa untuk meraih si hitam diatas putih.

Mengeluh tak dapat di hindari, ketika argumen brilian disampahkan oleh penguasa toga, membuat panas dingin sanubari berubah tidak teratur.

Ketika raut wajah meringgis menatapi lembaran kertas yang penuh dengan kreasi dadakan penguasa toga, disitu membuat beliau tersenyum hebat dengan wajah keki nan ngilu.

Berharap menemukan jalan keluar, tetapi apa daya, jalan masuk gersang nan kasar yang ditemukan, berdiri rumput-rumput tajam yang selalu mengintai untuk menghembuskan ke putus asaan.

READ  Selamat Merayakan Malam Tahun Baru 2014

Seiring waktu berjalan, batin semakin terkoyak, ketika melihat fisik sang ayah yang sudah tak sama sewaktu dulu, Pertanyaan sang ayah yang selalu menjadi motivasi “Kapan Selesai?“.

Akhirnya hanya bisa tertegun dengan menundukkan kepala sembari menjawab “Sebentar Lagi“. Walau dalam hati sebenarnya memiliki jawaban yang mewakili curahan hati “Jiwa, Otak dan Raga Sudah Dikerahkan Untuk Mengikuti Proses, Tetapi Proseslah Yang Selalu Lari dan Menunda”.

Suasana hening menemani dimalam yang penuh Doa, dengan setitik dua titik perhiasan mata terurai tanpa sebab, seakan-akan hati yang kuat dan besar dipaksa untuk rehat sejenak.

READ  Bagaimana Keberuntungan Terjadi?

Doa yang bertubi-tubi, dipanjatkan secara tulus dan penuh pengharapan. Namun hanya satu yang dipinta. “Sehatkanlah Kedua Orang Tua Ku, Agar Dapat Menyaksikan Perayaan Dari¬†Amanah Tugas Yang Selesai, Untuk Kado Mereka. AMIN

Sekian corat-coretan hati tentang Gejolak Hati Mahasiswa Tingkat Akhir. mohon maaf atas kesederhanaan teknik tulisan maupun makna kalimat.

To Be Continue =D

Gambar Gravatar
Tidak ada yang terlalu istimewa, hanya berusaha untuk selalu berkarya. Keep Moving.