Balasan Forum telah dibuat

Melihat 30 tulisan - 1 sampai 30 (dari total 39)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • valen
    Peserta

    mbak indri, yang dimaksud “pengunjung robot google” itu apa/gimana ya? soalnya blog saya juga sering mendapat kunjungan dari dua alamat itu (icl#googleusercontent#kom dan googleweblightkom). sewaktu saya klik dari dasbor, yang terbuka adalah blog saya, namun dalam bentuk yang sangat sederhana. ada tulisan di laman itu, kira-kira seperti ini (saya tidak hafal persisnya), “karena laman yang anda kunjungi memiliki loading yang lambat, kami tampilkan dalam bentuk seperti ini.”

    apakah memang semua blog mendapat kunjungan seperti itu mbak? soalnya, saya baru mendapati dua alamat itu akhir-akhir ini saja. sebelumnya tidak pernah sama sekali.

    atas balasan kepada: Muncul hal-hal aneh di blog #8440
    valen
    Peserta

    Setengah harian ini cuma ngurusin urusan aneh ini, dan nggak juga berhasil. Tadi saya sudah menghapus kode script js’ di template, tapi hasilnya tetap sama. Tadi juga sudah mencoba mengganti template bawaan blogger, dan hasilnya gak berubah. Gambar kecil aneh itu tetap aja muncul dimana-mana.

    Ternyata eh ternyata… gambar aneh itu muncul dari badge DMCA. Bukan dari template. Bagi yang mungkin juga (sedang atau akan) mengalami masalah aneh seperti yang saya alami, ada penjelasan bagus di sini: http://www.wartaiptek.com/2015/06/cara-menghilangkan-test-this-stream.html

    Berikut ini adalah kode yang disisipkan DMCA di blog saya: <script src=”https://streamtest.github.io/badges/streamtest.js&#8221; type=”text/javascript”></script>

    Setelah kode itu saya hapus, masalah pun selesai. πŸ˜€

    atas balasan kepada: Muncul hal-hal aneh di blog #8430
    valen
    Peserta

    Maksudnya “menghapus csript yg ada kode js’” itu gimana mbak? maksudnya, gimana cara kita mengenali scrip tersebut? Apa semua bagian script yang ada kode js perlu dihapus?

    Lha soal gambar thumbnail yang berubah bentuk itu, gimana solusinya mbak? trims.

    valen
    Peserta

    Wah, saya baru tahu soal ini. Sebelumnya, saya kadang mem-publish artikel “seenaknya sendiri”. Kalau pas ada banyak, ya saya publish sekaligus, karena saya pikir lebih irit waktu. Maksudnya, setelah urusan publish artikel selesai, saya bisa melakukan hal lain di dunia nyata (yang tidak bersangkut paut blog/internet).

    Oke, trims mbak indri. Besok-besok saya akan lebih hati-hati.

    valen
    Peserta

    Maaf, ikut nimbrung.

    Mbak indri, saya penasaran dengan penjelasan ini, “publish 5-25 artikel perhari aman2 aja asalkan ada selisihnya 1 jam utk masing2 artikel”.

    Apa memang kita nggak boleh publish banyak artikel dalam satu waktu sekaligus ya? Apa ada dampak buruknya? Mohon penjelasan mengenai latar belakang saran tersebut, mbak. Trims.

    atas balasan kepada: Menghapus artikel #8193
    valen
    Peserta

    Ini sekedar saran, mas.

    Kita berencana menghapus suatu artikel di blog, biasanya karena isi artikel itu kita anggap kurang bagus, kurang relevan, sama/mirip dengan artikel kita yang lain, atau karena hal lain.

    Nah, daripada menghapus, kita bisa memperbaiki artikel tersebut. Jika rencana penghapusan karena mirip artikel lain di blog kita, ubah saja isi artikel itu meski masih membahas topik yang sama, sehingga isinya jauh berbeda dengan artikel lain. Jika rencana penghapusan karena dianggap isi artikel sudah tidak relevan, perbarui saja dengan data terkini, sehingga lebih relevan, dan lain-lain.

    atas balasan kepada: Gangguan orang sirik selama ngeblog #8190
    valen
    Peserta

    Terima kasih mbak indri, atas tanggapannya.

    Sekarang biar saya akan berterus terang saja, agar masalah yang saya hadapi bisa lebih dipahami.

    Sebenarnya, gangguan yang saya alami bukan hanya pengalihan trafik dari blog saya ke web lain. Jika hanya itu masalahnya, tentu kita bisa menganggap itu pencurian trafik, dan kita bisa melaporkannya ke Google sebagaimana yang disarankan mbak indri. Tapi sebenarnya, yang terjadi pada saya bukan sekedar itu.

    Terus terang, sebenarnya, saya bisa memperkirakan siapa pelakunya, dan kenapa dia sampai melakukan hal tersebut. Ceritanya begini. Ada blogger cowok (sebut saja A) naksir blogger cewek (sebut saja B). Yang jadi masalah, si B ini justru naksir saya. Bukan hanya naksir, dia sampai ngejar-ngejar saya dengan agresif, sampai banyak blogger di lingkungan pergaulan kami tahu semua.

    Nah, dari situ, si A jadi jengkel sama saya. Padahal, saya sama sekali tidak mengurusi si B, meski tahu dia naksir dan ngejar-ngejar. Tapi mungkin karena cinta buta, si A menganggap saya “merebut” si B atau semacam itu. Kenyataannya, sampai sekarang saya tidak ada hubungan apa-apa dengan si B. Saya malah menjauh dari si B, karena tidak nyaman dengan agresivitasnya.

    Dari situlah kemudian mulai muncul aneka gangguan di blog saya. Di antaranya adalah pengalihan trafik sebagaimana yang saya ceritakan di atas. Tapi itu sebenarnya bukan pencurian trafik, karena web yang mengambil trafik dari blog saya bukan milik si A. Itu bahkan web luar negeri entah milik siapa. Tujuan si A mengalihkan trafik dari blog saya ke web dewasa tersebut lebih mungkin sebagai pencemaran nama baik, agar para pembaca blog saya berpikir saya memiliki afiliasi dengan web saru tersebut.

    Itu salah satu contoh gangguan yang saya alami. Contoh lainnya, belum lama widget members (pengikut) di blog saya hilang. Saat saya cek lewat source code, kode-kode untuk widget itu memang tidak ada. Lalu saya benahi masalah itu dari HTML template. Nah, gangguan semacam itu tentu lebih jelas menunjukkan kesirikan, karena bisa dibilang dia tidak mendapat keuntungan apa pun dari perbuatannya, selain mungkin bertujuan untuk mengganggu saya.

    Kemudian, mbak indri, saya kan pakai platform blogspot, dan katanya blogspot sangat aman. Tapi kok bisa diganggu kayak gitu ya? Ada saran nggak, biar blog kita bisa lebih aman dari gangguan orang usil/sirik semacam itu?

    atas balasan kepada: Ingin Konten 100% Unik #8182
    valen
    Peserta

    Saya sepakat dengan mbak indri dalam hal ini. Satu-satunya “tools” yang bisa diandalkan untuk tahu apakah artikel kita unik atau tidak adalah pikiran kita sendiri. Lebih khusus, kejujuran kita sendiri. Mau pakai tools apa pun, kalau artikel kita hasil copas, kita tidak bisa membohongi diri sendiri.

    Bahkan, bisa jadi, munculnya aneka tools pengecek artikel di internet semacam itu karena banyaknya orang yang suka copas, tapi tidak ingin ketahuan copas. Bukan berarti saya nuduh anda copas lho, mas ivan. πŸ˜€

    Kesimpulannya sih, tulis saja sesuatu dengan cara kita sendiri, dengan pikiran kita sendiri, dengan kata-kata kita sendiri. Secara logika, memang selalu ada kemungkinan bagian artikel kita mirip dengan artikel lain, meski kita tidak menirunya, atau bahkan kita tidak tahu sama sekali artikel yang mirip itu. Internet jauh lebih luas dari bayangan kita, dan ada triliyunan artikel di luar sana. “Kebetulan” selalu bisa terjadi, dan itu sudah di luar kuasa kita.

    selain itu, faktanya memang banyak sekali rangkaian kata yang benar-benar mirip, meski ditulis orang yang berbeda. Misalnya, “oleh karena itu”, “setelah itu, saya pun…”, “akibat yang terjadi adalah…” dll. Rangkaian kata-kata semacam itu umum digunakan banyak orang, dan tidak menutup kemungkinan tools yan kita gunakan mendeteksi rangkaian kata semacam itu sebagai kemiripan.

    Jadi, kalau kita memang menulis sesuatu berdasarkan pikiran dan kata-kata kita sendiri, tidak usah terlalu merisaukan tools. Persoalan apakah kemudian artikel unik yang kita tulis dideteksi sama atau mirip dengan artikel lain oleh suatu tools, anggap saja tools itu yang tidak beres. πŸ˜€

    atas balasan kepada: Dilema template responsif #8053
    valen
    Peserta

    Lha saya memang pakai template yang 100% responsive, mas @situsaya. Makanya ini jadi bahan pertanyaan di sini. πŸ™‚

    Terima kasih, mbak indri, atas pencerahannya. Saya baru tahu ternyata beda ya antara template responsive dan template mobile friendly. Saya pikir template mobile friendly itu ya template responsive, jadinya selama ini saya menganggap dua istilah itu satu arti. Kalau nggak keberatan, tolong dong dijelasin lebih gamblang, biar yang awam kayak saya bisa lebih paham. Mungkin bisa dibikin artikel tersendiri saja (biar penjelasannya lebih detail), karena bisa jadi masih banyak orang yang masih bingung atau belum bisa membedakan keduanya.

    Terus, mengenai saran di atas, sudah saya laksanakan, dan hasilnya mengagumkan! Saya bener-bener senang. Hatur nuhun! πŸ˜€

    atas balasan kepada: Dilema template responsif #8039
    valen
    Peserta

    Terima kasih, mas anggriyawan dan mas tutor atas penjelasannya.

    Memang solusi untuk mengatasi dilema ini adalah menggunakan template responsif, yang bisa berubah otomatis saat blog diakses di berbagai perangkat. Dengan template responsif, tampilan blog akan tetap bagus meski diakses di perangkat lain selain desktop.

    Cuma, Blogger/Blogspot kayaknya menetapkan sistem responsifnya sendiri. Jika suatu blog dengan platform Blogger diakses di piranti seluler (selain desktop), Blogger secara otomatis akan menambah alamat blog dengan kode ini: “?m=1”. Jika alamat blog kita zzz.com, misalnya, maka hasilnya menjadi zzz.com/?m=1. Akibatnya, meski kita menggunakan template responsif pun, hasil atau tampilannya pada layar piranti jadi jelek. Ini awal dilemanya.

    Kemudian, saya kan menggunakan template responsif. Dalam intruksi pemasangan template tersebut, dianjurkan untuk menandai opsi “Tidak. Tampilkan template seluler di perangkat seluler” yang terdapat pada setelan template blog.

    Yang jadi masalah, jika saya memilih opsi tersebut, maka template blog saya akan dikenali Google sebagai blog yang tidak responsif. Sebaliknya, jika saya pilih opsi β€œYa. Tampilkan template seluler di perangkat seluler”, Google akan menganggap blog saya responsif, namun tampilan blog saya jadi jelek. Sekali lagi, ini kan dilema.

    Pertanyaannya sekarang, jika saya memilih opsi “Tidak. Tampilkan template seluler di perangkat seluler” sebagaimana yang diintruksikan oleh pembuat template, yang artinya membuat Google akan menganggap blog saya tidak responsif, apakah hal itu akan mempengaruhi trafik blog saya?

    atas balasan kepada: Situs tidak sesuai kebijakan google #8030
    valen
    Peserta

    @tutor

    Oooh, gitu. Kok bisa aneh gitu ya? Kok Google bisa plin-plan gitu ngasih keputusan. Sewaktu memberi approve untuk suatu situs, mestinya kan Google udah melakukan evaluasi/review. Lha kalo sehari kemudian dibanned, itu pertimbangan Google gimana? Apalagi sampai beberapa kali kejadian kayak gitu.

    Kalau menurut mbak indri, dan menurut anda sendiri, kasus semacam itu disebabkan oleh apa, mas? Kira-kira apa yang jadi pertimbangan Google kok sampai terjadi kasus aneh semacam itu?

    atas balasan kepada: Situs tidak sesuai kebijakan google #7986
    valen
    Peserta

    @tutor

    atau bisa coba bandingkan dengan blog saya yang ini http://kios-tutorial.blogspot.com (pasti diterima adsense dan pasti dibanned dikemudian hari)

    Itu maksudnya bagaimana, mas? Saya kok jadi tergelitik dan penasaran. πŸ˜€

    atas balasan kepada: Adsense membuat saya bingung #7826
    valen
    Peserta

    Terima kasih untuk semua pencerahannya. Kayaknya saya emang perlu cooling down dulu. Lama-lama bisa stres kalau mikir adsense terus. πŸ˜€ Mungkin saya baru akan mikir adsense lagi setelah lebaran nanti.

    atas balasan kepada: Adsense membuat saya bingung #7786
    valen
    Peserta

    Mas Anggriyawan, berarti itu artinya permohonan saya ditolak (lagi) gitu ya? Apa memang penolakan kedua nggak pakai pemberitahuan yang jelas, mas? Bagi newbie kayak saya, itu kan sama aja nggantung. Lha untung ada tempat belajar kayak di sini, jadinya bisa tahu. Lha kalau nggak ada, apa nggak stres mikirnya?

    Saya pakai platform Blogger. Kira-kira, apa yang sebaiknya saya lakukan?

    @tutor,
    Ternyata GA ada nggak jelasnya juga ya? Waktu bikin peraturan, mereka jelas banget, sampai puluhan halaman. Giliran diminta kejelasan dikit aja, mereka ogah-ogahan. πŸ˜€

    atas balasan kepada: Adsense membuat saya bingung #7766
    valen
    Peserta

    Saya masih bingung dengan penjelasan ini mas:
    Jika memang tidak ada perintah memasang script mending coba langsung pasang script iklan di blog. Nanti kita tau sendiri apakah iklan langsung tampil atau blank.

    Lha saya ambil script iklannya di mana? Kemarin dan barusan saya coba login ke akun adsense, tapi tampilan yang ada kok nggak berubah (sama seperti ketika saya akan daftar ulang), seperti ini:
    Terima kasih Anda masih berminat menggunakan AdSense. Perbarui informasi akun Anda di bawah ini, lalu kirim ulang.
    Jika permohonan Anda tidak disetujui karena masalah pada situs web Anda, harap pastikan Anda telah memperbaikinya sebelum mengirimkan ulang.

    Jadi saya benar-benar masih bingung.

    atas balasan kepada: Adsense membuat saya bingung #7762
    valen
    Peserta

    Membaca cerita ini, saya juga ingin bercerita pengalaman saya yang mungkin tak jauh beda. Siapa tahu mas anggriyawan atau yang lain bisa memberikan pencerahan.

    Sama seperti mas anggriyawan, saya pernah ditolak GA ketika mendaftar dulu. Pada review pertama berhasil lolos, kemudian saya memasang iklan GA di blog, meski masih blank. Lalu pada review kedua dinyatakan tidak lolos karena alasan navigasi blog dan konten tidak memadai. Terus terang saya kecewa, karena saya membangun blog itu dengan jujur, rajin meng-update artikel2 yang orisinal dengan panjang masing-masing di atas 500 kata. Malah, dalam 1 bulan, blog saya sudah dapat sitelink dari Google. Navigasi blog saya juga sangat sederhana.

    Berdasarkan baca-baca artikel di blog ini, juga berdasarkan saran-saran mbak indri di berbagai thread di blog ini, saya terus introspeksi mengenai apa yang mungkin menyebabkan blog saya ditolak. Lalu saya menemukan beberapa hal yang mungkin dianggap kesalahan atau kekurangan oleh GA. Pertama, blog saya menggunakan script anti copas. Kedua, tidak ada arsip blog. Ketiga, ada cukup banyak internal link.

    Saya pun lalu memperbaiki hal itu, dengan cara menghilangkan script anti copas dan internal link, serta menambahkan arsip blog. Sekitar 20 hari setelah penolakan pertama itu, saya mencoba mendaftar ulang. Saya masuk ke akun GA melalui link yang diberikan Google dulu sewaktu penolakan, lalu mengisi kembali formulir yang disediakan dengan lengkap.

    Nah, sampai di sini, saya agak bingung.

    ketika dulu mendaftar GA pertama kali, ada perintah agar saya memasang script iklan di blog. Google juga mengirim email yang terkait dengan pendaftaran. Tetapi, pada pendaftaran ulang, perintah pasang script itu tidak ada. Jadi saya tidak memasang script apa pun setelah melakukan daftar ulang GA. Selain itu, Google juga tidak mengirim email apa pun sehubungan dengan pendafaran ulang yang saya lakukan.

    Pertanyaannya, apakah pada pendaftaran ulang kita memang tidak diminta untuk memasang script iklan? Saya ingin tahu soal ini, karena sampai hari ini belum ada jawaban apa pun dari Google mengenai daftar ulang yang saya lakukan tersebut, padahal ini sudah terhitung 5 hari sejak waktu daftar ulang. (Dulu, waktu daftar pertama kali, Google sudah ngasih jawaban dalam waktu 3 hari). Ada yang bisa ngasih pencerahan agar saya tidak bingung? Terima kasih.

    atas balasan kepada: Area kosong di bawah blog #7747
    valen
    Peserta

    Terima kasih, mbak. Sarannya sudah saya coba semua.

    Saya memakai browser Mozilla, dan yang terbaru (browser yang saya pakai otomatis melakukan pembaruan jika Mozilla melakukan update). Jadi masalahnya tentu bukan karena browser yang perlu di-update. Bahkan, sebelumnya (sebelum saya nulis thread persoalan ini di sini), saya sempat menghapus (uninstall) browser Mozilla yang saya pakai dari komputer, dan menggantinya dengan Mozilla seri 16 yang sudah jadul banget. Lucunya, tampilan blog yang saya akses justru normal semua ketika saya memakai browser Mozilla yang jadul itu.

    Nah, setelah mendapati tampilan blog-blog itu normal semua, besoknya saya tingkatkan lagi browser Mozilla saya ke seri terbaru. Dan hasilnya seperti yang saya ceritakan di atas. Tampilan blog-blog yang biasa saya kunjungi tampak rusak semua seperti semula.

    Tadi, sesuai saran mbak indri, saya telah membersihkan komputer dengan CCleaner, juga membersihkan cache. Namun, masalah yang tadi itu tetap muncul.

    Saya juga mencoba membuka beberapa blog melalui Chrome, dan hasilnya tampak baik semua. Masalah yang muncul ketika menggunakan Mozilla tidak ada. Saya juga tadi membuka http://sangseo.blogspot.com/ dengan Chrome, dan hasilnya juga baik, tanpa masalah adanya area kosong di bawah footer.

    Jadi, ada kemungkinan memang browser Mozilla yang saya pakai yang bermasalah. Tapi apa masalahnya, ya? Wong ini sudah pakai yang terbaru, dan komputer saya juga nggak kena virus (antivirus milik Microsoft menyatakan komputer saya bersih). Sekedar catatan, saya pakai komputer Core i3, jadi setidaknya komputer saya mampu menggunakan Mozilla dengan baik.

    Nah, mengenai kode script berakhiran js’ itu, hehe, mbak indri emang pintar!

    Sori kalau saya terkesan nggak mau nyebutin blog saya, mbak. Saya pernah trauma karena mendapati blog yang diganggu orang yang sirik, jadi saya sangat berhati-hati menjaga blog khususnya di ruang umum yang terbuka seperti ini. Saya bahkan menyamarkan nama saya di sini, agar siapa pun yang search nama saya di mesin pencari nggak menemukan blog ini. Namun saya sengaja sering kesini setelah landing dari blog saya, agar mbak indri bisa tracking lewat Histat. Semoga mbak indri bisa memahami.

    Nah, karena mbak indri sudah menyebutkan tentang kode script berakhiran js’ yg tersimpan di html template itu, tolong beritahu bagaimana caranya agar saya bisa menghilangkannya. Saya sangat awam soal beginian.

    Terakhir, terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Saya tidak bisa membalas dengan apa pun, tapi semoga Tuhan membalas dengan kebaikan yang setimpal.

    atas balasan kepada: Area kosong di bawah blog #7702
    valen
    Peserta

    Agar lebih jelas lagi, berikut ini screenshot tampilan blog http://sangseo.blogspot.com/ jika dilihat dari komputer saya. Sekali lagi, perhatikan area kosong yang sangat lebar/luas di bawah footer.

    sang seo

    Jika gambar tidak muncul, silakan lihat langsung di sini: https://plus.google.com/photos/107311557522279648553/albums/6153039597902417569?authkey=CKbdxavJyZzL0gE

    atas balasan kepada: Area kosong di bawah blog #7698
    valen
    Peserta

    Mbak indri, coba cermati uraian saya di awal thread. Agar lebih jelas yang saya maksud, berikut ini saya ulangi:

    Anehnya, sejak itu, ketika saya membuka beberapa blog lain, area kosong di bawah blog itu juga ada. Lalu saya kepikiran untuk mengembalikan template blog ke standar Blogger. Tapi ketika saya sudah pakai template standar milik Blogger pun, area kosong di bawah blog itu tetap muncul. Karena mendapati tampilan blog yang jadi jelek (setidaknya aneh), saya pun mengembalikan template yang bermasalah sebelumnya. Lalu area kosong itu hilang. Yang masih jadi masalah, area kosong itu masih muncul ketika saya membuka beberapa blog lain, sampai saat ini.

    Jadi, tampilan blog saya sendiri sudah tidak masalah, mbak. Yang masih jadi masalah adalah, ketika saya membuka beberapa blog milik orang lain, area kosong itu muncul, padahal sebelumnya tidak ada. Sebagai contoh, coba lihat tampilan blog berikut: http://sangseo.blogspot.com/

    Jika dibuka melalui komputer saya, muncul area kosong di bawah footer yang cukup luas. Anehnya, ketika saya buka melalui laptop, arena kosong itu tidak ada. Hal serupa juga terjadi pada beberapa blog lain yang cukup sering saya kunjungi. Itulah kenapa saya sampai heran dan bingung.

    Saya sengaja memberikan link http://sangseo.blogspot.com/ karena sejujurnya template itulah yang mulai memunculkan masalah ini. Ketika saya bermaksud mengganti template blog saya yang bermasalah (seperti yang saya uraikan di thread terdahulu), saya memilih template SangSeo tersebut. Entah berhubungan atau tidak, yang jelas sejak saya menggunakan template itulah masalah area kosong di bawah blog ini mulai muncul, sampai sekarang. Area kosong di bawah blog milik saya sudah tidak masalah, setelah saya mengganti template lagi. Tapi area kosong itu masih ada ketika saya membuka blog milik orang lain, padahal semula tidak ada. (Saya tahu betul soal ini, karena sebelumnya biasa mengunjungi blog2 tersebut, hingga sudah hafal tampilannya).

    Berikut ini saya tampilkan gambar/screenshot untuk melihat area kosong di bawah blog yang saya maksud. Perhatikan lebarnya area kosong di bawah footer itu yang hampir memenuhi layar monitor, hingga saya merasa terganggu. (Ruang polos atau kosong di bawah footer itulah yang saya maksud).

    screenshot area kosong di bawah blog

    Jika gambar tidak muncul, atau kurang jelas, silakan lihat langsung di sini: https://plus.google.com/photos/107311557522279648553/albums/6153028468097150209?authkey=CKaskIDp4eiW-wE

    Saya harap mbak indri bisa memahami penjelasan ini, dan terima kasih untuk responnya.

    atas balasan kepada: Area kosong di bawah blog #7674
    valen
    Peserta

    Area kosong yang saya maksud bukan di bawah kolom komentar, mbak. Tapi di bawah footer. Agar lebih jelas, coba perhatikan bagian paling bawah blog ini. Di bagian terbawah, ada tulisan “Juragan Cipir Β© 2015”. Nah, area kosong yang saya maksud adalah di bawah tulisan tersebut. Lebarnya lebih dari setengah layar monitor. Ruang kosong itu sudah tidak masuk area blog lagi.

    Gini aja, tolong beritahu saya bagaimana cara meng-upload atau menunjukkan gambar (screenshot) ke dalam thread di sini, nanti saya lampirkan gambarnya agar lebih jelas. (Kalau saya klik “img” di sini, muncul kolom “masukkan url gambar”. Terus terang saya tidak paham itu maksudnya bagaimana mbak).

    valen
    Peserta

    Terima kasih, mbak indri. Sudah saya coba sarannya, dan langsung beres! Ini malah saran paling baik dan paling mudah, karena nggak perlu ngutak-atik HTML yang ribet. πŸ™‚

    valen
    Peserta

    Udah tak coba mbak. Hasilnya tetap aja. Nama saya (akun G+ saya) tetap muncul sebagai author. Ada saran lain?

    atas balasan kepada: Apakah Yang Menyebabkan Sitelink? #7493
    valen
    Peserta

    Ada kok mas. Kalau ingin lebih pasti, masukkan “juragancipir.com” ke google.

    valen
    Peserta

    Saya tidak tahu platform blog apa yang digunakan mas dhimas thoriq. Kalau kebetulan menggunakan Blogger/Blogspot, kira-kira seperti ini cara saya mengatur gambar dalam postingan:

    Saat gambar telah dimasukkan ke dalam badan posting, klik pada gambar, maka akan muncul setting khusus gambar, di antaranya “Left” untuk rata kiri, “Center” untuk menempatkan gambar di bagian tengah posting, dan “Right” untuk menempatkan gambar rata kanan.

    Bahkan, gambar juga bisa diatur apakah akan menggunakan “Small” (ukuran kecil), “Medium” (ukuran sedang), “Large” (ukuran besar), atau “X-Large” (ukuran sangat besar).

    Jika Anda ingin gambar berada di sebelah kanan, pertama-tama pilih ukuran “Small” atau “Medium”. Setelah itu, klik pada gambar, dan seret ke bagian kanan (atau bagian lain yang Anda inginkan di badan artikel/posting). Maka gambar akan berada di bagian kanan atau di bagian mana pun yang Anda inginkan.

    Catatan tambahan:

    Jika Anda merasa kesulitan mengatur gambar karena selalu “lari” ke tengah, coba gunakan fitur setting “X-Large”. Dalam kebanyakan template (termasuk template yang saya gunakan di blog), setting “X-Large” akan membuat gambar tampil penuh di halaman blog, yang menjadikan tampilan posting lebih cantik (mirip artikel-artikel di web besar semacam Kompas, Tempo, dll). Semoga membantu.

    atas balasan kepada: internalink pada blog calon adsense #7207
    valen
    Peserta

    Maaf, saya ingin menegaskan soal ini, mbak indri, juga pada mas-mas di atas.

    Di blog saya, kadang ada artikel yang sangat panjang, karena saya ingin menjelaskan suatu topik sedetail-detailnya dan sejelas-jelasnya. Karena sangat panjang, saya pikir akan lebih baik jika dibuat posting berseri atau bersambung (paling banyak hanya sampai seri 4, dengan masing-masing artikel sepanjang 500-an kata).

    Nah, agar pembaca tidak bingung, pada masing-masing artikel itu saya beri internal link. Misalnya, pada akhir post seri 1, saya tambahkan keterangan yang menuju post seri 2 (link berbentuk judul artikel seri 2). Kemudian, pada post seri 2, saya beri keterangan di awal posting bahwa artikel itu sambungan dari seri 1, plus link ke artikel tersebut (link berbentuk judul artikel seri 1).

    Apakah yang saya lakukan itu sudah benar? Membaca thread ini, saya jadi khawatir kalau soal link internal di blog saya itu juga dijadikan alasan GA untuk menolak pendaftaran saya kemarin.

    Perlu saya jelaskan juga, tidak semua artikel di blog saya mengandung internal link. Hanya artikel2 yang bersambung saja yang terdapat internal link di dalamnya, yang tujuannya tentu untuk memudahkan pembaca menemukan artikel terkait.

    Sekedar catatan, di blog saya juga ada 1 (cuma satu) link keluar, menuju web penyedia domain yang saya sewa. Ceritanya, saya puas dengan layanan mereka, dan saya menulis artikel apresiasi sebagai ucapan terima kasih untuk semua bantuan yang mereka berikan. Tentu saja itu bukan posting berbayar.

    Tolong beritahu saya biar tenang, apakah yang saya lakukan di atas soal internal dan eksternal link itu benar atau salah? Terima kasih sebelumnya.

    atas balasan kepada: Saran #7130
    valen
    Peserta

    Saran bagus yang layak diapresiasi.

    valen
    Peserta

    Oke, fix. Berarti kesimpulannya domain itu sebaiknya dibeli ya. Terima kasih atas pencerahannya, mbak-mbak. Ini akan jadi kabar menyenangkan buat teman saya. πŸ™‚

    atas balasan kepada: Pelaporan #6838
    valen
    Peserta

    Sepertinya Google nggak akan mudah ditipu, mas Situsaya. Kalau blog Anda di-copas blog lain, tapi dia malah melaporkannya ke DMCA Google, bagaimana pun Google akan mengecek kebenaran laporan itu. Ada tanggal publish yang bisa dicek. Kalau pun tanggal publish dimanipulasi (misalnya diundurkan ke tanggal sebelumnya), tetap saja akan ketahuan, karena ada cache.

    Artinya, siapa yang meng-copas dan siapa yang di-copas tetap akan ketahuan di internet, khususnya oleh Google. Dalam hal ini, kita tidak perlu terlalu khawatir. Mbak juragan mungkin akan kasih tambahan yang lebih lengkap. πŸ™‚

    atas balasan kepada: Antara Artikel dan Trafik #6829
    valen
    Peserta

    “Saya baru kali ini menemukan sebuah blog yang pemiliknya benar-benar concern ke pengunjung webnya.”

    Benar, mbak angel. Saya juga merasa seperti itu, dan saya senang belajar di sini. Semoga kebaikan si pemilik blog makin melancarkan rezekinya.

    atas balasan kepada: setelah ditolak google adsense #6767
    valen
    Peserta

    Pak Anton, kalau boleh tahu, blog bapak sudah berusia berapa bulan/tahun? Dan berapa kira-kira trafik organik yang datang dari google? Hanya untuk perbandingan saja. Terima kasih.


Melihat 0 tulisan