Balasan Forum telah dibuat

Melihat 30 tulisan - 1 sampai 30 (dari total 95)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • Anton
    Peserta

    Saran saya (bukan mbak Indri loh)

    1) menu navigasi masih kurang banget
    2) tambahkan kategori dan tag untuk setiap tulisan

    Terus menulis sampai pengunjung lumayan banyak dan tulisan juga banyak. Baru ajukan review ulang

    Anton
    Peserta

    Bantuan Adsense

    Patokannya lihat disini saja. Karena disini masih belum disebutkan adanya pembatasan. Kode iklan masih boleh ditempatkan dimana saja.

    Jadi, selama mas belum bisa memberikan bukti dan cuma ngomel-ngomel doang, siapa yang bisa percaya. Silakan jelaskan nggak bisa add sitenya di dashboard adsense atau dimana. Pakai blogger atau wp self hosted

    Susah banget jawabnya.

    Anton
    Peserta

    Bilang ga ngerti, yang ngejeleasin aja ga bener. Ditanya ga bisanya dimana, bukannya dijelasin cuma ngotot soal nggak bisa add site.

    Pertanyaannya dijawab dulu mas… sekalian buktinya mana, di dashboard Adsensenya atau dimananya.

    Ini mah sibuk rusuh sendiri.

    Anton
    Peserta

    Pertanyaan saya belum dijawab.. tidak bisanya apakah tidak bisa menambahkan website ke dashboard Adsense atau di tempat lain. Kunci utama penambahan website itu adanya di dahsboard adsense. Makanya dijawab dulu, nggak bisanya dimana.

    Fitur add site memang tidak ada di Google Adsense, yang ada tanda tambah di my site di dashboard Adsense. Dan ini sudah cukup. Ngerti ga sih dik.

    Sampai saat ini tidak ada kebijakan adsense yang seperti itu kalau baca di berbagai forum dan juga tidak disebutkan dalam pusat kebijakan Adsense dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

    Jangan nyebar sesuatu yang ga jelas kalau memang belum pasti.. Perlihatkan juga bukti kebijakan Adsense yang melarang itu. Jangan cuma berasumsi. Soalnya pemakai Adsense bukan cuma ente saja .

    Buat screenshoot dari yang dimaksud kalau perlu.Buktinya mana.. jangan jadi hoax krn selain ente, belum ada yang lain yang mengeluhkan hal seperti ini. Kasih gambaran yang jelas..

    atas balasan kepada: Widget Rekomendasi untuk Blog #31585
    Anton
    Peserta

    Kalau saya sih cuma pasang

    1. Label
    2. Posting Populer / Popular Post
    3. Recent Post (ambil dari luar karena tidak tersedia di blogspot)

    Udah itu saja karena rasanya yang lain tidak perlu-perlu amat

    Yang mas lakukan sudah bagus kok. Sesederhana mungkin saja. Tidak perlu terlalu banyak widget.

    Thanks

    Anton (www.maniakmenulis.com)

    Anton
    Peserta

    Maksudnya menambahkan apakah penambahannya dilakukan di dashboard Adsense ? Kalau di dashboard Adsense (via verified sites tidak ada masalah tuh mas.. Baik-baik saja mau pakai blogspot atau TLD

    Mungkin yang mas lakukan adalah mengaktifkan iklan via blogger ya mas.. Terus mas coba mengaitkan dengan akunnya mas..

    Kalau saya sih tidak perlu ditautkan. Cukup daftarkan dna masukkan ke verified sites di dashboard Adsense. Setelah itu copy kode iklannya dan masukkan ke tempatnya.

    Saya tidak pernah coba menautkan blog di blogspot dengan akun adsense. Cukup mendaftarkan di dashboard adsense saja dan kemudian pasang kode iklan. Saya rasa sih ada cara yang salah yang mas lakukan dan bukan karena adsensenya

    Anton
    Peserta

    Nggak mau.. ngapain benci-benci segala sama orang lain. Bikin susah hati sendiri.

    Lagipula rejeki mah ga kemana. Sudah ada yang ngatur.

    Untuk apa menanam rasa benci di hati hanya karena recehan. Masih banyak cara lain mendapatkan penghasilan.

    atas balasan kepada: BPK/CPC Turun Drastis, Apa Solusinya? #30049
    Anton
    Peserta

    Pagi…

    Maaf sebelumnya, tapi jujur saja, saya geleng-geleng kepala melihat keluhan banyak blogger / Adsense publisher Indonesia soal BPK yang kecil dan seterusnya.

    Semuanya sama saja nyari trik-trik bagaimana cara naikinnya.

    Ngeluh terus, ngeluh terus. Cengeng banget

    Padahal sudah banyak sekali referensi yang menyebutkan, bahkan blogger mapan di luar negeri bahwa Adsense bukan cara cepat menjadi kaya. Bagaimana pun Adsense adalah sebuah bisnis dan bisnis ada naik dan turun. Tidak mungkin naik terus sesuai kemauan kita.

    Saat ini memang sedang terpuruk. Kecil sekali BPK-nya. Hal itu harus diterima dan tidak usah dikeluhkan terus menerus. Namanya bisnis.

    Mau dikutak-katik gimanapun mau pake teori apapun, BPK tidak bisa kita atur. Jadi, kita harus mikirin cara lain supaya pendapatan kita bertambah dan bukan memikirkan serta mengeluhkan BPK yang tidak naik-naik.

    Keluarkan tenaga tambahan untuk bangun banyak blog supaya walau BPK mengecil, penghasilan bisa tetap banyak. Kalau nanti naik, berarti lebih banyak lagi… Saya pikir itu cara bisnis yang seharusnya, masalah untuk dipecahkan dan bukan dikeluhkan. Ngeluh terus juga nggak akan memecahkan masalah.

    Jangan fokus sama yang tidak bisa kita atasi, fokus sama apa yang bisa kita lakukan.

    Maaf, menurut saya nggak guna untuk mengeluhkan BPK Indonesia yang ancur-ancuran.

    Saran saya, kalau memang tidak tahan dengan BPK yang kecil, ada bagusnya pertimbangkan berhenti menjadi blogger dan mencari kerja lain yang bisa menghasilkan lebih banyak uang.

    atas balasan kepada: Pengguna UC Browser Menurun Drastis #29803
    Anton
    Peserta

    Biasa saja …

    Mau browser UC tambah atau turun, terus terang buat saya sih tidak terlalu masalah. Kalau dikaitkan dengan penghasilan iklan yang berkurang, saya rasa rezeki sudah ada yang ngatur.

    Anton
    Peserta

    Horeee………………………

    Wuiiih… lagi bangun rumah 4 lantai ya mbak… heuheuheu.. atau buka kantor Pusat Bantuan Google Adsense Juragan Cipir…

    Keweeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn…………….

    atas balasan kepada: Diskusi Soal Penulisan Berita #29740
    Anton
    Peserta

    Mas…

    Terus terang saya tidak terbiasa dengan terlalu banyak basa basi. Bagi saya berdebat atau diskusi seperti arena pertarungan.

    Dalam arena pertarungan, saya akan banting atau tendang lawan saya sekeras mungkin. Kalau ia merasa sakit karena tendangan atau pukulan saya, itu resiko yang harus dia tanggung. Begitu juga saya, kalau saya ditendang atau dibanting, itu resiko saya.

    Hanya selepas dari arena bertarung, maka saya akan kembali normal. Tidak ada hubungan dengan rasa sakit hati atau benci.

    Begitulah saya memandang sebuah forum diskusi. Tempat pukul-pukulan dan banting-bantingan. Semakin keras semakin bagus. Benjut atau “berdarah-darah” karena bertanding adalah wajar.

    Itu stance/ posisi yang selalu saya pakai, walau terkadang saya masih terlalu halus kalau di Juragan Cipir, karena nggak enak sama yang punya arena bertanding. Kalau dulu di detik forum, saya lebih keras dan ganas kalau sedang diskusi.

    Saya mulai saja yah. Mungkin akan dipisah dalam beberapa bagian

    MEMVONIS

    Lihat bagian-bagian ini :

    Oh maaf, tulisan yang Anda buat bukan hanya untuk konsumsi pribadi kan? Tulisan Anda berupa konten berita dan disebarkan untuk dikonsumsi oleh publik kan? Jadi mau tidak mau, suka atau tidak suka, Anda harus mengikuti aturan yang ada.

    Saya bukan menggurui, saya hanya mengingatkan dan mengajak kalian untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menurut saya salah

    Seberapapun halusnya mas membuat tulisan, tetap saja keputusan akhir Anda adalah apa yang dilakukan oleh banyak blogger gadget tersebut adalah “SALAH”.

    Bukan begitu?

    Anda adalah hakim yang sudah menjatuhkan vonis. Jujur saja, Anda tidak mengajak diskusi sebenarnya. Tulisan Mas justru secara sederhana mengatakan Anda salah, saya benar.

    Tidak terbuka ruang untuk diskusi. Bagaimana mau diskusi lha ya wong sudah diputuskan “bersalah”.

    Secara pribadi, ini bukan pertama kali saya membaca tulisan mas. Kalau tidak salah di blognya mas Gee Jhon, Anda juga cukup aktif menulis dan kebetulan cukup banyak sudah yang saya baca.

    Kesimpulan saya sih, pakai istilah saya sendiri “Sindrom Blogger Tutorial”. Kecenderungannya adalah gaya para blogger tutorial adalah “cara saya yang paling benr”, cara lain salah. Kalau tidak ikut cara saya, berarti salah. Hanya ada satu cara melakukannya, cara saya.

    Kebiasaannya adalah penempatan posisi sang penulis sebagai guru dan yang membaca sebagai murid. Walau mengakui bukan menggurui, tetapi seorang yang mengingatkan berarti orang itu merasa dirinya lebih tahu dan paham dibandingkan yang membaca yang sebenarnya tidak beda dengan posisi sebagai guru atau orang yang lebih tahu.

    Itu yang biasa saya temukan dalam banyak tulisan blogger tutorial. Oleh karena itu saya sebut dengan Sindrom Blogger Tutorial. Benang merahnya sama.

    Tulisan mas Anggri di atas pun bernada sama.

    Vonis sudah jatuh. Salah, kalau elu mau ikutin cara lu sih terserah, tetapi sebenarnya salah (karena bukan pake cara gue).

    Intinya begitu.

    Itulah mengapa saya sebut tulisan yang memvonis. Karena putusan itu sudah ada disana, dikemas dalam bahasa yang halus, tetapi tetap saja memvonis. SALAH.

    Pertanyaan yang saya ajukan

    1. Apakah mas tahu tentang citizen journalisme atau jurnalisme warga? Jawabnya Iya saya tahu dan ngasih link.

    Rupanya Anda tidak menangkap maksuda dari pertanyaan tersebut. Disini sebenarnya saya berharap Anda menjawab dengan beberapa hal dan bukan sekedar “saya tahu”. Mungkin Anda pernah membacanya, tetapi jujur saja sepertinya Anda tidak mengerti

    Di dunia sekarang ada perdebatan panjang mengenai istilah Journalism alias jurnalistik. Perdebatannya lahir karena hadirnya yang namanya citizen journalism (CJ). Mengapa bisa demikian karena hal itu menggoyang pemikiran lama yang diwakili oleh istilah satunya profesional journalism (PJ), seperti Kompas, Pos Kota, Media Indonesia, Metro TV (Media massa).

    Kedua istilah sebenarnya sama, yaitu mengenai pengumpulan informasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

    Perbedaannya :

    PJ biaanya dijalankan di bawah aturan dan mekanisme yang ketat. Bahkan ada UU Pers dan berbagai kode etik atau kaidah jurnalistik yang dibuat untuk “memastikan” berita yang disampaikan ke masyarakat berada di sisi “obyektif” secara umum. Tidak berpihak.

    CJ justru berkebalikan. Karena hadir dari masyarakat sipil dan biasanya dikelola secara individu tidak memiliki mekanisme. Oleh akrena itu masyarakat akan menganggap CJ selalu subyektif dan memang ,mau tidak mau, akan selalu begitu. Apalagi mayoritas melakukan CJ tidak mengalami pelatihan jurnalistik, boro-boro sekolah jurnalistik.

    Facebook, Twitter, Blog adalah bentuk dari citizen Journalism (CJ).

    Nah, pernahkah Anda memikirkan mengapa Buni Yani dijadikan tersangka dengan memakai UU ITE dan bukan UU Pers? Masalahnya karena Buni Yani bukanlah insan pers secara hukum, apa yang disampaikannya adalah bentuk pernyataan pendapat dan tidak terikat oleh UU Pers. Ia terikat dengan UU ITE dan Konstitusi tentang kebebasan menyatakan pendapat (melalui internet)

    Dari sini seharusnya mas bisa melihat bahwa PJ dan CJ adalah dua entitas yang berbeda. Keduanya berada di bawah dua payung hukum yang berbeda pula.

    Kaidah dan aturan yang berada di dunia jurnalistik, seperti Kode Etik Jurnalistik, UU Pers tidak bisa menjangkau ke CJ. Kaidah Jurnalistik terbatas pada profesi yang secara resmi terkait langsung dengan kegiatan jurnalistik atau penyebaran informasi tadi.

    Sifat UU Pers mirip dengan UU Kedokteran (profesi), ruang lingkupnya “sempit”. UU Kedokteran sulit menjangkau profesi seperti Mantri, Tukang Gigi, Dukun Beranak. Kira-kira analoginya segitu mas.

    Bisa lihat bedanya. Secara hukum sendiri Jurnalisme Warga/Citizen Journalism akan terlepas dari jangkauan berbagai kaidah dan mekanisme jurnalistik pro.

    Itulah mengapa para jurnalis pro seperti wartawan terkadang menyebut CJ sebagai bukan jurnalisme. Karena mereka tidak melalui mekanisme yang resmi dan diikuti oleh para jurnalistik. Terkadang istilah Citizen Journalism disebut pula dengan Pseudo Journalism, alias Jurnaisme Imitasi.

    AKHIR BAGIAN I : Karena panjang uraiannya, saya tutup dulu disini. Bagian II akan menyusul sepulang saya kerja ya…..

    • Balasan ini diubah 3 years, 10 months yang lalu oleh Anton.
    • Balasan ini diubah 3 years, 10 months yang lalu oleh Anton.
    atas balasan kepada: Diskusi Soal Penulisan Berita #29723
    Anton
    Peserta

    Kalau boleh saran.. saya tidak akan berpanjang lebar saja om. Karena saya ga punya blog berita dan ga pernah niat bikin, cuma usil saya terusik baca tulisan yang “memvonis” seperti di atas.

    Kalau saya si empunya blog berita, maka saya akan tanyakan beberapa pertanyaan berikut pada om.

    1. Om tahu yang namanya Citizen Journalism / Jurnalisme Warga nggak?
    2. Kira-kira kaidah jurnalistik mana yang dilanggar dengan melakukan hal tersebut? Bisa sebutkan
    3. Apakah media atau kantor berita tidak boleh “subyektif”? Apakah om mengerti tentang mengapa media massa ditakuti sebagai pilar keempat demokrasi?
    4. Apakah blog tidak dibaca publik sampai om menekankan bahwa tulisan berita dibaca oleh publik? Apa bedanya sampai ditekankan?
    5. Pernah baca ulasan di detik, kompas atau hal lain terutama yang berkaitan dengan wisata, otomotif dan barang konsumer lainnya? Apakah mereka bebas dari unsur-unsur seperti yang om sebutkan?
    6. Apakah Anda punya pengalaman jurnalistik sehingga bisa memisahkan mana yang boleh atau tidak? Lalu aturan jurnalistik mana yang dilanggar kalau cara tersebut dilakukan?
    7. Tahukah om bahwa banyak media massa di dunia meniru gaya blogger saat memberitakan?

    Silakan renungkan lagi om… apakah memang Anda memiliki kemampuan untuk memvonis tulisan orang lain dari sisi jurnalistik dengan pengetahuan jurnalistik yang Anda miliki?

    Itu kalau saya punya blog berita. Untungnya saya nggak punya. Jadi pertanyaan itu tidak saya ajukan kepada Anda.

    Saran saya. Apa yang orang lain lakukan, biarlah mereka melakukannya. Toh mereka melakukannya di blog mereka sendiri. Kalau saja tulisan ini ada di blog Anda, saya tidak akan komentar. Sayangnya tulisan ini hadir di tempat publik dan bukan blog Anda, jadi sah untuk direspon seperti di atas.

    atas balasan kepada: Template Blog Keren Gratis [Blogspot] #29717
    Anton
    Peserta

    keren omm.. keep the good work…

    senang lihat ada yang masih semangat ngeblog.. hehehehe

    atas balasan kepada: CURHAT …. #29716
    Anton
    Peserta

    Kebetulan saya juga sedang enjoy banget jadi blogger.. hahahaha…lagi bikin banyak blog dengan topik berbeda-beda. Nggak mikirin SEO, ga mikirin adsense, mau ada pengunjung sukur nggak ya sudah.

    Ternyata, menjadi blogger itu simpel dan menyenangkan, kalau kita nggak mikirin terlalu banyak.

    Makanya saya jarang ikut nongol and komentar lagi disini… sedang asyik di dunia sendiri, nulis dan nulis ajah..

    Mungkin kah Mbak Indri juga sedang begitu yah.. hahahahahahaha

    atas balasan kepada: CURHAT …. #29715
    Anton
    Peserta

    Berpikir positif saja kang.. Mungkin bu Bos Juragan sedang sibuk di dunia nyata. Mungkin juga lagi mengerjakan proyek baru..

    Saya sendiri sudah berulangkali mampir kesini belum ada tulisan baru, kadang ubek-ubek tulisan lama saja.. Kadang lihat-lihat trit di forum…

    Saya cukup yakin kalau Mbak Indri nggak akan buang blog ini dengan sia-sia..

    Doakan saja biar si bu boss cepet balik…hehehehe

    atas balasan kepada: Ada yang tahu tidak….? #29714
    Anton
    Peserta

    Hahahaha.. tidak semua template ada dua versi kang.. kadang ada yang fous sama wordpress saja.

    atas balasan kepada: Bahan Artikel dari Facebook #29709
    Anton
    Peserta

    Kalau ambil sesuatu yang bukan milik kita, sebisa mungkin tetap berikan link sumbernya. Meskipun dari FB.

    Bukan hanya masalah melanggar TOS Google atau tidak tetapi, ada etika juga yang harus dipegang.

    Saran saya, boleh saja kok pakai foto dari Facebook, tetapi cantumkan sumber asalnya.

    atas balasan kepada: bagaimana cara mengatur tag h1-h2 dst #29708
    Anton
    Peserta

    Tergantung template yang digunakan Mbak..Kalau template yang SEO friendly terkadang sampai H5 atau H6

    Kalau pakai standar di Blogger cuma ada Sub Heading dan Minor Heading. Pakai saja yang ini mbak, fungsinya sama dengan H1, H2, H3 saat menulis artikel

    Ga perlu masuk sampai ke code.

    Saya juga punya blog yang masih memakai blogspot dan walau sudah bisa otak atik kode template, akhirnya saya putuskan pakai versi template yang cuma ada Sub Heading dan Minor Heading saja. Ga mau terlalu musingin sama urusan seperti itu.

    Ga terlalu masalah kok beberapa tulisan saya tetap bisa masuk hal 1 SERP kok

    atas balasan kepada: Mbak Indri kemana yach … ? #29707
    Anton
    Peserta

    Entahlah.. si Mbak Indri kayaknya lagi banyak proyek buat blog baru yang lebih prospektif..:P

    atas balasan kepada: seputar google adsense #29706
    Anton
    Peserta

    Belum Mbak..

    Iklan tempelan seringkali sengaja dipasang untuk memperlihatkan bahwa ada slot iklan yang sudah tersedia.

    Juga kadang yang buat template iseng, siapa tahu iklannya di klik sama yang beli template..:D

    Apakah bisa memasang iklan sebelum daftar adsense? Bisa saja.. kalau sudah punya account dari penyedia iklan lain (selain adsense), tetapi untuk bisa masang adsense di web harus punya account dulu.

    Nah bagusnya tanyakan kepada yang menjual domain itu karena biasanya iklan yang terpasang akan terhubung dengan account adsense seseorang.

    atas balasan kepada: Ada yang tahu tidak….? #29705
    Anton
    Peserta

    Kang Nata

    Kalau lihat dia memakai PHP, template ini untuk WordPress dan bukan blogger. Jadi tidak akan ada XMLnya

    Anton
    Peserta

    Yah Mas… saya mah pilih tidak usah pusing soal seberapa cepat diindex sama google. Kenyataannya tanpa melakukan apapun atrikel-artikel kita akan diindex oleh mereka.

    Bahkan tanpa memasukkan sitemap ke GWT pun tetap saja artikel yang kita publish akan terindex. Udah nyoba sendiri tidak kirim sitemap dan yang biasa ditulis rekan-rekan lainnya, ternyata tetap saja akan terindex.

    Cuma masalah waktu saja.

    Musingin diri cuma karena pengen lebih cepet diindex.

    Kalau saya pilih dah diemin aja, ntar juga keindex sendiri. Toh ngeblog tidak selalu harus cepat-cepat dan cepat. Lebih baik santai saja.

    Pendapat saya lho yah..

    atas balasan kepada: Greget nih Gan #28389
    Anton
    Peserta

    Kalu puun kelapa ketinggian Kang Nata… susah turunnya.

    Pohon toge sajalah.

    Anyway, kadang sesuatu yang saat ini kita bilang tidak mungkin dan tidak masuk akal, ternyata bisa terjadi.

    Dulu siapa sangka orang bisa pergi ke antariksa, tahunya sekarang bisa.

    Nah, 800 blog memang terlihat banyak, tetapi kalau memang ditargetkan demikian, kita tinggal membuat langkah untuk mencapainya.

    Jangan pernah katakan TIDAK BISA, lebih baik bilang BELUM BISA. Karena kalau bilang TIDAK BISA berarti kita tidak mau mencoba, kalau BELUM BISA, berarti kita akan terus mencoba. Besar sekali bedanya.

    Target saya malah seribu blogs, cuma baru jalan 8 blog saja … hahahahahahahaha perlu usaha lebih keras lagi neh, biar kayak Mba Indri

    atas balasan kepada: Greget nih Gan #28385
    Anton
    Peserta

    Baru mau jawab .. udah keduluan Mbak Indri…

    Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kecuali orang makan kepalanya sendiri.

    800 blog bisa lahir, asal ada modal, uang, tenaga, pikiran dan tentunya kemauan.

    Kalau sendiri mah, hadeeehhhh… ampyuunnn dah

    Anton
    Peserta

    Jangan lupa selametan bubur merah putih yah… biar nama yang baru bawa berkah buat yang punya dan yang baca

    Anton
    Peserta

    Mas Durohman,

    Saya sempat berkunjung ke blognya si mas.. Isinya menarik juga sebenarnya, tetapi mungkin pengiklan tidak mempunyai cadangan stock bagi tulisan-tulisan bernafaskan agama. Ada kemungkinan iklan yang tampil tidak bisa sesuai dengan minat pengunjung.

    Tetapi, kalau menurut saya sih, untuk sementara lupakan saja berapa penghasilan kita hari ini. Saya sementara ini stop dulu melihat penghasilan harian, toh dengan dipelototin juga tidak bisa nambah sendiri. Paling seminggu sekali saya lihat.

    Saya mau fokus mengisi blog terus dan terus.

    Kebetulan saya mau niru mbak Indri bikin blog yang buaaanyaaakkkkk… hahahaha.. jadi waktunya daripada habis buat membahas soal penghasilan yang kurang, bisa dipakai untuk menulis.

    Tetap semangat mas.. jangan putus asa

    Anton
    Peserta

    @abu azma

    Tidak juga mas… Blog saya justru banyak sekali mempergunakan gambar. Setiap satu artikel pernah sampai 10 gambar.

    Kliknya normal-normal saja.. CTR antara 0.8-1.5%. Not bad.

    Hasilnya sudah beberapa kali PO dan jarak POnya makin mengecil. Kalau yang pertama 6 bulan setelah mendapat account. Seterusnya jarak itu terus mengecil seiring naiknya jumlah pengunjung.

    Saya padahal sudah tidak merubah posisi iklan hampir satu tahun.

    Anton
    Peserta

    Wah saya sama sekali tidak sependapat dengan soal template yang gambarnya banyak. Kebetulan blog yang saya kelola memakai template magazine yang gambarnya banyak dan guede.

    Toh tetap diterima bahkan dengan hanya satu kali permohonan.

    Jadi saya pikir saran untuk mengganti template dipertimbangkan ulang, saya rasa bukan itu inti permasalahannya. Template yang agan pake menurut saya mah sudah cukup sederhana dibandingkan yang dulu saya pakai waktu daftar adsense.

    Kalau saya pikir ada pada masalah konten. Walau terus terang saya tidak akan mencoba menebak-nebak dimana masalahnya. Tidak mungkin menebak jalan pikiran tim adsense

    atas balasan kepada: lelah daftar adsense #24646
    Anton
    Peserta

    Kalau memang lelah daftar adsense, bisa coba daftar PPC yang lain. Coba juga daftar afiliasi. Bisa juga membuka bisnis penulisan artikel sendiri.

    Memonetisasi blog bukan cuma dengan GA saja. Masih banyak kemungkinan yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pemasukan.

    atas balasan kepada: Blog Berbahasa Inggris #24645
    Anton
    Peserta

    Berapa artikel untuk diterima GA? Artikel yang memenuhi syarat GA seperti apa? Dst

    Ini dua pertanyaan yang berulang-ulang ditanyakan, bahkan di forum ini. Padahal jawabannya pun sudah sangat jelas bahwa hanya team GA yang tahu kriteria pastinya. Kalau forum ini dijelajahi, akan ditemukan sudah banyak jawaban dan masukan.

    Yang bisa diuraikan oleh rekan-rekan yang lain hanyalah berdasarkan pengalaman masing-masing. Kemungkinan besar akan berbeda satu dengan yang lain.

    Tidak ada yang akan bisa menjawab dengan pasti. Bertanya seribu kali, intinya pun akan tetap sama karena publisher GA tidak tahu dengan pasti kriteria yang ditetapkan oleh team GA.

    Kalau memang ingin memperbesar peluang diterima GA, lebih baik berkunjung ke berbagai blog dari berbagai niche yang sudah ada GA-nya. Dari situ, pelajari saja dan kira-kira ambil yang menurut Anda bisa membantu. Tidak ada jaminan akan berhasil, tetapi kalau tidak dicoba, maka tidak akan tahu.

    Blog berbahasa Inggris pun tidak masalah didaftarkan ke GA, bahkan yang dua bahasa juga bisa. Blog yang saya kelola menggunakan dua bahasa. Itupun diterima dengan baik.

    Apakah kalau cara itu dituruti dan diikuti, pasti diterima GA? Ga juga. Tidak ada jaminan untuk itu.

    Jadi mas, tidak perlu dibuat ruwet dengan berhitung berapa artikel, bagaimana caranya, artikel seperti apa dst, saya pikir dengan melihat Juragan Cipir saja, sudah banyak sekali masukan untuk persiapan mendaftar GA> Sekarang yang penting, mulai terus diupdate blognya, tidak usah mikir target harus berapa. Terus update dan update. Buat semenarik mungkin.

    Kalau sudah cukup banyak artikel, dan pengunjung, daftarkan. Kalau gagal, terus update lagi dan terus update. Coba lagi dan lagi.

    Penjelasan mengenai cara memperbesar peluang diterima GA istilah bahasa Sundanya “pabalatak” di internet. Tinggal kita yang harus mencari dan membaca saja. Kalau semua dah dibaca, mas akan nemukan bahwa intinya tidak berbeda banyak. Poin-poinnya sama.


Melihat 0 tulisan