vps murah

Anggriyawan Nugraha

Balasan Forum telah dibuat

Melihat 30 tulisan - 121 sampai 150 (dari total 180)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • atas balasan kepada: Tanya Tentang Site Link #9523

    Site link tidak bisa dibuat secara manual. Itu murni kebijakan dan kedermawanan Google 🙂

    Dan memang setiap situs yang diberikan sitelink sudah punya reputasi baik di mata mesin pencari atau setidaknya peringkat blog sudah cukup baik.

    atas balasan kepada: bagaimana caranya agar semua artikel blog kita di posisi 1 google #9517

    Permisi, izin ikut berdiskusi 🙂
    Peringkat artikel di halaman mesin mencari tergantung dari banyak faktor dan backlink bukan satu2nya penentu pemeringkatan artikel kita di mesin pencari. Yang paling utama adalah faktor kata kunci yang kita gunakan. Setiap kata kunci memiliki tingkat persaingan berbeda-beda dan saya bisa bilang cukup sulit jika kita ingin SEMUA artikel kita berada di posisi pertama.

    Faktor lain adalah peringkat blog kita sendiri di mata mesin pencari. Setiap kata kunci sekarang ini sudah ada penghuninya dalam arti setiap kata kunci biasanya sudah ada beberapa situs yang mendominasi di halaman pertama terkecuali dengan kata kunci yang kurang populer.

    Contoh : jika Anda menggunakan kata kunci populer dan merupakan short tail keyword Anda harus bisa mengalahkan Wikipedia misalnya. Bagaimana caranya? Jika saya menjadi Anda saya nyerah dan angkat tangan jika harus bersaing dengan situs otoritas sebesar itu. (ini maksudnya jika kita kekeuh ingin di peringkat pertama) terkecuali jika kita hanya ingin sekedar nongol di halaman pertama itu masih mungkin.

    Solusinya jika ingin di peringkat pertama gunakan keyword yang persaingannya tidak terlalu ketat. Lihat, dengan siapa kita bersaing baru kita bisa memprediksikan apakah artikel kita bisa tembus di peringkat pertama atau tidak.

    Seiring dengan membaiknya peringkat blog kita dan blog kita semakin besar, kita bisa coba menggunakan kata kunci populer dan lihat apakah kita sudah bisa bersaing di halaman pertama atau belum.

    atas balasan kepada: Artikel kiriman #9122

    Klo kesamaan judul sih kayanya ngga soalnya sebelumnya sudah saya cek terlebih dahulu klo istilah kaskus biar gak repost…

    Barusan sudah saya kirim kembali mba, mudah2an kali ini tembus 😀

    atas balasan kepada: Artikel kiriman #9114

    Permisi mba Indri melanjutkan trit ini…
    kmaren malam saya sudah coba kirim kembali mbak artikelnya dan klo masih gak ada berarti sudah 2 kali mba saya gagal ngirim. knp ya…

    Apa mbak membatasi jumlah kata di form submission nya? barangkali artikel saya terlalu panjang?

    atas balasan kepada: Artikel kiriman #9039

    waduh yang benar mba… saya kira sudah terkirim kemarin subuh… pantes belum di publish takutnya ada masalah dengan artikel kiriman tersebut. Ya sudah mba nanti tak coba buat dan kirim lagi. Salahnya saya gak di save si word, sayang sekali…

    atas balasan kepada: Penyebab pasti postingan hilang di SERP #9026

    Info menarik tapi mungkin perlu diperjelas lagi infonya mas perbedaan no 1 dan no 2 itu apa? Saya kira antara blog belum terindex dan postingan hilang adalah 2 hal yg berbeda. Bagaimana bisa kita kehilangan postingan di SERP jika blog kita sendiri belum terindex, nice share 🙂

    atas balasan kepada: Belajar dari blog besar #8966

    Tulisan saya di atas belum berhubungan dengan apa yg ditanyakan mas Musstakim 😀

    pertanyaannya :

    lebih baik membuat banyak artikel dalam sehari atau nulis banyak kata dalam 1 artikel?.

    Klo pertanyaannya seperti itu maka saya memilih untuk membuat banyak artikel dalam sehari karena semakin banyak artikel maka semakin banyak topik yang bisa saya bahas, blog menjadi semakin kaya akan konten.

    Jika saya menulis banyak kata dalam satu artikel belum tentu banyak topik yang saya bahas, artikel panjang biasanya dikhususkan untuk pembahasan satu topik secara lebih mendalam.

    Mana yang harus kita pilih? dua2 nya sah-sah aja menurut saya yang penting itu isinya dan buatlah artikel untuk manusia bukan untuk search engine 😀

    atas balasan kepada: Belajar dari blog besar #8965

    Permisi ikut gabung… 🙂

    Sore tadi saya baru saja komen di blog orang dengan komentar yg cukup pedas gara2 artikelnya pendek tapi 60% lebih isinya internal link bikin pusing liatnya padahal informasi yg dia sajikan itu menarik.

    Jika saya tidak peduli mungkin saya akan langsung menutup blog nya dan tidak berkomentar tapi maksud saya justru mengingatkan dan menyampaikan apa yang saya rasakan ketika membaca artikel di blognya dan semoga menjadi bahan pembelajaran buat yang punya dan juga buat saya….hihi 😀

    Tipe blogger seperti itu mengutamakan search engine dan artikel yg ditulisnya pun memang untuk search engine bukan untuk manusia.

    Saya beberapa kali mengunjungi “panduanim” juga dan saya masih ingat ada salah satu blogger sukses mengatakan “Jangan terlalu terlena oleh SEO karena kadang itu menjebak, jangan jadi blogger yang diperbudak Google”.

    Buatlah artikel yang singkat, padat, jelas, unik dan menarik, tidak harus panjang jika memang tidak banyak yang bisa dibahas.

    Mungkin cara saya ketika menjelaskan apa itu “mobil” akan berbeda dengan orang lain. Mungkin saya bisa menghabiskan 100 kata untuk mendefinisikan “mobil” tapi orang yg lebih cerdas dari saya bisa saja hanya mendefinisikan “mobil” dalam 20 kata secara lebih jelas. 🙂

    atas balasan kepada: Relevansi Unit Iklan Adsense #8716

    iya mba saya sepakat mengenai iklan berbasis minat ini, mungkinkah google memasang iklan berdasarkan trend pengiklan? karena minggu2 kemarin iklan yg saya lihat di blog saya maupun di blog mba indri dominan dari situs jual-beli padahal riwayat penjelajahan saya jarang sekali membuka situs jual beli.

    atas balasan kepada: Upload video cover #8703

    Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kembali mengenai topik ini jadi maaf trit ini saya hangatkan kembali 🙂

    untuk monetisasi video cover ada sistem bagi hasil yaitu kita akan berbagi hasil dengan pemilik sah yang sudah mengkalim karyanya tersebut. Ini tertuang pada halaman support youtube https://support.google.com/youtube/answer/3301938?hl=id

    Berarti kita diperbolehkan me-monetisasi video cover asalkan bersedia berbagi penghasilannya dengan pemilik karya :D. Ada 2 hal yang dilarang atau tidak layak di monetisasi yaitu :
    1. Video yang berisi rekaman suara komersial, seperti rekaman instrumental atau karaoke.
    2. Video pertunjukan konser langsung.

    Jika ingin monetisasi video di youtube jangan terlalu banyak mengandalkan video cover karena peng-cover video keren dari luar pun sebetulnya membuat video cover itu hanya untuk batu loncatan saja agar namanya dikenal setelah cukup terkenal biasanya mereka membuat original album sendiri, itu strategi mereka 🙂

    Sekali lagi mengenai “kata kunci” ini bukan merupakan ilmu pasti sehingga angka tersebut bisa saja berubah-ubah mas Yadi. angka 1-3% adalah asumsi dari beberapa pakar SEO yang saya baca di wikipedia dan jika Yoast mengasumsikan maksimal 4,5% maka kita sendiri bisa berasumsi bahwa rentang angka yang aman adalah 1-4,5% 🙂

    Pertanyaan yang tepat mas karena antara pendaftaran 1 sampai 3 jaraknya memang berdekatan setelah itu saya tidak mendaftar untuk beberapa minggu dan pendaftaran terakhir diterima. Saya tidak tahu apakah ini berpengaruh atau tidak tapi asumsi saya jarak pendaftaran yg satu dgn yg lain memang lebih baik jangan terlalu dekat karena mungkin google akan menganggap bahwa kita tidak benar2 memperbaiki kesalahan jika mendaftar terlalu sering 🙂

    atas balasan kepada: Iklan Apa Yang Sebaiknya Dicekal? #8695

    Biasanya iklan dari media sosial ataupun dari google sendiri memiliki nilai CPC yang rendah atau bahkan cenderung gratis dan iklan tersebut muncul biasanya ketika belum ada iklan yang relevan dengan blog kita untuk ditampilkan atau ketika beberapa pengiklan habis masa campaign nya.

    Cermati terlebih dahulu jika iklan2 tersebut munculnya sering atau bahkan tiap hari maka sebaiknya dicekal untuk sementara. Namun biasanya iklan-iklan tersebut tidak muncul sesering itu.

    Mohon izin untuk ikut berdiskusi Mas Yadi 🙂
    Langsung saja ke pertanyaan :
    1. Ini maksudnya persentase dari pengulangan kata kunci dalam sebuah artikel ya atau biasa disebut “keyword density”? Berdasarkan beberapa literatur termasuk wikipedia yg membahas tentang keyword density bahwa banyak pakar SEO hanya menyarankan di angka 1 hingga 3% saja karena jika lebih dari itu bisa dianggap spam dan juga akan menrusak struktur artikel karena terkesan berputar-putar.

    no.2 dan 3 saya belum tahu karena masih belajar juga semoga teman2 lain atau mba Indri bisa menjawabnya.

    4. Tidak ada yang pasti mengenai adsense selain yang tertuang dalam peraturan serta kebijakannya sendiri. Masalah pengunjung organik minimal 50 itu berdasarkan dari beberapa kasus yang memang kebanyakan memiliki sedikitnya 50 pengunjung organik namun tidak menutup kemungkinan kurang dari itu tetap masih bisa diterima. Sama halnya juga mengenai email, itu diambil dari sebagain besar contoh kasus bahwa email yg sama ketika ditolak berpeluang besar ditolak kembali namun kasus itu justru tidak terjadi terhadap saya, dari awal pendaftaran sampai diterima saya hanya menggunakan 1 alamat email dan total saya daftar adalah 4 kali (3 kali ditolak dan ke-4 diterima).

    Tambahan mengenai riset kata kunci, saya pahami betul bahwa riset kata kunci ini bukanlah pekerjaan mudah apalagi untuk seorang pemula seperti saya. Namun ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar kita tetap bisa memaksimalkan blog kita dengan kata kunci tertarget :
    1. Misalkan Anda sudah terbiasa membuat 10 artikel/hari dan saya yakin tidak semua artikel tersebut melakukan riset kata kunci terlebih dahulu karena itu akan menguras waktu terkecuali Anda membuat 10 artikel itu dibantu oleh beberapa admin lain di blog Anda. Jika memang begitu setidaknya ada 3 artikel yang melakukan riset kata kunci terlebih dahulu (1 short tail keyword dan 2 long tail keyword). Jika bisa lebih dari 3 ya lebih bagus 🙂
    2. Ada 2 konsekuensi dari kata kunci ini yang harus di pahami. Pertama adalah mengenai shor tail keyword (kata kunci pendek) keuntungannya adalah kita akan mendapatkan trafik besar jika penerapannya betul namun konsekuensinya tidak mudah untuk bersaing di halaman pertama google dengan short tail keyword ini. Kedua adalah mengenai long tail keyword (kata kunci panjang) keuntungannya adalah persaingan tidak begitu ketat di halaman pertama google namun tidak banyak menarik trafik.

    Jadi untuk pemula termasuk saya lebih baik bermain di long tail keyword terlebih dahulu dan melihat hasilnya apakah kita bisa bersaing di halaman pertama atau tidak dengan long tail keyword tersebut. Selanjunya kita bisa meningkatkan kemampuan dengan belajar short tail keyword.
    3. Jika kita memang betul-betul ingin menguasai ilmu “kata kunci” maka kita harus siap2 mantengin perkembangan kata kunci yang akan berubah dari waktu ke waktu dan “kata kunci” ini bukanlah ilmu pasti.

    Sebetulnya penggunaan keyword planner itu sudah bisa dianggap langkah advanced dalam riset kata kunci karena banyak parameter yang bisa di dapat dari sana serta lebih detail namun jika ingin lebih advance lagi dan lebih greget bisa coba menggunakan “ubersuggest” 😀 saya sendiri masih memaksimalkan kata kunci melalui plugin SEO Yoast karena dari situ juga kita sudah bisa mendapatkan kata kunci tertarget.

    atas balasan kepada: Bagaimana Agar Subdomain Tidak Terindex ? #8586

    oke2 mba, ternyata sederhana..hehe terima kasih banyak mba sangat membantu

    atas balasan kepada: make a register page #8519

    Halo mas Rahman bantu jawab, platform yg mas gunakan apa mas? wp kah atau blogger? klo wp dan seperti blog nya mba Indri ini pake plugin bbpress. Bbpress adalah plugin untuk membangun forum di blog/website berbasis wordpress. Di dalamnya sudah ada pengaturan mengenai membuat form register ataupun login.

    Tanpa menggunakan plugin pun sebetulnya wordpress sudah menyediakan halaman register ataupun login bagi siapapun yang ingin bergabung di blog kita entah itu sebagai kontributor ataupun administrator tapi basisnya bukan forum. Kita bisa mengakses halaman register dengan alamat default http://example.com/wp-login.php/?action=register

    Untuk lebih jelasnya kita tunggu penjelasan dari mba Indri 🙂

    atas balasan kepada: Konten Berhak Cipta #8507

    Halo mas Afandi, saya sendiri gak bisa menjamin apakah itu bisa lolos adsense atau tidak cuma setau saya gak masalah jika kita ambil bahan dari situs lain tapi jangan COPAS, ngambil bahan dari situs lain untuk dijadikan artikel biasa disebut rewrite dan aman atau tidaknya tergantung dari cara kita meramu kembali artikel tersebut menjadi artikel “baru” dengan gaya bahasa kita sendiri 🙂

    Dan artikel rewrite biasanya tetap mencantumkan sumber aslinya sebagai bentuk penghargaan kita terhadap si pemilik konten yg asli 🙂

    atas balasan kepada: Tentang Blog Domain TLD #8419

    Untuk blogspot mba Indri yang lebih tau :), tapi untuk di wp karena ukuran maksimal file yg bisa di upload adalah 8 MB berarti gambar maksimal yg bisa dipasang di artikel adalah 8 MB/gambar.

    Ketika kita mendaftar sebagai publisher menggunakan domain TLD/self-hosting maka seharusnya kita mendapatakan akun non hosted tapi jika kita mendaftar menggunakan blogspot misalnya maka kita mendapatkan akun hosted.

    Nah iklan dari akun non hosted ini bisa digunakan dimanapun termasuk di domain non TLD seperti blogspot tapi jika akun kita hosted karena mendaftar melalui blogspot atau youtube maka iklan tersebut hanya bisa digunakan di blogspot dan tidak bisa digunakan di domain TLD/blog self-hosting ataupun blogspot yang sudah menggunakan domain TLD.

    Untuk memperluas hak penggunaan, kita bisa upgrade akun dari hosted menjadi non hosted dan untuk cara upgrade nya bisa dilihat disini…
    https://www.facebook.com/adsensegratis/posts/238283003021863
    https://support.google.com/adsense/answer/2534771?hl=en

    atas balasan kepada: Tentang Blog Domain TLD #8411

    Halo mas Masphie, bantu jawab mohon dikoreksi jika keliru…
    1. Maksudnya masa gratis habis itu gmn ya?
    2. Masalah gambar, klo di wordpress setiap theme memiliki spesifikasi widht content yaitu lebar area konten/artikel berbeda-beda dan jika lebar maksimalnya adalah 600 pixel maka gambar yang ditampilkan maksimal dgn lebar 600 pixel. Jika gambar kita besar misalnya lebih dari 1000 pixel lebih baik mengaturnya sebagai thumbnail saja sehingga jika pembaca ingin melihat ukuran aslinya tinggal di klik saja.
    3. Akun adsense yang saya tahu ada 2 jenis yaitu akun non hosted dan akun hosted. Akun non hosted adalah yang didapat menggunakan domain TLD sedangkan akun hosted adalah yang didapat menggunakan blogspot. Iklan dari akun non hosted bisa digunakan di domain non TLD seperti blogspot tapi iklan dari akun hosted tidak bisa digunakan di domain TLD.
    4. Yang dibawah mungkin lebih tau 🙂

    CMIIW, semoga membantu…

    atas balasan kepada: Efek Negatif Share Artikel #8263

    Selamat malam, saya coba hangatkan kembali topik ini 🙂
    Topik ini tentang share artikel kaitannya dengan adsense… Setelah baca-baca di blog dalam dan luar negeri, poin pentingnya adalah tidak ada larangan memang untuk share artikel ini baik itu di G+, Fb ataupun twitter cuma beresiko tinggi.

    Resiko tinggi disini maksudnya ketika kita melakukan cara yang tidak wajar saat share artikel, yaitu dengan mengarahkan/mengajak/meminta orang lain mengklik iklan di situs kita.

    Di beberapa kasus saya percaya ada fenomena boom klik seperti yang mba Indri katakan dan bisa mengakibatkan akun kita di banned tapi karena fenomena itu terjadi secara random saya belum bisa mengatakan dan menyimpulkan bahwa share artikel itu buruk karena dibalik itu manfaatnya jauh lebih besar menurut saya.

    Yang harus diingat tentang adsense adalah Google punya perhitungan tersendiri yang mungkin akan memperhitungkan dari mana datangnya klik iklan di situs kita.

    Saya percaya, klik iklan pengunjung organik yang berasal dari search engine akan bernilai tinggi jika dibandingkan klik iklan yang berasal dari media sosial (pengunjung yg datang melalui medsos) ataupun pengunjung yang merupakan subscribers situs kita.

    Jadi saya melihatnya lebih ke dampak terhadap harga klik (CPC) nya ketimbang kena banned. Intinya jika ingin share artikel lakukan sewajarnya saja agar terhindar dari “kesialan” 🙂

    atas balasan kepada: Mengapa Blogger Tidak Memasang Tombol Join This Site ? #8131

    Saya ikut nyimak dan sekalian bertanya…
    Saya sering melihat widget join this site di blog berbasis blogspot dan saya awam klo masalah blogspot 😀

    Apakah sama yang dimakusd “join this site” itu dengan subscribe? Soalnya klo di wp yg sering saya temui dan termasuk saya juga pake adalah widget subscribe

    atas balasan kepada: Mengapa Jatuh Hati Menjadi Blogger #8119

    Saya anak kemaren sore ikut nimbrung yaaa 🙂

    Saya adalah anak kemarin sore yang baru mengenal blog secara serius pada tahun 2015, tidak lebih dari 3 bulan yang lalu jadi sudah pasti pengetahuan saya tentang blog sangat minim dan jauh dibanding teman2 semua yg ada disini.

    Ketika awal masa2 kuliah dulu saya sempat membuat blog di blogspot dan itu pun tanpa ada arah tujuan, cenderung penasaran aja tentang trend blogspot yg lumayan booming pada saat itu, sampai sekarang saya lupa alamat blog saya sendiri dan isi artikelnya pun mungkin cuma 5 biji.

    Blog saya yg dulu dimulai hanya dari rasa penasaran saja sehingga wajar jika tidak berlanjut. Disaat itu pula saya sering dengar mengenai wordpress namun tidak ada ketertarikan sedikitpun untuk membuatnya karena saya pikir kasusnya akan sama ketika saya membuat di blogspot yang akhirnya terbengkalai.

    jika dibilang saya hobi menulis tidak juga, cuma saya ini senang berdiskusi dan mempelajari hal-hal baru. “Gila” nya saya adalah sudah lama tidak tau mengenai blog tapi pada bulan maret kemarin saya memutuskan untuk membuat blog, tidak tanggung2 saya langsung menggunakan domain TLD berbasis wordpress.

    Entah apa yang merasuki saya saat itu sehingga memutuskan untuk menyewa hosting dan membuat blog dengan serius. Awalnya tidak terpikir sama sekali mengenai earning karena seperti kasus blogspot saya yang dulu, semua ini berawal dari rasa penasaran saja.

    Saya penasaran seperti apa rasanya punya domain .com sendiri dan saya penasaran kenapa kakak saya bisa menghasilkan puluhan juta sampai ratusan juta/bulan dari internet meskipun akhir-akhir ini saya tahu klo dia bukan menjalankan sebuah blog tapi website berbasis search engine dengan target dari luar.

    Jika ditanya siapa orang yang menginspirasi saya, adalah kakak saya sendiri tapi ironis sebetulnya kami jarang tegur sapa ditambah dia sudah menikah dan membangun rumah baru hasil keringatnya dari internet jadi kami gak serumah lagi.

    Namun setelah dia tahu bahwa saya mengelola blog, disitu kami mulai banyak ngobrol dan tukar pikiran tapi saya masih gengsi untuk berguru sama dia 😀 saya cuma tidak ingin dicap sebagai peniru ditambah menurut saya dia bukanlah seorang blogger sehingga dunia kami memang benar2 berbeda meskipun sama2 di bidang internet.

    Setelah itu saya baru mulai baca sana-sini dan kenal dengan adsense. Blog saya lahir pada bulan maret tepatnya tanggal 18 maret 2015 dan saya memutuskan untuk mendaftar adsense pada bulan mei jadi blog saya baru berumur 2 bulan.

    Bermodal nekad aja dan pengetahuan seadanya mengenai adsense, diterima sukuuurrr… ngga dierima ya coba lagi :D… 4 kali daftar, 3 kali ditolak dan terakhir Alhamdulillah diterima belum lama ini.

    Kelemahan :Saya orangnya musiman 😀 dan mungkin ini akan dipandang jelek jika kita ingin menjadi seorang blogger serius, tapi ya itulah saya. Musiman yang saya maksud adalah bukan mengikuti/meniru orang tapi kebanyakan sesuatu yang saya lakukan adalah berawal dari penasaran saja setelah saya merasa puas biasanya saya tinggalkan.

    Kelebihan : Ketika saya menggeluti satu bidang saya tidak akan pernah tanggung2 klo perlu sampe ke akar2nya. Dulu ketika saya penasaran dengan Android saya pelajari betul-betul sampe ikut forum sana-sini, ikut acara gathering, cari berbagai macam pemecahan masalah untuk anggota forum, utak-atik sistem android (hanya sebatas software saja tidak hardware) sampai ada rencana untuk membuat video project di youtube yang me-review smartphone terbaru bersama teman namun pupus tidak terlaksana.

    Tapi kelebihan saya itu ditutupi kelemahan saya dan semua itu biasanya tidak bertahan lama karena saya orang nya musiman, Ketika saya sudah merasa bosan maka saya tinggalkan dengan tetap membawa ilmu dari apa yg pernah saya pelajari. Sampai saat ini saya adalah orang yang sulit konsisten pada satu bidang.

    klo Ibarat hewan, mungkin saya ini amphibi yang bersifat omnivora :D. Saya belum tahu apakah blog saya yg sekarang akan bernasib sama dan akhirnya saya tinggalkan atau tidak, tapi jujur saya merasakan sensasi berbeda ketika mengelola blog 😀

    Sayang juga klo saya tinggalkan begitu saja dan juga menurut saya kelebihan blog ini pada satu tahap tertentu kita tidak perlu lagi intens mengerjakannya, saya percaya ada saat dimana saya bisa meninggalkan blog saya ini dalam jangka waktu lama namun tetap On atau menghasilkan (intinya tetap memberikan manfaat bagi para pembaca).

    Biar bagaimanapun harapan saya tetap besar, saya hanya berharap dan ingin belajar menjadi orang yang konsisten termasuk konsisten mengelola blog…

    oleh karena itu, kedepannya ada rencana penting yg ingin saya jalankan terkait blog dan sedikti melibatkan pihak keluarga, semua masih rencana dan mudah2an kedepannya terlaksana… aminnn.

    Masih banyak yang harus saya lakukan, sementara itu saya akan terus menggali ilmu salah satunya dari blog nya mba Indri ini 🙂

    atas balasan kepada: Dilema template responsif #8034

    Oo ya satu lagi, theme responsive itu memang sangat penting menurut saya tidak peduli apakah Google merekomendasikannya atau tidak. Jadi saya sendiri menggunakan theme responsive agar jangkauan blog lebih luas bukan agar Google senang mengingat pengguna smartphone skarang semakin meningkat.

    Ini salah satu usaha penyesuaian dan mau tidak mau harus kita ikuti klo tidak kita ketinggalan 🙂

    atas balasan kepada: Dilema template responsif #8032

    Ijin ikut nimbrung mas, memang seperti itu mas biasanya tampilan blog yg responsive tidak akan sama versi mobile dan versi PC nya karena ada beberapa elemen yg sengaja dihilangkan seperti sidebar dll.

    Masalahnya saya sendiri tidak bisa membayangkan klo tampilan versi PC murni di tampilkan di layar smartphone yg kecil itu, kaya mana jadinya nanti…hehe 🙂 Tidak akan termuat semuanya jadi harus ada yg dikorbankan.

    Kecuali bukanya lewat ipad atau tab biasanya tidak terlalu beda jauh dengan versi pc. Tidak masalah mas menurut saya karna yg penting isi nya dan meskipun orang2 saat ini mengakses internet lewat smartphone tetap aja persentase nya masih lebih besar yg lewat PC.

    Oo ya bagi yg belum tau, untuk melihat blog kita dari berbagai platform bisa di tes disini http://mobiletest.me/

    atas balasan kepada: Konten Berhak Cipta #8011

    http://www.jurnalaquascape.com
    silahkan berkunjung ke rumah sederhana saya 🙂

    atas balasan kepada: Konten Berhak Cipta #8002

    saya pun sama masih belajar mas, rekomendasi mentor yg tepat ya mba Indri, kedua gabung di forum ads.id 🙂

    atas balasan kepada: Konten Berhak Cipta #7997

    Betul mba, lagian gugat menggugat hak cipta itu ujung2nya duit yg mereka cari… Jadi biasanya itu terjadi sama perusahaan2 besar yg sudah pasti keuntungannya jg besar. klo blog sendiri saya belum pernah lihat kasus gugat menggugat hak cipta karena mungkin mereka pikir cuma buang2 waktu saja 😀

    atas balasan kepada: Penggunaan Gambar Flickr #7985

    Ikut Nimbrung… hampir sama dengan yg dikatakan mba Indri. Mungkin pertanyaan yg cocok adalah “Apakah Adsense memperbolehkan penggunaan gambar/konten berhak cipta di dalam postingan blog?

    Google tidak peduli dan tidak mau tau dari mana sumber gambar/foto yg Anda ambil apakah itu dari flickr, photobucket atau bahkan dari penelusuran google sendiri.

    Yang jadi perhatian adalah apakah gambar/foto yg Anda gunakan itu memiliki hak cipta atau tidak, jika memiliki hak cipta apakah Anda mengikuti peraturan dalam menggunakan konten berhak cipta? entah itu menyertakan sumber nya, memberikan credit point ataupun ijin langsung dari yg punya 🙂

    atas balasan kepada: Situs tidak sesuai kebijakan google #7923

    klo saya liat blog nya mas afhuk dan situsaya udh bagus, simpel dan lebih bagus dari blog saya.


    @Afhuk
    : Menurut saya blog seperti mas itu layak lolos adsense tapi yg bisa memberi masukkan mengenai pelanggaran kebijakan adsense adalah mba Indri. Kita tunggu aja komentar dari beliau…


    @situsaya
    : Maaf yg mas makusd itu ditolak permohonannya tapi belum menerima email dari adsense?

    Ada trit serupa yg mungkin bisa jadi bahan pembelajaran 🙂

    Situs tidak sesuai dengan kebijakan Google

    atas balasan kepada: Perusahaan Penyedia Domain lenyap… #7896

    menarik juga pertanyaan kaya gtu 😀
    dulu saya pernah membayangkan apa jadinya jika perusahaan telekomunikasi (misal:telkomsel atau indosat) bangkrut. Bagaimana nasib orang2 yg sudah menggunakan nomor dari mereka?? Apakah hangus semua? Pasti merugikan jutaan orang…

    Serupa seperti itu pertanyannya 😀
    tapi mungkin (mungkin loh yaa), jika perusahaan/penyedia layanan seperti itu bangkrut tidak akan sepenuhnya gulung tikar, beberapa kemungkinannya seperti ini :
    1. Perusahaan dijual ke pihak lain jadi layanan yg kita gunakan tetap On, contoh kasus axis gabung ke xl, tokobagus & berniaga gabung ke olx dll
    2. Mungkin ketika mereka akan menutup perusahaannya tidak akan seketika tapi di jadwalkan dan terlebih dahulu pendaftaran layanan di stop. Misal perushaan A yg membuka layanan domain akan tutup pada tahun 2016. Berarti pada tahun 2015 mereka sudah tidak membuka pendaftaran layanan.

    Untuk perusahaan domain, kemungkinan yg terjadi adalah no 1 seperti halnya peruahaan telekomunikasi yaitu perusahaan tersebut di akuisis oleh perusahaan sejenis sehingga layanan tetap On sama halnya ketika axis di akuisis xl.

    Maaf panjang lebar, ini cuma opini saya dan belum tentu benar karena belum lihat contoh kasus seperti itu 🙂
    CMIIW

    atas balasan kepada: Target Pengunjung Subdomain #7895

    sip, cukup jelas mba… berarti pengaturan yg mungkin bisa dilakukan di webmaster tools nya ya… oke2 mba… Terima kasih banyak 🙂

[addtoany]
Melihat 0 tulisan