vps murah

penggunaan gambar dan penolakan google adsense

Melihat 4 pertalian (thread) balasan
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
    • #6681
      valen
      Anggota

      Halo, mbak indri.

      Ini lanjutan diskusi kemarin (http://juragancipir.com/forums/topic/pemasangan-kode-iklan-adsense), dan saya mau ngabarin kalau blog saya ditolak Google Adsense. 🙂 Terus terang saya kecewa, namun tidak terlalu terkejut, karena setidaknya saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan penolakan. Bahkan, kalau tidak salah ingat, mbak indri pernah bilang di blog ini, kalau kita belumlah master jika belum pernah ditolak GA. (Sebenarnya sih saya tidak jadi master juga tidak apa-apa, asal diterima mendaftar GA, hehe).

      Saya mau cerita nih mbak, soal blog saya yang ditolak kemarin, siapa tahu mbak indri bisa ngasih pandangan. Blog yang saya daftarkan itu sudah berusia 2 bulan. Sejak membuatnya pertama kali, memang sudah saya rencanakan untuk mendaftar GA. Karenanya saya sangat berhati-hati dalam membangunnya. Domainnya sudah TLD. Sejak dibuat, setiap hari saya menulis 5-10 artikel, dengan panjang masing-masing artikel minimal 500 kata. Semuanya orisinal (bukan copy paste). Template blog, saya cari yang sederhana namun responsif. Navigasi juga saya bikin lengkap (post terbaru, post terpopuler, label, dll). Juga telah saya siapkan laman About, Disclaimer, Privacy Policy, juga Sitemap. Ketika didaftarkan, blog itu sudah benar-benar jadi (bukan sedang dalam pembangunan), dan telah memiliki sekitar 400-an artikel orisinal. Ketika saya cek di Google, blog saya bahkan telah memiliki sitelink yang sama dengan blog Juragan Cipir.

      Berdasarkan penilaian saya pribadi, sebenarnya blog itu sudah beres kan, mbak? Tapi nyatanya ditolak ketika mendaftar GA. Makanya terus terang saya kecewa, meski tidak terlalu terkejut. Karena GA memang kesannya misterius. Alasan penolakan mereka juga tidak jelas, “Situs Anda tidak mematuhi kebijakan Google” tanpa menerangkan lebih lanjut apa yang disebut “tidak mematuhi kebijakan Google” itu.

      Nah, jika saya introspeksi, dan mencari-cari kesalahan yang mungkin telah saya lakukan, kemungkinan besar kesalahan saya ada pada gambar/ilustrasi yang saya gunakan. Di setiap artikel yang saya posting ke blog, saya melengkapinya dengan satu buah gambar/ilustrasi, yang saya cari lewat Google. Semula saya pikir itu bukan masalah, toh kebanyakan blogger juga melakukan hal itu. Tapi kemudian (setelah ditolak GA), saya jadi mikir, apa mungkin gambar yang saya gunakan itu melanggar hak cipta orang lain? Bisa jadi, gambar yang saya gunakan ada di bawah hak cipta orang lain, dan GA menilai saya menggunakan milik orang lain untuk blog saya.

      Yang ingin saya tanyakan, apakah mungkin kesalahan saya memang di situ (penggunaan gambar untuk ilustrasi)? Jika kita tidak boleh makai gambar yang ada di Google, lalu kita harus pakai gambar dari mana? Soalnya terus terang saya tidak mampu jika disuruh bikin gambar/ilustrasi sendiri.

      Sementara itu dulu mbak. Sebenarnya ada hal lain yang ingin saya sampaikan/tanyakan, tapi mungkin akan saya bikin di thread lain saja, agar lebih fokus. Sebelum dan sesudahnya, saya mengucapkan terima kasih.

    • #6683
      valen
      Anggota

      Oh ya, nambah informasi. Materi blog saya berkisar pada pendidikan, karir, keuangan, wirausaha, properti, dan pengetahuan umum.

    • #6686
      Indri Lidiawati
      Keymaster

      Baru ditolak adsense sekali aja sdh panik ya mas Valen hehe 😀 Saya aja dulu berkali2 ditolak, berkali2 beli domain dan berkali2 membuat blog baru dan ditolak terus, namun hal itu bisa membuat kita semakin mamahami adsense. Sering ditolak adsense merupakan salah satu ciri2 publisher sukses, karena nantinya kita akan lebih berhati2 dalam menjaga dan mengelola akun adsense agar tdk dibanned 🙂

      Menurut saya penolakan blognya mas Valen tersebut tdk terkait gambar (asalkan tdk menggunakan gambar berlabel © hak cipta). Karena banyak blogger yg mengambil gambar di google dan diapproved.

      Coba periksa apakah blognya mas Valen memiliki kekurangan ini:

      1. Apakah template yg digunakan mas valen TIDAK mobile-friendly? Silakan dicek disini: https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/

      Saat ini google mengharuskan blog yg didaftarkan adsense harus mobile-friendly (rakah seluler) agar memenuhi kriteria pedoman mutu webmaster.

      2. Apakah trafik blognya mas BELUM mencarai 100 visitor dari google setiap hari? Jika trafik blog dari search engine masih rendah maka permintaan iklan tdk mencukupi kriteria adsense sehingga iklan tdk cepat muncul di blog, akhirnya tim google tdk bisa melakukan review manual karena blognya mas valen sdh ditolak lebih dulu oleh sistem.

      Saran saya, penuhilah kedua hal di atas. Kemudian bulan depan (setelah umur blog menginjak 3 bulan ke atas) silakan daftarkan lagi ke adsense dengan menggunakan gmail lain yg belum pernah didaftarkan adsense.

      Sebagai obrolan: terkadang proses persetujuan adsense itu berubah2 dan ada yg untung2an, misalnya, blog baru berumur 1,5 bulan terkadang diterima. Dan bahkan ada blog abal2 yg berhasil diterima. Namun kita jgn mengharap yg untung2an seperti itu, jadi pastikan trafik blog dari search engine telah mencarai 100 vu perhari dan sebaiknya tunggu saja umur domain memasuki 3 bulan ke atas. Maka semakin lama kekurangan di blog kita akan terpenuhi dan akhirnya diterima 🙂

    • #6694
      valen
      Anggota

      Terima kasih untuk jawabannya, mbak indri.

      Mengenai template, kayaknya nggak ada masalah sih. Sudah saya cek di https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly/ maupun di web pengecek lain, dan semuanya menyatakan template blog saya mobile friendly.

      Yang masih menjadi masalah mungkin poin kedua, yaitu trafik yang belum mencapai 100 per hari dari google search. Itu pula yang menyebabkan saya sampai menulis banyak artikel setiap hari, dengan harapan trafik cepat meningkat. Tapi rupanya rajin menulis banyak artikel nggak menjamin peningkatan trafik secara cepat ya. Pengunjung blog saya masih di kisaran 50-an per hari, meski pegaview-nya bisa mencapai 200-an halaman.

      Kemudian, mengenai gambar, apa yang dimaksud “asalkan tdk menggunakan gambar berlabel © hak cipta” itu mbak? Apakah label hak cipta yang dimaksud itu tertempel pada gambar? Sejauh ini, semua gambar yang saya pakai tidak ada yang di dalamnya terdapat atribut semacam itu.

      Nah, menyambung topik ini, saya mau nanya hal lain, tapi akan saya tulis di therad tersendiri saja, biar lebih fokus. 🙂

    • #6696
      Indri Lidiawati
      Keymaster

      Tidak ada ceritanya trafik blog bisa tummbuh cepat karena ada beberapa faktor yg mempengaruhinya, salah satunya umur blog. Namun jika umur blog sudah tua dan jumlah update perharinya banyak, maka pertumbuhan trafik akan lebih cepat daripada blog yg jumlah update perharinya sedikit. Karena jumlah artikel yg dimiliki oleh blog juga mempengaruhi trafik.

      Tentang gambar berhak cipta yg dimaksud adalah gambar karya fotografer berlabel hak cipta atau gambar2 lain yg ada labelnya, maupun gambar yg ditandai dengan “kode hak cipta” seperti gambar2 milik Getty Image.

[addtoany]
Melihat 1 pertalian (thread) balasan
  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.