Curhatan Seorang Blogger Yang Tidak Bakat Menulis Tapi Mata Duitan

Hmmm….gini nih sialnya hidup saya kalau menulis artikel suka bingung kalimat pembukaannya mau seperti apa. Gak mungkin dong saya ngeblog bukan bahas agama tapi kata sambutannya gaya orang mau ceramah. Lagian saya gak bisa ceramah juga sih. Intinya saya ngeblog itu bukan karena punya bakat menulis yang butuh penyaluran, bukan pula karena hobi ngutak-atik template/theme. Tapi saya ngeblog itu karena terjebak!!!

Mengapa saya katakan terjebak? Dulu awalnya saya pernah baca salah satu artikel yang intinya bahwa aktivitas blogging bisa mendatangkan uang, karena mata saya hijau…tapi hijaunya bukan karena saya saudara kembarnya Channing Tatum, melainkan ijo kalau sedang melihat duit saja, akhirnya saya tergoda juga, persis bagaikan kucing garong kampung diiming-imingi ikan paus digoreng Farah Quin terus disambelin oleh Chef Aiko.

farah qui n

Ya begitulah. Saya sangat kesulitan kalau harus menjelaskan sesuatu dalam bentuk tulisan. Saya sering gak pas kalau harus mengumpamakan sesuatu. Mungkin karena saya miskin perbendaharaan kata. Itu kemungkinannya, tapi kalau yang pastinya sih karena saya bego hihi. Jadi jangan heran kalau pernah ada orang habis membaca tulisan-tulisan saya, kemudian setelah selesai dia ngatain saya penganut aliran Vickinisasi.

Tapi saya coba tegar setegar Inul Daratista sewaktu goyang ngebornya diprotes Bang Haji Rhoma Irama. Dikatain begitu saya anggap biasa saja, toh Vicky dengan bahasa begitu justru makin laku. Begitu juga dengan search engine, masih mengindex blog saya. Saya justru berpikir bisa jadi tulisan saya jadi kontroversi, terus blog saya terkenal deh haha. Bukankah yang sering terjadi di negeri ini memang begitu? Sedangkan orang yang benar-benar waras cuma bisa ngetweet dengan hastag #StopMakingStupidPeopleFamous !!!

Setelah saya berhasil menghipnotis diri-sendiri biar tetap Pede ngeksis ngeblog meskipun dibully, kesadaran saya yang lain muncul. Yaitu saya menyadari bahwa ternyata mencari duit di internet dengan blogging itu tidak gampang, apalagi buat pemula seperti saya, nubitol, nubie ‘n tolol. Hingga akhirnya saya mulai berpikir untuk berhenti ngeblog, berhenti lembur tiap malam dan malam minggu mantengin laptop kemudian mulai hidup ‘normal’ cari pacar biar kalau mudik lebaran tidak ada kerabat yang nanyain ‘kapan menikah?’. Asal kalian tau saja, pertanyaan macam itu sangat dalam bagi jones seperti saya. Bagi saya, pertanyaan SETAJAM SILET tersebut adalah titik-titik hitam yang menodai kesucian acara silahturahmi idul fitri. Halahhh….

Namun di lain sisi saya teringat kata-kata om Mario Teguh. Saya memang belum sukses, tapi siapa tau saya masih di jalan yang tinggal beberapa tapak lagi menuju kesuksesan. Ya, saya tau itu hanyalah kata-kata manis ciri khas motivator. Tapi saya iyain saja karena kalau diingat-ingat, saya sudah mengeluarkan modal dan waktu yang lumayan banyak.

Namun keseriusan saya dalam blogging akhirnya banyak berkurang. Mungkin alasannya seperti di atas tadi, saya niat ngeblog cuma biar dapat duit. Setelah sekian lama gak mendapatkan apa yang diinginkannya, akhirnya semangat jadi loyo. Dalam keloyoan tersebut, saya gunakan untuk browsing sana-sini. Mencari alternatif cara mendapat duit lewat internet yang lain. Karena waktu itu sedikit banyak saya sudah bisa ilmu blogging tingkat basic, saya maunya yang tidak jauh-jauh dari blog. Akhirnya ketemulah salah satunya, yaitu lomba blog.

Menang Lomba Blog

Saya nemu sebuah web yang isinya pengumuman lomba blog berhadiah smartphone. Kebetulan banget saat itu saya lagi ngidam gadget baru. Saya baca baik-baik syarat dan ketentuan lombanya. Setelah mulai paham, bikinlah sebuah artikel yang isinya mempromosikan salah satu produk gadget dari website tersebut.

Dalam lomba blog biasanya baru sebulan kemudian diumumkan pemenangnya. Dan saat waktu pengumuman tiba, saya kembali kecewa. Saya tidak menang alias KALAH.

Saya bener-bener putus asa sampai yang biasanya malas berdoa, waktu itu tanpa malu-malu saya menyebut nama Tuhan. (Untunglah Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyanyang. Kalau tidak, mungkin Dia akan bilang, “Siapa sih lu? Hellooo….kalau lagi seneng gak inget gue. Sekarang lagi sedih saja baru ngemis-ngemis ke gue.”). Sambil lemas tak berdaya bagaikan negara Amerika Serikat yang luluh lantak habis dibom nuklir oleh Indonesia pada Perang Dunia Ke-10 , saya coba buka-buka blog yang menjuarai lomba. Saya coba pelajari di sana ada apa saja yang membuatnya bisa dipilih jadi pemenang. Setelah dirasa cukup, saya coba bangkit dan mulai ikuti lomba lagi. (waktu itu kebetulan lomba blog sangat banyak).

Pada lomba blog saya yang kedua ini saya bikin artikel dengan usaha keras. Hampir lembur 3 malam (jam 10-12) hanya untuk bikin SATU artikel. Setelah jadi dan didaftarkan, tinggal tunggu pengumuman pemenangnya. Sebulan kemudian waktu pengumuman pun tiba. Saya tidak sabar ingin mengetahui hasilnya. Saya kunjungilah halaman web yang berisi daftar pemenang. Setelah halaman loaded 100%, layar laptop saya tutupi pakai telapak tangan, kemudian dibukalah pelan-pelan dengan cara menggeser telapak tangan ke samping sedikit demi sedikit. Maksudnya biar kayak penjud1 amatir sewaktu buka kartu, gitu loh.

Setelah sebagian tangan terbuka, saya lihat ada nama saya di sana. Yup, betul saya berhasil menang. Meskipun bukan juara pertama tapi hadiahnya lumayan, Rp1.000.000,00. Itulah uang pertama yang saya dapatkan dari ngeblog di internet.

Selanjutnya saya fokuskan lomba blog. Alhamdulillah berkali-kali saya berhasil menang ( kalah, tetap masih sering juga). Juara pertama juga pernah (kalau ditotal hadiah sudah sepuluhan juta. Tapi gak tau nih kenapa duitnya selalu habis hihi). Namun setelah sekian waktu akhirnya saya lelah juga. Mungkin masalahnya tadi, blogging sebenarnya bukan poison(?), passion(?) saya (Eh, gimana sih tulisan bahasa Inggrisnya yang biasa Agnes Monica ucapkan dengan menggebu-gebu kalau lagi ngomongin dunia tarik suara? poison, passion atau justru fashion?. Ah sudahlah gak usah terlalu dipikirin bahasa alien ini. Orang saya menulis bahasa Indonesia saja belum benar EYDnya kok). Apalagi lomba blog itu bukan seperti main adsense. Kalau tidak capek-capek ikut lomba gak bakalan bisa memang. Apalagi kalau sudah capek-capek ikut tapi ternyata kalah? Sangat menyakitkan hati. LOL. Akhirnya terpikir kembali ingin kembali main adsense.

*Haduh gak terasa sudah panjang saja ini tulisan. Kalau menulis curhat kok gampang ya, Terasa gak mikir gitu. Tapi kalau nulis untuk keperluan niche blog, susah, pusing, kepala terasa mau meledak. Ya sudah, karena saya juga malas kalau harus membaca tulisan panjang, saya akhiri saya tulisan saya kali ini. Besok kalau gak malas, saya lanjutin lagi curhatnya mengenai adsense yang sampai saat ini saya belum sukses juga hihi. Semoga ada yang mau membaca. Mungkin juga saat ini ada pembaca yang tidak percaya saya pernah juara pertama lomba blog, besok saya akan kasih bukti hehe.

Bagikan:
24 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.