Cerita Lucu Pengendara Motor Menahan Tangan Polisi di Lampu Merah

Pagi hari yang cerah saya berangkat ke kantor mengendarai motor honda kharisma melintas di jalan ahmad yani di surabaya yang terkenal paling padat lalulintasnya. Hari itu saya lupa tidak bawa sim karena tergesa-gesa takut kesiangan, namun perlengkapan berkendara sangat lengkap mulai dari spion kiri kanan, lampu depan menyala dan helm teropong saya kenakan dengan baik.

Ketika tiba di salah satu lampu merah di dekat kebun binatang wonokromo, tiba-tiba lampu merah menyala dan saya terlambat berhenti sehingga sepeda motor saya terhenti tepat di atas “zebra cross” dan menghalangi-halangi para penyeberang jalan.

Ilustrasi, antarafoto.com

Sialnya, pada saat itu ada seorang polisi dengan kumis tebal bertampang seram berdiri di dekat lampu merah memperhatikan ke arah zebra cross yang terhalang oleh sepeda motor saya. Setelah semua sepeda motor berhenti di belakang saya, lalu polisi tersebut langsung menyeberang di zebra cross dan mendekat ke arah saya.

Karena saking takutnya, saya langsung berteriak minta maaf kepada pak polisi tersebut dan mengatakan bahwa saya tidak sengaja dan tidak bermaksud menghalang-halangi zebra cross. Tanpa sengaja tangan saya menghalau pak polisi agar jangan menilang saya.

Apa yang terjadi? Pak polisi itu terkejut melihat tangannya saya pegang ketika ia telah mendekati motor saya. Lantas saya mengatakan, ” maaf pak, saya jangan ditilang karena saya tidak sengaja dan tidak bermaksud menghalang-halangi zebra cross ini”.

Lantas apa jawab pak polisi? “Siapa yang mau nilang, lha wong saya mau beli sarapan di warung seberang itu”, sambil tangannya menunjuk warung nasi pecel di seberang jalan. Lalu beliau pergi meninggalkan saya dan menuju warung nasi pecel yang dimaksud.

Hati saya langsung lega karena selamat dari tilang dan sekaligus berterima kasih kepada pak polisi yang ternyata tidak akan menilang saya, melainkan hanya ingin menyeberang untuk mencari sarapan pagi.

Namun, ditengah-tengah perasaan lega dan senang yang saya rasakan, seketika itu hati saya menjadi kecut lagi karena para pengendara lain yang menyaksikan saya semuanya tertawa terbahak-bahak. Saya akhirnya hanya bisa malu sambil cengar-cengir saja namun hati saya senang karena selamat dari tilang, mana gak bawa sim lagi.

Tapi rasa malu tersebut hanya berlangsung 30 detik saja karena setelah itu lampu hijau telah menyala dan saya langsung memacu motor untuk bersembunyi di antara kerumunan kendaraan-kendaraan lainnya sambil saya berteriak keras, “JAYA POLRI..!!” Dalam hati saya berkata, ” oalaaah… lha wong polisi mau cari sarapan kok saya tuduh mau nilang saya hehehe …”

Dikutip dari Surat Pembaca di Koran Jawa Pos.

Bagikan:
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.