Cerita Lucu Mukidi Yang Memancing Gelak Tawa Para Pembaca

Rasa Humor pada cerita Mukidi membuat kita jadi tersenyum bahkan ketawa, betapa tidak, ide tulisannya sederhana tetapi cukup untuk mengundang senyum para pembaca.

Sebenarnya sebuah karya orisinil atau asli akan membuahkan hasil yang memuaskan suatu saat kelak, contohnya cerita Mukidi ini, cerita yang sudah dibuat pada beberapa tahun silam dan populernya baru sekarang. Itu artinya sebuah karya pastilah akan ada Masa jayanya dan akan ada hasilnya.

meme-lucu-mukidi

Yuk simak Beberapa Contoh Cerita Mukidi berikut ini :

CERITA LUCU MUKIDI 1 :

Abu Wakidi dan Abu Wakijan dihadapkan ke meja hijau. Keduanya dituduh melarikan anak gadis, bedanya Abu Wakidi membawa lari anak orang, sedangkan Abu Wakijan membawa lari anak kambing. Hakim menjatuhi abu Wakidi hukuman 3 bulan kurungan, sedangkan Abu Wakijan diganjar 3 tahun.

“Ini tidak adil!” seru Abu Wakijan protes,

“yang mulia, saya keberatan mengapa Abu Wakidi yang melarikan anak orang hanya dihukum 3 bulan, sementara saya yang membawa lari anak kambing malah dihukum 3 tahun….”

“Saudara terdakwa,” kata pak hakim bijaksana. “ketahuilah bahwa Abu Wakidi bertanggungjawab mengawani gadis yang dibawanya lari,

kalau saudara mau bertanggungjawab mengawini, tentu hukumannya  akan saya ringankan. Bagaimana?”

CERITA LUCU MUKIDI 2 :

Mbah Martokapiran baru saja hendak berangkat ke sawah, ketika terdengar uluk salam:

“Assalamualaikum,” sebuah suara perempuan,” kulonuwun…”

“Waalaikumsalam, monggo…”

“Ibu ada pak?”

“Sedang pergi nak.”

“Kemana perginya pak?”

“Anu, ke kuburan,” jawab si mbah, “ada apa to nak?”

“Ini lho, saya mau menawarkan panci,” kata si gadis SPG.

“Ya..ya…ya.. yang tahu urusan panci memang ibu-ibu,” si mbah manggut-manggut, “maaf ya saya pegi dulu, sudah siang..” si mbah mengambil cangkulnya.

“Saya tunggu boleh nggak pak?”

“Boleh saja, silakan santai saja nak…”

Menjelang sore, ketika mbah Marto pulang, gadis tadi masih di rumahnya…

“Pak ibu pergi ke kuburan koq lama ya?”

“Memang lama nak, sudah hampir 2 tahun….”

Cerita Lucu Mukidi 3 :

Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.

Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga.

Karena kini 17 Agustusan, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan “INDONESIA TETAP JAYA”.

Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dangan tulisan “INDONESIA TETAP MUKIDI”

Cerita Mukidi 4 :

Mukidi sedang duduk di bangku, menunggu kelahiran anaknya di rumah sakit. Seorang pria mondar- mandir gelisah di depannya.

Tiba-tiba “owek… owek…” terdengar tangisan bayi.

“Alhamdulillah,” Mukidi bersyukur, sementara pria tadi menghambur ke ruang bersalin, tapi keluar lagi.

“kenapa bapak itu sus?”Tanya Mukidi Kepada Suster

“Istrinya mau melahirkan, tapi waktu berangkat kemari tadi, istrinya ketinggalan di rumah..”

Demikianlah artikel singkat ini dibuat semoga bermanfaat, jika ada kesalahan pada Ide Dan Penulisan saya Mohon Maaf. Simak juga Mukidi oh Mukidi! Kok Berita Tentang Kamu Booming Sekali di Tanah Air! Kenapa yach?

Bagikan:
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.