Cara Membuat Karya Cerita Tamasya

Halo juragan…. kali ini kita membahas tentang tips membuat karya cerita wisata atau rekreasi. Misalnya kita ingin berceritera tentang perjalanan wisata yang pernah kita alami atau mengarang sebuah karya cerita. Biasanya di sekolah-sekolah ada pelajaran mengarang. Nah, kali ini kita belajar mengarang juga.

Namun jika itu bukan karangan atau hal yang memang pernah kita alami, itu tidak masalah. Intinya kita membuat sebuah cerita tentang perjalanan wisata kita dengan baik dan benar agar sesuai dengan alur cerita sehingga karya kita menarik. Dan tentunya pembaca akan puas karena mereka bisa mengikuti dari awal hingga akhir.

Berdasarkan prinsip membuat cerita, ada empat bagian pokok yang harus kita terapkan agar sesuai dengan alur cerita. Yaitu; judul, pembukaan, isi dan penutup. Jadi pertama kita menentukan judulnya, kemudian pembukaan, lalu dilanjutkan dengan isi, dan terakhir penutup.

1. JUDUL

Judul adalah wadah dari cerita. Semuanya dikemas dalam judul. Buatlah judul yang sesuai dengan cerita yang hendak juragan buat. Misalnya, “Berwisata ke Pulau Bali”

2. PEMBUKAAN

Pembukaan adalah bagian awal ketika juragan belum memasuki kawasan wisata atau juragan masih di rumah. Buatlah kalimat pembukaan untuk mengawali cerita. Ada beberapa isi pada bagian pembukaan. Misalnya, persiapan apa saja yang hendak dibawa, berapa orang yang ikut serta, dalam perjalanan menemui apa saja, dan sebagainya.

3. ISI

Isi adalah bagian ketika anda telah tiba di lokasi wisata. Buatlah cerita ketika juragan telah sampai di tempat wisata. Misal, bagaimana suasana pulau Bali, bagaimana tradisi orang Bali, kemana saja yang anda singgah, berselancar, menonton tari kecak, makan masakan Bali, dan masih banyak lagi.

4. PENUTUP

Penutup adalah bagian yang menandakan anda hendak meninggalkan lokasi wisata. Ini adalah bagian akhir dari  cerita. Ceritakan sesuatu yang berhubungan dengan pulang. Misalnya, oleh-oleh apa yang juragan bawa, bagaimana suasana perjalanan pulang, bagaimana keadaannya setelah tiba di rumah. Tentunya capeknya juga harus diceritakan ๐Ÿ™‚ .

Selesai. Itu saja pokok cerita yang harus kita jadikan pedoman dalam membuat sebuah karya cerita atau sebuah karangan. Tentang gaya bahasa, gaya cerita, dan sebagainya silakan dibuat sebaik mungkin. Dan tentunya juragan lebih pandai daripada saya dalam mengolah bahasa agar karya cerita menjadi lebih indah.

Bagikan:
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.