Berita Hit, Vonis Jessica, Pilkada Jakarta, sampai BH Victoria’s Secret

Jumat pagi hari, 28 Oktober 2016,  sembari menjalani ritus wajib menyeruput segelas kopi hitam, tangan tak lepas dari handphone. Ya, sebagai warga digital, handphone sudah jadi teman yang paling akrab. Pagi itu, saya tak mau ketinggalan informasi. Buka situs-situs berita.

Dari situs berita yang saya dapatkan, banyak isu yang lagi hit. Salah satunya vonis hukum bagi Neng Jessica yang didakwa dalam kasus dugaan pembunuhan Neng Mirna Salihin, temannya waktu di Australia. Kasus ini dikenal dengan kasus kopi sianida. Saya sebenarnya tak terlalu intens cermati kasus itu, meski ditayangkan kayak sinetron berseri di televisi.

Neng Jessica, divonis 20 tahun. Begitulah keputusan bapak-bapak hakim. Ya, kita hormati saja keputusan bapak yang jadi wakil Tuhan itu. Kubu Neng Jessica naik banding, tak puas akan vonis tersebut. Saya minta, kita juga hormati keputusan itu. Biarkan proses hukum berjalan sampai tuntas.

jessica
Cerita Paling Menakutkan di Asia Tenggara

Berita lain yang saya baca masih seputar tentang Pilkada DKI Jakarta. Sebenarnya agak malas juga baca berita soal Pilkada di ibukota. Tapi mau gimana lagi, saya punya KTP Jakarta, tentunya punya hak memilih nanti di 2017. Kalau tak dicermati, ya saya tak punya referensi siapa nanti yang akan dipilih. Tapi kalau soal pilihan, biar saya dan Tuhan yang tahu.

Namun yang bikin saya kurang begitu antusias baca berita seputar Pilkada Jakarta, gaduh dan ributnya itu. Duh, ini mau Pilkada apa mau tawuran. Ya mbok kalau memang tidak setuju, tak usahlah ngajak ribut orang lain yang berbeda pandangan. Santai saja. Toh yang menang mereka, yang nyalon. Sebagai pemilih lebih baik cerdas saja. Cermati program seluruh calon. Ketahui jejak rekamnya. Kaji. Pilah. Lalu pilih. Tidak usah menganggap yang tak sepaham sebagai musuh. Apalagi itu teman akrab. Mosok gara-gara gituan harus ada peristiwa pemutusan hubungan kawan (PHK).

Lalu, berita apa lagi yang menarik. Nah ini, ada satu berita yang menurut saya lumayanlah menarik. Setidaknya bikin saya sampai harus berdecak ckkkk, ckkkk. Saya sampai melongo bacanya. Beritanya soal harga BH seharga 39 milyar. Rp 39 milyar bro, bukan Rp 39 ribu atau 390 ribu. Namanya BH Victoria’s Secret. Harga resminya 3 juta dollar. Tapi kalau dirupiahkan ya sekitar 39 milyar.

Berita itu saya baca di situs Tempo.co, itu tuh situs yang ngegrup dengan Majalah Tempo. Majalah yang suka saya baca mulai dari halaman terakhirnya. Halaman Catatan Pinggir Mas Goenawan Mohamad.

Ternyata yang bikin mahal BH tersebut adalah permata yang bertabur di cup BH. Ada 9000 taburan permata di BH tersebut. Itu yang bikin harganya tak masuk akal. Saya pun dipaksa menghayal. Andai saya beli BH itu untuk istri saya. Katakanlah untuk hadiah ulang tahunnya. Saya tak tahu, apakah istri saya gembira atau marah. Kemungkinan besar yang kedua. Istri saya akan marah besar. Murka.

Mungkin istri saya akan berkata, kurang kerjaan beli BH semahal itu. Wong untuk bayar kredit rumah saja, saya megap-megap. Punya uang segitu, mending buat komplek perumahan sendiri. Ini hanya untuk BH, sampai harus ngeluarin duit yang bisa bangun beberapa cluster perumahan.

Ha.ha.ha, saya dimarahi seperti itu, pasti hanya bisa cengengesan. Memang uang darimana untuk beli BH semahal itu. Saya bukan pejabat, yang punya peluang dapat duit korupsi. Tapi tenang, masih banyak kok pejabat yang jujur.

Tapi andai pun, saya misalnya jadi konglomerat, atau pengusaha, tetap akan berpikir berjuta kali untuk membeli BH itu. Wong hanya BH kok, mosok harus ngeluarin duit sebejibun begitu. Apa yang mau di pamerkan. Mosok saya suruh istri saya pake BH diluar baju. Kan lucu. Bisa-bisa disangka gila. BH itu dipakai di dalam. Dibalik baju. Jadi, siapa yang tahu dia pake BH puluhan milyar. BH ya BH, letaknya dibalik baju.

Kalau beli mobil dengan harga segitu mungkin agaklah masuk akal. Mobil bisa dipamerkan. Walau di Jakarta percuma juga. Palingan kalau lagi dikendarai dilihat sekilas, setelah itu pengendara lain  sibuk dengan kemacetan Jakarta. Andai pun puny uang sebanyak itu, saya mending beli mobil keluarga sejuta umat. Itu tuh mobil yang sekarang paling favorit untuk dionlinekan. Maksudnya dipakai jadi taksi online.

Coba, dapat berapa unit saya mobil seperti itu. Dan, yang pasti, uangnya bisa beranak pinak dari hasil taksi online tersebut. Daripada beli BH, yang tak bisa dipamerkan. Mosok dengan beli BH itu, lalu saya buka sewa BH. Kan lucu.

Lagian, BH ya BH. Penutup dada perempuan. Fungsinya penutup. Tak lebih. Kan yang lebih penting isinya, bukan penutupnya (eit jangan porno dulu yah). Upss, kopi digelas ternyata sudah habis. Mohon maaf ngoceh enggak karuan di pagi hari. Selamat beraktivitas. Selamat bertugas. Hati-hati di jalan. Jaga hati. Jaga lidah. Damai selalu Jakarta. Damai selalu Indonesia.

Baca juga Apa Itu ‘Cyber Bullying’ Ancaman Baru Kebebasan Berekspresi?

Bagikan:
5 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.